Menu

Antisipasi Covid-19, Pemprov Sumbar Batalkan Perjalan Dinas ke Jawa

  Dibaca : 64 kali
Antisipasi Covid-19, Pemprov Sumbar Batalkan Perjalan Dinas ke Jawa
TINJAU—Wakil Gubernur Sumbar, Audy Joinaldy saat meninjau vaksinasi jajaran OJK bekerjasama Dinas Kesehatan Padang di kampus BRI Padang.

PADANG, METRO–Pemerintah Provinsi Suma­tera Barat mengambil kebijakan mem­batalkan semua perjalan dinas menuju Pulau Jawa untuk semen­tara dalam upaya pe­ngendalian COVID-19 di daerah itu. “Gubernur sudah setuju untuk pembalasan perjalanan dinas bagi ASN internal Pem­prov Sumbar ke Jawa. Semen­tara semua kegiatan gunakan kon­ferensi video atau telepon,” kata Wakil Gubernur Sumbar, Audy Joinaldy saat meninjau vaksinasi jajaran OJK beker­jasama Dinas Kesehatan Pa­dang di kampus BRI Padang, Senin (28/6).

.Wagub mengatakan guber­nur juga akan mengimbau bu­pati dan wali kota mengambil kebijakan yang sama karena kondisi di Jawa sedang berba­haya dalam hal pe­nye­baran COVID-19.

“Saat ini kasus COVID-19 di sana terutama DKI Jakarta trennya naik. Angka yang kena lebih banyak dibandingkan yang sembuh. BOR (Bed Occupancy Rate) sudah di atas maksimal. Karena itu lebih bijak­sana untuk menghentikan per­jalanan dinas ke sana untuk semen­tara, me­nung­gu kondisi kembali kon­dusif,” ujarnya.

Meskipun kebijakan pemba­talan perjalanan dinas ke Jawa bisa dilakukan, tetapi peme­rintah daerah tidak bisa mela­kukan pembatasan kunjungan dari luar ke Sumbar.

Terkait vaksinasi di Sumbar Audy mengatakan capaian su­dah naik signifikan karena Ge­byar Vaksinasi yang digelar TNI/Polri. Namun, angka pasti di sistem masih belum diperbarui. “Hitung-hitungan dengan Ka­polda Sumbar, capaian­nya bisa naik antara 45-53 persen dari awalnya hanya 26 persen,” ujarnya.

Meski demikian secara pe­ringkat secara nasional belum bisa ditentukan karena semua provinsi juga melakukan per­cepatan vaksi­nasi.

Ke depan dalam upaya perce­patan vaksinasi di Sumbar Audy mengatakan vaksin bisa diberi­kan pada semua masya­rakat yang berumur diatas 18 ta­hun.“Jadi siapa saja yang mau divaksin, langsung berikan. Tidak perlu diberi syarat harus membawa dua lansia seperti yang dilakukan sebelumnya,” kata­nya.

Kemudian ia meminta se­mua warga yang telah divaksin, yang telah merasakan manfaat­nya, yang sudah paham bahwa vaksin ter­nyata tidak berbahaya seperti hoaks yang banyak beredar, ajaklah orang tua masing-masing untuk vaksinasi. “Mungkin pendekatan dari anak atau keluarga akan lebih efektif dibandingkan dari pihak lain,” katanya.

Audy juga mengapresiasi vak­sinasi yang dilaksanakan oleh jajaran OJK dan berharap bisa mencapai 100 persen bah­kan kalau bisa lebih.

Kepala OJK Sumbar Yusri m­e­nga­takan vaksinasi yang dilak­sanakan bekerjasama d­e­ngan Di­nas Kesehatan Kota Padang itu ditargetkan untuk 1.300 orang. “Ini upaya untuk mencapai imunitas yang baik supaya terhindar dari COVID-19. Mudah-mudahan ca­paian bisa lebih dari target,” katanya. (fan)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional