Menu

Antisipasi Cuaca Ekstrem, Warga Diminta Tingkatkan Kewaspadaan di Kota Padang

  Dibaca : 90 kali
Antisipasi Cuaca Ekstrem, Warga Diminta Tingkatkan Kewaspadaan di Kota Padang
TEROBOS BANJIR— Wako Padang Hendri Septa saat menerobos banjir yang terjadi di depan Rumah Sakit Siti Rahmah, Bypass, beberapa waktu lalu. BPBD hingga kini tetap meminta warga tetap waspada cuaca ekstrem dan hujan deras.

SAWAHAN, METRO–Ketua Komisi IV DPRD Padang, Azwar Siry mengimbau kepada warga agar waspada terkait kondisi cuaca yang tak menentu. Hujan deras yang hamper terjadi sepanjang sore hingga malam hari membuat rawan terjadi bencana, seperti banjir dan longsor.

“Masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan dan jangan lengah. Agar keselamatan terwujud dan kerugian tak dialami,” ujar kader Demokrat ini, Senin (23/8).

Ia menyampaikan, ba­gi warga yang berdomisili di perbukitan jangan terlalu nyenyak tidur dan harus selalu meningkatkan ke­was­padaan. Karena, hujan yang turun dapat meng­akibatkan longsor yang waktu terjadinya tak bisa dipastikan.

“Warga diatas bukit mesti was-was dan pin­dah­kan peralatan ke lokasi aman. Jika tak memung­kin­kan lebih baik mengungsi sementara,” paparnya

Sedangkan bagi warga yang tinggal di dataran rendah, perlu diwaspadai banjir jika hujan lama ter­jadi. Bila perlu tinggikan ba­rang elektronik. Supaya aman situasi dan kerugian materi dan peralatan tidak dialami.

Selain itu, warga di­minta lakukan komunikasi dengan RW, RT dan pihak lain terkait hal yang terjadi saat cuaca tak menentu ini. Agar pertolongan dapat dilakukan dan keamanan dapat terwujud.

Kemudian, kepada BPBD diminta selalu me­nge­dukasi warga soal cua­ca sekarang dan standby dengan peralatan 24 jam. Bila perlu rangkul pihak kecamatan, kelurahan dan lainnya. Supaya warga bisa waspada dan kenyamanan terwujud.

“Petugas BPBD mesti pro aktif dan jangan ben­cana tiba dulu baru ber­ge­rak,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kalaksa Badan Pengendalian Ben­cana Daerah (BPBD) Kota Padang, Barlius me­war­ning semua masya­ra­kat yang tinggal di lereng pe­bukitan atau di kaki-kaki bukit, terutama di bulan Agustus ini. Pasalnya, me­nurut prediksi BMKG, ada pergeseran tanah yang akan terjadi pada bulan ini sehingga bisa memicu ben­­­cana longsor.

“Prediksi BMKG, di bu­lan ini terjadi pergeseran tanah. Jika disertai dengan hu­jan lebat, fenomena alam ini berpotensi me­micu longsor,” kata Barlius menjelaskan.

Saat ini, terang dia, hampir tiap hari terjadi hujan berintisitas sedang hingga lebat. Terutama pada siang dan sore hari. Fenomena ini akan terjadi sampai akhir tahun 2021. Bila hujan lebat disertai dengan terjadinya per­geseran tanah, maka su­dah dapat dipastikan po­tensi longsor cukup be­sar.

Ia berharap, masya­ra­kat yang tinggal di perbu­kitan atau di lereng-lereng agar selalu waspada ter­ha­dap fenomena itu. Jika me­lihat ada gelagat perge­seran tanah, segera me­nye­lamatkan diri. Jangan tunggu sampai terjadi mu­sibah.

“Kita ingatkan lagi pada semua masyarakat yang berada di lokasi rawan. Agar selalu waspada. Ka­rena saat ini cuaca eks­trem,” tandasnya.

Seperti yang kita keta­hui, saat ini banyak sekali titik-titik rawan longsor di Kota Padang. Seperti Bukit Gado-Gado, Bukit Turki, Gates dan titik lainnya. (ade/tin)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional