Menu

Antisipasi Kerumunan saat Pembagian Daging di Kota Padang, Panitia Wajib Antarkan Daging Kurban ke Rumah Warga

  Dibaca : 59 kali
Antisipasi Kerumunan saat Pembagian Daging di Kota Padang, Panitia Wajib Antarkan Daging Kurban ke Rumah Warga
M Ali Ramdhani

TAN MALAKA, METRO–Tim Satgas Covid-19 Kota Padang akan mela­kukan pengawasan terkait prosedur pembagian da­ging kurban pada saat Hari Raya Idul Adha 20 Juli mendatang. Pembagian daging kurban oleh panitia kurban  wajib diantarkan ke rumah-rumah warga oleh panitia.

Hal ini diungkapkan Ke­pala Satpol PP Kota Pa­dang, Alfiadi. Ia menegas­kan, semua aturan terkait Hari Raya Idul Adha dan pem­bagian daging kurban dan hubunganannya de­ngan PPKM yang telah diberlakukan di Kota Pa­dang, telah dijelaskan da­lam Surat Edaran Wali Ko­ta Padang.

“”Aturannya sudah je­las. Tim satgas Covid-19 sudah dibentuk. Lurah dan camat juga berperan aktif melakukan pemantau di masyarakat,” tandas Al­fiadi.

Dalam Surat Edaran Wali Kota Padang Nomor  440.559/BPBD-Pdg/VII/2021 yang ditandatangani Wako Hendri Septa, ditetapkan panitia kurban mengan­tar­kan langsung daging kur­ban ke rumah masyarakat penerima kurban untuk menghindari kerumunan. Bahkan tak hanya itu, pe­lak­saan shalat Idul Adha di masjid dan mushalla hanya boleh diikuti oleh jamaah yang ada di seputaran mas­­jid dan mushalla de­ngan menerapkan protokol kesehatan.

Wali Kota Padang, Hen­dri Septa semua masyara­kat mematuhi apa yang telah tertera dalam edaran tersebut, demi menekan angka penularan Covid-19 yang makin menjadi-jadi. “Semua masyarakat Kota Pa­dang untuk sama-sama me­laksanakan edaran ter­se­but,” tandas Hendri Sep­ta.

Untuk diketahui Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumbar Buya Gus­rizal Gazahar,mengatakan pi­hak­nya mendukung Pem­­ber­lakuan Pemba­ta­san Ke­giatan Masyarakat (PPKM) sejumlah daerah di Sumbar. Tapi dia meminta wilayah yang mendapat pe­rintah menerapkan PPKM tidak melarang ke­gia­tan sholat Idul Adha 1442 Hijriah.

Gusrizal berharap pe­me­rintah tidak melarang masyarakat menggelar sholat Idul Adha berja­maah. Pemerintah kata dia cukup memberikan pene­ka­nan supaya protokol kesehatan selama pelak­sa­naan sholat Idul Adha diterapkan dengan ketat.

Gusrizal juga tidak ingin pe­merintah melarang umat Islam beribadah ke masjid. Karena hal itu me­nyiratkan seakan-akan ke­giatan ibadah sebagai peng­­halang upaya pemu­tusan mata rantai penu­laran covid-19.

Gusrizal menam­bah­kan segala upaya peme­rintah dalam menangani pandemi sudah sesuai de­ngan aturan Islam. Ketika suatu negeri menghadapi wabah, masyarakat harus dibatasi.

“Sejak awal MUI Sum­bar sudah sepakat dan men­dukung upaya pem­e­rin­tah mengendalikan pan­demi. Tapi kebijakan peme­rintah jangan sampai mem­buat keluh kesah ma­sya­rakat,” ujar Gusrizal.

Selain itu, Gusrizal me­ngatakan, pihaknya ti­dak akan mengeluarkan fatwa peniadaan ibadah di mas­jid. Bahkan kalau perlu fat­wa sebaliknya dikeluarkan yaitu tetap melaksanakan ibadah di masjid di masa PPKM Mikro. MUI tetap ber­pedoman pada apa yang dia putuskan sebab pertanggungjawaban ha­nya kepada Allah.

Peningkatan Hewan Kur­ban

Kepala Dinas Pertanian Kota Padang, Syahrial Ka­mat mengatakan,  akan terjadi peningkatan hewan kurban  pada Hari Raya Idul Adha 1442 Hijriah.

Dikatakanya,  tahun lalu, jumlah sapi kurban adalah sebanyak 6.239 ekor sapi,  1 ekor kerbau dan 813 ekor kambing. “Tahun ini diprediksi meningkat 10 persen atau minimal sa­ma,” katanya.

Pihaknya juga telah me­ngun­dang pengurus mas­jid dan mushalla. Mere­ka telah diberi sosialisasi tentang hewan kurban. (tin)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional