Menu

Anggota DPRD Payakumbuh Terima Ancaman Pembunuhan

  Dibaca : 983 kali
Anggota DPRD Payakumbuh Terima Ancaman Pembunuhan
Penyerahan DSP BNPB dari Sestama BNPB, Harmensyah bersama Anggota DPR RI, Asli Chaidir kepada Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno disaksikan Kepala BPBD Sumbar, Erman Rahman dan Asisten II Setdaprov Sumbar, Benny Warlis dan Direktur Dukungan Sumber Daya Darurat BNPB, Jarwansah.

icon pembunuhan
PAYAKUMBUH, METRO–Seorang anggota DPRD Payakumbuh Edwar DF (52) malaporkan ayah dan anak warga Kota Payakumbuh atas dugaan pengancaman. Dengan sebuah kapak, ayah dan anak itu mengancam akan membunuh Edwar.

Laporan bernomor polisi: LP/K/480/XII/2015Res tanggal 18 Desember diterima Bamin II SPKT Polres Payakumbuh, Bripka Idris. Dengan terlapor Mukni dan anaknya Wide Marta Adipura yang tinggal di Kelurahan Padang Tangah Payobadar, Kecamatan Payakumbuh Timur, diduga mengancam Edwar DF, pada 24 Oktober lalu.

”Dengan menggengam senjata tajam jenis kapak, Mukni dan anaknya Wide memegang sepotong bambu, mengancam akan membunuh saya. Den Bunuah ang. Itu kalimat ancaman yang keluar dari mulut Mukni dan anaknya Wide,” jelas Edwar DF dalam laporan polisinya.

Sebelumnya, antara Edwar DF dengan Mukni telah berselisih karena pembahkaran sampa yang dilakukan Mukni dikebunnya sendiri, pada 24 Oktober silam. Namun, dengan alasan kabut asap, Edwar DF mencoba mengingatkan Mukni untuk tidak lagi membakar sampah.

Ketika itu Kota Payakumbuh tengah dilanda kabut asap pekat. Sementara Pemko Payakumbuh sendiri juga telah mengeluarakan edaran kepada masyarakat agar tidak membakar sampah.

Namun, teguran Edwar DF berbunut terjadinya tindak kriminal. Edwar dituduh melakukan tindak penganiyaan kepada Mukni yang nota bene adalah rang sumandonya sendiri.

Tak terima dianiaya Edwar DF, suami mantan calon wali kota Payakumbuh itu membuat pengaduan ke Polres Payakumbuh dengan: LP / K / 420 / X / 2015 / Res tertanggal 24 Oktober 2015.

Menurut Edwar DF, upaya perdamaian telah dilakukannya kepada Mukni dan keluarganya. Malahan jalan damai itu telah dilakukan melalui ninik mamak, ketua DPRD dan bahkan meminta bantuan kepada Wali Kota Riza Falepi.
”Namun usaha perdamaian itu tidak terwujud, maka kasus ancaman yang dilakukan Muhki dan anaknya Wide terpaksa saya laporkan ke polisi,” sebut Edwar DF kepada sejumlah wartawan di Balai Wartawan Luak Limopuluah, akhir pekan kemarin.

Sementara itu, Wide Marta Adipura, anak terlapor Mukni ketika dikonfirmasi terkait laporan polisi yang dilayangkan Edward DF, dengan tegas membantah tuduhan yang disebutkan anggota DPRD Payakumbuh itu.

”Tidak pernah saya mengancam akan membunuhnya. Sebagai seorang anak melihat ayah saya dianiayai oleh Edwar DF, tentu saja emosi. Jika waktu itu saya emosi dan mengeluarkan kalimat kasar atau ancaman, itu wajar karena sakit hati melihat tindakan Edwar DF yang telah meninju ayah saya sampai dirawat di rumah sakit,” sebut Wide kepada sejumlah wartawan di Balai Wartawan, Jumat sore (18/12).

Kapolres Payakumbuh AKBP Yuliani, membenarkan adanya laporan anggota DPRD ketika ditanya awak media usai upacara Bela Negara di kantor Balaikota Payakumbuh, Sabtu (19/12).

”Benar ada laporan itu. Namun, kasus ini sedang dilidik. Tapi, apakah laporan tindak penganiyaan yang dilaporkan Edwar DF itu masuk kretaria tindak pidana pengancaman atau ekspresi biasa, kasusnya sedang kita dalami,” tegas Kapolres. (us)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional