Menu

Angka Kematian Akibat Covid-19 di Kota Padang Meningkat saat PPKM, Mairizon: Sampai Pukul 11.15 WIB, 4 Orang Dikubur

  Dibaca : 116 kali
Angka Kematian Akibat Covid-19 di Kota Padang Meningkat saat PPKM, Mairizon: Sampai Pukul 11.15 WIB, 4 Orang Dikubur
PEMAKAMAN— Petugas medis membawa jenazah pasien terpapar Covid-19 untuk dimakamnkan di perkuburan kaum di Pauh, Kamis (5/8).

BALAIBARU, METRO–Kasus kematian karena Covid-19 di Kota Padang semakin meng­kha­watir­kan. Sehari kemarin saja, dari Ka­mis (5/8) pagi sampai pukul 11.15  WIB, sudah empat jenazah yang dikubur karena meninggal akibat virus corona tersebut.

Kekhawatiran diung­kap­kan Kepala Dinas Ling­kungan Hidup (DLH) Kota Padang, Mairizon. “Sampai jam 11.15 WIB, sudah ada 4 orang meningga akibat Covid-19,” ungkap Mairizon dalam status facebooknya sembari memperlihatkan screenshoot foto pengu­buran jenazah pasien Co­vid-19 di salah satu makam kaum di  Pauh.

Saat dikonfirmasi POS­METRO, Mairizon membe­narkan hal tersebut. Sam­pai jam 11  siang, petugas DLH sudah mengubur 2 jenazah di TPU Bungus Teluk Kabung, 1 jenazah di perkuburan di Pauh dan satu jenazah lagi di kawa­san Anduring.

“Berbagai pasien yang meninggal semuanya posi­tif corona.. Ada dari RSUP M Djamil, Semen Padang Hospital dan Rumah Sakit Unand. Kemungkinan sam­pai sore nanti sepertinya masih ada lagi yang mau kita makam­kan,” tegas Mairizon.

Diakuinya, peningkatan kasus kematian karena Covid-19 di Padang me­ningkat drastis selama dua bulan belakangan. Angka kematian sangat tinggi. Hal itu karena makin banyak­nya yang positif.

Ia mencontihkan kondi­si­nya di kantor Dinas Ling­kungan Hidup Padang. R­a­ta-rata semua pejabat mu­lai dari Kabid,  Kasi hingga Kepala UPT TPA, Kepala UPT TPU, semuanya per­nah terpapar Covid 19. Na­mun ia bersyukur, belum ada yang meninggal.

“Alhamdulillah, belum ada yang sampai mening­gal. Ada yang sakit, ada yang sembuh. Begitu te­rus,” tandasnya.

Dan kecen­derungan­nya, sebut Mairizon, ASN yang kena adalah mereka yang sering bertugas di kantor. Sementara yang di lapangan jarang yang ter­pa­par corona. “Jadi yang banyak terpapar itu, me­reka yang bekerja di kantor. Yang bertugas di lapangan jarang,” pung­kasnya.

Sebagaimana diketa­hui, Pemberlakuan Pemba­tasan Kegiatan Masya­rakat (PPKM) Level 4 kem­bali diperpanjang di Kota Padang. PPKM efektif dilak­sanakan terhitung mulai tanggal 3 Agustus hingga 9 Agustus 2021. Berikut Surat Edaran Wali Kota Padang Nomor: 400.686/BPBD-Pdg/VIII/2021 Tentang PPKM Level-4 Pencegahan Pan­demi Covid-19.

Wali Kota Padang Hen­dri Septa mengatakan, pe­ne­rapan PPKM ini ada man­faat dan keku­rangan­nya. Manfaatnya yakni, animo masyarakat untuk melakukan vaksinasi me­ning­kat tajam. Sementara kekurangannya, kegiatan sektor ekonomi menjadi terbatas. Aktivitas dan ke­gia­tan usaha masyarakat dibatasi. Seko­lah dilak­sana­kan secara daring, objek wisata ditutup dan lain sebagainya.

Agar PPKM tidak diber­lakukan lagi di Kota Pa­dang, Wako  Hendri Septa berharap agar seluruh war­ga benar-benar patuh pro­tokol kesehatan (Pro­kes). Tetap memakai mas­ker saat beraktifitas, rajin mencuci tangan, dan men­jauhi kerumunan.

Terkahir, Walikota te­rus mengingatkan warga un­tuk menjaga keseha­tan­nya dengan baik agar tidak terpapar Covid-19. (tin)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional