Menu

Antisipasi Banjir, Pemko Rencanakan Penyediaan Pompa Air di 2021

  Dibaca : 197 kali
Antisipasi Banjir, Pemko Rencanakan Penyediaan Pompa Air di 2021
Mahyeldi Ansharullah

AIAPACAH, METRO
Pemko Padang akan menyiapkan pompa air untuk mengantisipasi banjir pada 2021 mendatang. Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah mengatakan, pompa ini nantinya akan menarik air genangan saat hujan dan air laut sedang pasang.

Ia menambahkan, pompa air akan disediakan pada tujuh daerah yang sering terjadi genangan atau banjir saat hujan lebat mengguyur Kota Padang. “Kita siapkan juga tahun 2021, kita membuat pompa, karena ketika hujan tinggi dan pasang tinggi juga pasti ada daerah yang tergenang,” ujar Mahyeldi, Kamis (24/9).

Mahyeldi menjelaskan, ketika hujan tinggi dan air laut pasang, beberapa daerah di Padang akan tergenang. Makanya untuk mengatasinya dengan pompa yang direncanakan tahun 2021.

Mahyeldi berharap ada dukungan pemerintah provinsi, pemerintah pusat untuk penyediaan pompa air ini. “Sehingga lebih banyak yang kita buat, di samping upaya lainnya untuk mencegah terjadinya banjir,” tukasnya.

Upaya antisipasi banjir lainnya terang Mahyeldi, yaitu dengan membuat check dam yang saat ini sudah ada di Kecamatan Kototangah dan Kecamatan Kuranji. Kemudian membangun embung yang sudah dituangkan dalam RPJM Padang tahun 2019-2024.

“Contohnya di Aiapacah, ada dua lokasi embung, satu di Balai Kota, lalu belakang Universitas Baiturrahmah dan Universitas Bung Hatta, kawasan itu sudah ada dalam RPJMD,” sebut Mahyeldi.

Gali Sedimen Puluhan Kilometer
Sementara itu, Mahyeldi mengatakan, untuk antisipasi banjir di Padang, sebenarnya sudah dilakukan pengalian sedimen yang dilakukan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pemko Padang.

Selain penggalian sedimen, juga dilakukan pembenahan dan rehab drainase-drainse puluhan kilometer. “Kemudian sudah puluhan kilometer juga juga kita membenahi drainase kita. Kemudian ada juga yang kita rehab drainase,” tandasnya.

Mahyeldi mengatakan persoalan banjir disebabkan oleh banyak faktor, termasuk intensitas hujan dan pasang air laut. Banjir yang terjadi di Padang kebanyakan berupa genangan, sebab saat hujan tinggi dan air laut juga pasang tinggi.”Yang namanya banjir, genangan berbedakan, kita di Padang ini banyak genangan,” sebutnya.

Mahyeldi menyebutkan, penanganan banjir harus bersinergi antara Balai Wilayah Sungai, BKSDA Provinsi Sumbar, begitu juga dengan masyarakat. “Perlu juga kita tahui bahwa Padang ini rawa-rawa dan persoalan banjir juga sudah kita diskusikan dengan forum DAS Padang,” bebernya. (tin)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional