Menu

Antisipasi Angka Kelahiran Signifikan, Padangpariaman Gunakan Pelayanan KB Online

  Dibaca : 257 kali
Antisipasi Angka Kelahiran Signifikan, Padangpariaman Gunakan Pelayanan KB Online
Kadis Saat Berikan Keterangan KB Secara Online

PDGPARIAMAN, METRO
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Padangpariaman Aspinuddin menyatakan sebagai upaya mengantisipasi baby boom (periode yang ditandai dengan peningkatan angka kelahiran yang signifikan) pada masa pandemicCovid- 19.

“DPPKB Kabupaten Padangpariaman melaksanakan strategi pelayanan kontrasepsi melalui  online,” kata Aspinuddin.

Dampak penyebaran wabah corona virus disease 2019 (Covid-19) di Indonesia, termasuk Kabupaten Padangpariaman, mempengaruhi berbagai aspek, tak terkecuali pada pelayanan KB.

“Di antaranya keterbasan akses ke fasilitas kesehatan (faskes) serta banyaknya klinik yang tidak siap menghadapi pandemi covid-19,” ujarnya.

Dikatakan,  banyak Pasangan Usia Subur (PUS) yang mengganti cara ber-KB dengan metode jangka pendek dengan risiko kegagalan tinggi, bahkan diskontinyu berpotensi terjadinya kehamilan yang tidak diinginkan.

“Angka kehamilan dikuatirkan akan naik, bahkan bisa terjadi baby boom karena  memang terjadi penurunan alat kontrasepsi,” ujar Dokter Jimi, sapaan Aspinuddin.

Mengutip pernyataan Kepala BKKBN dr Hasto Wardoyo SpOG (K), untuk mengantisipasi hal tersebut,  DPPKB Padang Pariaman melakukan beberapa strategi pelayanan KB pada masa pandemi covid-19. Antara lain dengan cara mengoptimalkan peran Korlap dan Penyuluh KB agar meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat supaya menunda kehamilan hingga kondisi pandemi berakhir.

Ia juga menyebutkan, petugas kesehatan dapat memberikan pelayanan KB dengan syarat menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap sesuai standar, petugas kesehatan. Dalam hal ini tetap memberikan pelayanan dengan mengutamakan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) seperti IUD Pasca Plasenta /MOW serta PL KB.

Selain itu, ia meminta Kader KB berkoordinasi dengan petugas kesehatan untuk  pemberian kondom dan pil KB, melakukan materi KIE serta melaksanakan konseling terkait kesehatan reproduksi dan KB secara online atau via telepon.

Dokter Jimi pun mengingatkan Korlap dan PKB kecamatan agar lebih aktif dalam menyampaikan pesan kepada masyarakat supaya menunda kehamilan sampai kondisi pandemi berakhir.

Akseptor KB sebaiknya tidak datang ke petugas kesehatan, kecuali yang mempunyai keluhan dengan syarat membuat perjanjian terlebih dahulu melalui saluran komunikasi seperti telepon.

“Bagi Akseptor IUD / Implan yang sudah habis masa pakainya, jika tidak memungkinkan datang ke petugas kesehatan, dapat menggunakan kondom yang diperoleh dengan menghubungi PLKB atau kader KB melalui telepon,” ujar Jimi memberi saran.

Kepada Penyuluh dan Petugas Lapabgan KB, Dokter Jimi minta agar melakukan koordinasi dengan faskes terdekat dan PMB (praktek mandiri bidan ) dalam rangka mempersiapkan pelaksanaan kegiatan pelayanan KB.

“Kami terus berupaya menggenjot peningkatan kepersertaan ber- KB untuk antisipasi terjadinya gelombang baby boom di masa yang akan datang. Tentunya demi kesejahteraan masyarakat Padang Pariaman pada masa pandemic covid 19, baik jangka pendek maupun jangka panjang,” katanya mengakhiri. (efa)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional