Menu

Antisipasi Covid 19 Perlu PSBB di Sumbar

  Dibaca : 846 kali
Antisipasi Covid 19 Perlu PSBB di Sumbar
Antisipasi Covid 19 Perlu PSBB di Sumbar

PDGPARIAMAN, METRO
Bupati Padangpariaman H Ali Mukhni, kemarin, setuju dilaksanakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diterapkan dalam Propinsi Sumatra Barat. Semua itu terungkap saat  Bupati Padangpariaman melaksanakan Video Conference (Vicon) antara Gubernur dengan Bupati/Walikota se-Sumatera Barat dalam rangka koordinasi rencana penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) Provinsi Sumatera Barat.

Vicon didampingi oleh Wakil Bupati Padangpariaman, Suhatri Bur, Kepala Kejaksaan Negeri Pariaman Efrianto, Wakapolres Pariaman Kompol Yuhandri, Kepala Bagian Operasional Polres Padangpariaman Indra Junaidi, Pasi Logistik Komando Distrik Militer 0308 Pariaman Delri, Ketua Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Jonpriadi dan anggota Satuan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Padangpariaman.

Dalam Vicon tersebut Gubernur Sumatera Barat H. Irwan Prayitno memberikan arahan dan koordinasi kepada Bupati/Walikota Se-Sumatera Barat dalam rangka percepatan pelaksanaan PSBB diseluruh wilayah Provinsi Sumatera Barat. “PSBB harus segera kita lakukan, karena psbb merupakan langkah terbaik  dan efektif yang mesti dilakukan diwilayah Sumatera Barat untuk menekan angka penyebaran covid-19,” ujarnya.

Selain itu katanya, ia juga menegaskan agar Bupat dan Walikota se-Sumatera Barat untuk menghimbau seluruh masyarakat agar dapat melaksanakan PSBB ini secara disiplin, tidak melakukan perjalanan ke luar daerah, tidak mengadakan kegiatan yang mengumpulkan orang banyak, pembatasan penumpang pada angkutan umum, pembatasan pengunjung pasar, tempat hiburan, Restoran dan Hotel di seluruh wilayah Provinsi Sumatera Barat.

“PSBB ini dilakukan  untuk membatasi segala pergerakan sosial seluruh masyarakat, sehingga penyebaran Covid-19 akan terhambat, masyarakat hanya diperbolehkan keluar rumah untuk keperluan membeli kebutuhan pokok dan pergi berobat ke Rumah Sakit, Selain itu tidak diperbolehkan,” ujarnya.

PSBB ini akan dijaga secara ketat oleh TNI dan POLRI, jika adanya pelanggaran akan diberikan sanksi oleh pemerintah setempat, dan untuk masyarakat yang akan melakukan perjalanan keluar daerah akan diperiksa terlebih dahulu di posko yang telah disediakan oleh pemerintah setempat dan seluruh pergerakan masyarakat akan dibatasi.

Ia juga menekankan kepada Bupati dan Walikota agar mendukung secara penuh personil TNI dan Polri yang bertugas di seluruh wilayah posko yang sudah ditentukan dan memberikan fasilitas kepada seluruh petugas posko di masing-masing daerah.

Selain itu, ia juga mengatakan, “Setiap ada pemberitahuan hasil swab pasien positif terpapar Covid-19 yang dikeluarkan oleh Laboratorium Universitas Andalas, kami akan langsung memberitahukan kepada Bupati dan Walikota setempat serta selanjutnya kami berharap pemerintah setempat langsung men-Tracking pergerakan pasien yang sudah terjangkit,” ungkapnya.

Selain itu, seluruh nagari dan kelurahan di seluruh Kabupaten/Kota untuk mendirikan posko di wilayah masing-masing dan melaksanakan penjagaan daerah secara ketat dengan melakukan pemeriksaan suhu tubuh bagi pendatang yang mengunjungi wilayahnya.

Selanjutnya Pemerintah Sumatera Barat juga akan memperketat aktivitas di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) dengan cara mendata seluruh penumpang yang datang dari zona merah atau daerah terjangkit covid-19.

Senada dengan itu, Bupati Padangpariaman H.Ali Mukhni menyetujui dan mendukung keputusan Gubernur Sumatera Barat dalam percepatan pelaksanaan PSBB ini bersama seluruh Bupati dan Walikota se-Sumatera Barat “Saya setuju dan akan mendukung penuh pelaksanaan PSBB di wilayah Sumatera Barat yang akan dilaksanakan selama 14 hari dan semoga mampu menekan jumlah pasien covid-19 di Wilayah Sumatera Barat,” tandasnya mengakhiri.(efa)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional