Menu

Angin Langkisau Sapu Sumbar

  Dibaca : 1784 kali
Angin Langkisau Sapu Sumbar
Habib Aboe Bakar Al Habsy
langkisau

BERPINDAH TEMPAT– Angin langkisau yang terjadi sejak Senin subuh hingga sore, di Kota Padang menyebabkan kerusakan sejumlah bangunan rumah dan juga pohon tombong. Seperti rumah salah satu warga di Kompleks Belimbing Indah, Kecamatan Kuranji. Atap rumahnya berpindah ke atap rumah tetangga. (robi ham/posmetro)

PADANG, METRO–Angin kencang atau yang dikenal dengan angin langkisau yang melanda sejumlah wilayah Sumatera Barat, Senin (25/1) kemarin, membuat masyarakat diselimuti kecemasan. Pasalnya, sapuan angin ini mampu menyebabkan rumah-rumah dan sekolah berterbangan serta pohon-pohon bertumbangan. Selain itu, akibat kejadian ini, lalu lintas yang semula lancar sempat lumpuh karena rata-rata pohon yang bertumbangan itu mengarah ke jalan.

Informasi dihimpun POSMETRO, sejumlah wilayah terdeteksi mengalami angin langkisau ini. Di Kota Padang, angin tersebut  mengakibatkan pohon bertumbangan ke jalan dan atap seng rumah warga ikut diterbangkan. Pohon yang tumbang ke jalan mengakibatkan arus lalu lintas terhalang.

Tidak hanya itu, si jago merah juga memamah lahan warga di perbukitan Lolo Gunung Sarik, Kuranji dan Sungai Lareh, Kecamatan Kototangah. Selain itu, pohon tumbang juga mengkibatkan terhalangnya arus lalu lintas terjadi di belakang RSUD dr Rasidin yakni, Jalan Aie Paku Sungai Sapih-Kasik Lolo Gunung Sarik, Kuranji.

Kemudian, pohon pelindung juga tumbang ke jalan persis jelang pertigaan Balai Baru Kuranji. Sehingga, jelang siang kemarin  jalan yang menghubungkan Gunung Sarik-Balai Baru itu sempat putus tak bisa dilewati kendaraan. Kemudian, tak beberapa jauh dari Kantor Lurah Gunung satu unit rumah warga ditimpa pohon.

“Tumbangnya pohon mahoni dengan diameter lebih kurang satu meter tersebut roboh sekitar pukul 10.00 WIB,” ujar Ketua LPM Kelurahan Gunung Sarik Muslim K, kemarin.

Karena kejadian itu, pengendara yang datang dari Gunung Sarik terpaksa memutar balik kendaraannya ke arah Bypass. Sementara, pohon yang roboh di belakang RSUD, sudah disingkirkan warga di pinggiran jalan. Sehingga, siangnya usai dibersihkan pengendara bisa melewati jalan Sungai Sapih-Lolo Gunung Sarik tersebut.

Dari pantauan, terlihat pohon-pohon bertumbangan, tumbuhan rusak, bangunan semi permanen banyak yang roboh, papan billboard bahkan tiang listrik bertumbangan oleh angin tersebut di Kota Padang. Di kawasan Durian Tarung terlihat beberapa bangunan semi permanen roboh. Bahkan, tidak berada jauh dari lokasi tersebut, pohon tumbang menimpa tiang listik dan toko mebel.

Di kawasan Gunung Nago juga terlihat atap-atap rumah warga berserakan. Semua jenis tanaman terlihat kucel karena hentakan angin. “Sapanjang dari Simpang Kuranji sampai Gunuang Nago ko ndak ado tanaman nan elok bantuaknyo lai do. Daun pisang alah cabiak sadoalahnyo,” ungkap Ramon, salah seorang warga.

Di kawasan Linggarjati Tabing, seorang pengendara sepeda motor yang bernama Ponijan (49), warga Pasie Nan Tigo, Kecamatan Kototangah harus menjadi korban. Pegawai di UNP ini mengalami luka di kepala bagian belakang akibat terkena seng yang terbang karena angin. Akibat kejadian tersebut, Ponijan harus mengalami perawatan intensif di RS Ibnu Sina dengan puluhan luka jahitan di bagian luar dan dalam.

“Tadi teman saya itu akan pergi ke kantor, tiba-tiba saja angin kencang datang dan sebuah seng yang terbang langsung menghantam kepalanya. Dia roboh dan dilarikan ke rumah sakit. Saat ini, sudah dalam perawatan,” paparnya.

Kasi Observasi BMKG Budi Samiadji mengatakan, bahwa angin yang berhembus di Kota Padang saat ini adalah angin kencang biasa. Namun, kekuatannya bisa merubuhkan pohon dan membuat atap rumah warga terbang. Kategori angin ini adalah ekstrim. Menurutnya, angin ini akan berhembus paling lama hingga Jumat nanti.

“Kalau ada terlihat angin berputar, itu adalah benturan angin dengan bangunan. Sehingga membuat angin tersebut seperti berputar-putar,” ujarnya.
Di Pasaman, 9 Rumah Rusak Parah
Sementara, sembilan rumah warga di dua Kanagarian, Air Manggis dan Tanjung Beringin, Kecamatan Lubuksikaping, Kabupaten Pasaman juga rusak parah akibat diterjang angin, Senin (25/1) pagi sekitar pukul 10.00 WIB. Satu diantaranya nyaris ambruk lantaran kondisi bangunan rumah warga yang dimakan usia. Sementara delapan rumah lainnya, hanya mengalami kerusakan pada baguan atap, akibat tiupan angin yang cukup kencang.

Peristiwa nahas itu menimpa rumah warga di Kampung nan Anam dan Rumah nan 30, Nagari Air Manggis dan Tanjung Beringin. Sembilan rumah porak poranda dihantam angin. Berdasarkan data yang dihimpun, korban diantaranya, Yunasril (30), Kasirin (60), Rosna (52), Roslina (50) dan Jasril (60), warga Aia Manggih. Sementara sisanya, menimpa warga Muaramanggung. Tiga rumah warga, satu warung.

Wali Nagari Aia Manggis Yoharman mengatakan, peristiwa puting beliung mengakibatkan rumah warga di dua kejorongan di nagarinya rusak. Bencana puting beliung, kata Yoharman, terjadi dua kali. “Dua kali, pertama menimpa rumah Yunasril, warga Kampung nan Anam. Kejadian, sekitar pukul 4.00 WIB. Disusul peristiwa yang sama pada pukul 10.00 WIB yang menimpa empat rumah warga lainnya,” tutur Yoharman di kantor BPBD Pasaman, Senin.

Dia mengatakan, bahwa kejadian itu sudah dilaporkan ke pihak BPBD setempat. Sejumlah kerusakan pun, kata Yoharman masih didata. Namun, kerusakan terparah terdapat pada bagian atap rumah warga. “Rata-rata atap rumah warga pada copot semua. Kerusakan sudah didata oleh pihak BPBD, peristiwa itu juga sudah dilaporkan,” katanya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasaman M Sayuti Pohan mengatakan, bahwa peristiwa itu akibat cuaca ekstrim yang melanda kawasan tersebut. Bencana puting beliung itu terjadi di tiga titik dalam satu wilayah kecamatan. Pihaknya juga sudah melakukan pendataan terhadap sejumlah kerusakan.

”Kami sudah mendata, kerusakan akibat angin puting beliung ini menyebabkan kerusakan sembilan rumah warga di kampung Nan Anam, Rumah nan 30, Nagari Aia Manggih dan kampung Muara Manggung, Nagari Tanjung Beringin,” katanya.

BPBD Pasaman, lanjut dia, bersama warga sekitar melakukan kerja bakti untuk membersihkan rumah korban yang mengalami kerusakan ringan karena atapnya berserakan di tanah. Pohan mengimbau, masyarakat untuk mewaspadai ancaman angin puting beliung yang sering terjadi pada musim pancaroba karena diprediksi bencana tersebut masih akan berlanjut selama beberapa hari ke depan.

Waspada Angin Kencang
Sementara itu, Kabid Kedaruratan BPBD Sumbar, R Pagar Negara mengatakan, saat ini memang Sumbar tengah waspada angin kencang. Hal ini terjadi karena berdasarkan data dari BMKG ada badai siklon yang terbentuk di Samudera Hindia. Dampak yang mungkin terjadi yakni, selama tiga hari ke depan Sumatera sisi barat dan Selatan akan mendapat hujan yang cukup lebat sesaat dengan angin kencang yang cenderung berputar imbas dari badai Siklon Laut Selatan tersebut.

“Waspadai hujan angin petir dan kemungkinan angin berputar dampak dinamo Siklon Tropis di Samudera Hindia dan mengefek ke Sumbar,” jelasnya.

Laporan sementara, beberapa kabupaten dan kota melaporkan sejumlah bencana berkaitan dengan angin kencang sejak Senin pagi diantaranya, Padang, Pariaman, Agam, Pesisir Selatan dan Pasaman Barat. Hembusan angin yang cukup kencang menyebabkan sejumlah pohon tumbang menimpa fasum (SD).

Di Bayur, Kabupaten Agam, tiga pohon yang tumbang menghambat arus lalulintas, namun saat ini sudah diatasi. Pohon kayu tersebut sempat menimpa bagian belakang SD 02 Bayur dan SD 54 Garagahan. Di Pariaman, pohon tumbang mengganggu arus lalin Pariaman-Sicincin dan juga sedang dalam pembersihan. Kemudian, di Pessel dan Pasbar saat ini angin masih terasa peningkatannya, namun belum ada laporan yang berdampak serius.

“Kepada masyarakat kita mengimbau, jangan parkir di bawah pohon dan hindari tempat rimbun, kemudian siapkan lampu emergency,” pungkasnya. (boy/age/o/y)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional