Close

Antisipasi Lakalantas Saat mudik Lebaran, Rambu dan Marka Jalan Harus jadi Catatan

PESSEL,  METRO–Arus mudik dan libur lebaran tak hanya dihabiskan dengan bersilaturahim dengan sanak famili. Mengunjungi kawasan wisata menjadi pilihan bagi pemudik yang tengah berada di kampung halaman. Apalagi pemerintah pusat sendiri melonggarkan masyarakat mudik ke kampung halaman.

Ruas jalan nasional, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat menjadi masyarakat untuk mudik lebaran menuju dua Kabupaten, yaitu Kabupatek Kerinci dan Kabupaten Muko – Muko, Provinsi Jambi. Tentu nya harus ada catatan khusus bagi dinas terkait, salah satunya tentang rambu – rambu lalu lintas dan marka jalan.

Selain itu, sebagai tujuan wisatawan, perlu juga perbaikan dan penambahan rambu – rambu lalu lintas serta marka jalan. Contohnya seperti di  jalan di Kawasan Wisata Mandeh, Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat.

Bagi pemudik maupun wisatawan ingin mudik atau berlibur melintasi jalur  Sungai Pisang, Padang, pantuan Pos Metro, terdapat dua tanjakan dan turunan panjang yang sangat ekstrem sehingga perlu konsentrasi bagi pengendara.

Secara fisik, jalan ke Mandeh sepanjang 41,8 kilometer sudah sangat bagus dan mulus. Namun, jalurnya masih relatif sempit dan banyak kelokan, turunan serta tanjakan.

Untuk mengantisipasi lakalantas tersebut, perlu penambahan rambu dan marka jalan di lokasi itu juga belum terpasang maksimal. Sehingga, pengendara harus hati-hati terutama pada beberapa titik dengan kelokan tajam.

Sementara itu, salah seorang pengendara yang pernah melewati jalur tersebut, M Noli menilai rambu yang menginformasikan kelokan, tanjakan dan turunan di jalan Kawasan Mandeh memang harus ditambah agar bisa jadi pedoman bagi pengendara. Pada daerah Sungai Pisang, Kota Padang, pengendara harus lebih ekstra hati-hati, menggunakan perseneling satu cukup lama untuk bisa melewati tanjakan yang curam dan panjang.

Setelah itu, pengendara akan dihadapkan pada turunan yang tajam dan sama ekstremnya hingga kondisi rem harus benar-benar baik.

“Pada kondisi ramai kendaraan dan adanya potensi kemacetan seperti lebaran atau libur panjang, ruas jalan itu tidak direkomendasikan untuk dilewati,” kata Ari.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top