Menu

Antisipasi Kejahatan Seksual terhadap Wanita dan Anak, Kapolres Kerahkan Srikandi Polwan

  Dibaca : 124 kali
Antisipasi Kejahatan Seksual terhadap Wanita dan Anak, Kapolres Kerahkan Srikandi Polwan
SOSIALISASI— Aksi enam orang Srikandi Polwan Polres Mentawai sedang melakukan sosialisasi di salahsatu SMA di Kepulauan Mentawai untuk menekan aksi kejahatan seksual.

MENTAWAI, METRO
Menekan dan mengantisipasi terkadinya kejahatan seksual terhadap wanita dan anak-anak yang di wilayah hukum Polres Mentawai, Kapolres Mentawai AKBP Dodi Prawira Negara, mengerahkan sebanyak enam orang srikandi Polisi Wanita (Polwan).

Mereka ini diturunkan ke masing masimg pelosok untuk memberikan pembekalan ilmu dan sosialisasi terhadap para wanita dan anak anak.

Kapolres Mentawai AKBP Dodi Prawira Negara didampingi Kabagren AKP H Syafrizen SH Datuak Rang Batuah kepada POSMETRO menjelaskan, bahwa pentingnya diri dibekali ilmu agama dan pengetahuan tentang itu. Sebab dampak dari perbuatan itu akan jelas berdampak buruk terhadap para korbannya.

Nah, untuk itu dibutuhkan peranan semua elemen masyarakat dan orangtua menindaklanjutinya.

“Menjaga si buah hati. Baik mengenai pergaluan, pendidikan agama yang paling utama dan kemajuan iptek yang kebablasan. Seperti terlalu bebas mempergunakan HP,” ingatnya.

Sebelumnmya Bupati Mentawai Yudas Sabaggalet mengatakan upaya pencegahan dan penanganan tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak, mendukung realisasi Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) sebagai lembaga yang berdiri sendiri.

Bupati menyampaikan bahwa lembaga P2TP2A sudah memiliki regulasi dari Kementerian Sosial agar terpisah dari departemen atau bersifat non pemerintahan. ”Kita akan sediakan anggaran untuk itu dengan tujuan P2TP2A dapat segera bekerja untuk memberikan penyuluhan ke daerah-daerah kecamatan dan desa di wilayah Mentawai,” katanya.

Sejalan dengan itu, dalam waktu dekat akan dibentuk rumah aman dengan mengontrak satu rumah yang sekaligus difungsikan sebagai kantor. Ini bertujuan agar semua elemen masyarakat dapat bergabung, termasuk di dalamnya para wartawan.

Sebelumnya dalam agenda sosialisasi tentang pencegahan dan penanganan tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak yang digagas oleh Dinas Sosial, Bupati menyatakan setuju akan hukuman berat yang ditentukan terhadap pelaku sesuai dengan hukum di Indonesia. Tujuannya tentu saja untuk menimbulkan efek jera dan menghindari terjadinya hal serupa. Apalagi kejahatan tersebut berdampak trauma dalam jangka panjang bagi korban.

Kabag Rem Polres Mentawai AKP Syafrizen mengatakan kehidupan mesti memiliki rambu-rambu. ”Pengendara di jalan raya misalnya, tentu saja harus menaati peraturan lalu lintas agar aman dan selamat dari penilangan oleh petugas. Sementara, untuk pembatasan antara perempuan dan laki-laki telah ditegaskan dalam Al-qur’an oleh Allah. Jika bukan mahram, dilarang berhubungan, bersentuhan, dan lain sebagainya,” ujar Syafrizen.

Turut hadir dalam agenda yang diselenggarakan di kantor Sekretariat Bappeda Kepulauan Mentawai ini, Wakil Bupati Kortanius Sabaleake, Wakapolres Mentawai Kompol Maman Rosadi, Lanal Mentawai, Perwakilan Kodim 0319, tokoh masyarakat, perwakilan 22 lembaga, dan perwakilan LSM. (s)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional