Close

Angin Puting Beliung Mengamuk, Rumah Hingga Pesantren Rusak Berat di Kabupaten Lima Puluh Kota

PUTING BELIUNG— Lima unit rumah dan Pesantren Ashabul Quran di Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Limapuluh Kota, mengalami kerusakan akibat diterjang angin puting beliung, Jumat (1/10) dinihari.

LIMAPULUH KOTA, METRO–Angin puting beliung memporak porandakan rumah warga dan pasantren di Kabupaten Lima Puluh Kota. Meskipun tidak menimbulkan korban jiwa, namun karena dampaknya tersebut hingga menimbulkan kerugian materil hingga ratusan juta rupiah.

Diketahui, 2 rumah di Jorong Padangkandok, Nagari Sungai Kamu, Kecamatan Luhak, dan 3 rumah serta satu Pasantren di Nagari Situjuah Gadang, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, menjadi amukan angin yang terjadi  Jumat (1/10) sekitar pukul 01.30 WIB tersebut.

Dua rumah warga yang ditimpa pohon di Sungai Kamu mengalami rusak berat dibagian dapur dan kamar. Sementara tiga rumah dan satu Pesantren di Situjuah Gadang juga mengalami rusak akibat atapnya diterbangkan angin puting beliung.

Camat Situjuah Limo Nagari, Rahmat Hidayat, melalui Sekretaris Nagari Situjuah Gadang, Hendra Doni, membenarkan ada tiga rumah warga dan satu Pasantren Ashabul Qur’an yang atapnya diterbangkan angin puting beliung yang menerjang dinihari buta tepat pukul 01.30 WIB

“Ada Tiga rumah warga yang atapnya diangkat angin puting beliung dan Satu Pasantren. Tidak ada korban jiwa akibat kejadian itu. BPBD Kabupaten Lima Puluh Kota sudah sampai dilokasi melakukan evakuasi material dan mendata rumah warga dan pasantren yang terdampak bencana,” ujar Hendra Doni.

melalui pesan WA kepada wartawan, Jumat (1/10) siang.

Kepala BPBD Lima Puluh Kota Joni Amir melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik, Rahmadinol menyebut, sudah menerjunkan tim kelokasi dua tempat bencana alam terjadi. Termasuk melakukan evakuasi terhadap material batang kayu besar yang menimpa rumah warga.

“Evakuasi material pohon sudah selesai dilakukan tim rekasi cepat (TRC) BPBD Lima Puluh Kota. Kemudian tim bergerak ke-Situjuah Gadang untuk melakukan evakuasi,” sebut Rahmadinol.

Disampaikan, tingginya intensitas angin kencang mulai pukul 23.30 WIB tengah malam (Kamis.red), menyebabkan pohon tumbang yang menimpa rumah warga di Nagari Sungai Kamuyang.

“Rumah milik seorang petani Yasril (60) yang dihuni oleh tiga kepala keluarga (KK) dengan 9 jiwa terdiri atas 4 laki-laki dan 5 perempuan tersebut hancur dibagian dapur dan kamar tidur. Akibatnya, Yasril mengalami kerugian puluhan juta,”katanya.

Kemudian lanjutnya, kayu juga menimpa rumah Yusnimar (43). Rumah yang dihuni satu KK dihuni 5 jiwa ini, Bagian kamar tidur mengalami kerusakan ringan dengan kerugian ditaksir mencapai Tiga juta rupiah.

“Tidak ada korban jiwa akibat bencana angin kencang dan pohon tumbang ini, tapi kerugian materi mencapai puluhan juta. Kemudian juga ada rumah warga yang atapnya terangkat akibat angin puting beliung di Situjuah Gadang,”imbuhnya.

Mengingat kondisi cuaca musim hujan disertai angin kencang Rahmadinol, menghimbau dan mengajak warga masyarakat untuk tetap waspada dan hati-hati dengan berbagai potensi bencana. Termasuk, waspada dengan pohon besar yang ada disekitar tempat tinggal yang berpotensi tumbang.

“Kita tidak bosan untuk terus mengingatkan masyarakat untuk terus waspada dan hati-hati dengan potensi bencana. Kemudian terkait pohon besar yang ada disekitar rumah yang berpotensi tumbang untuk dilakukan pemangkasan agar terhindar dari bencana pohon tumbang,” harapnya. (uus)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top