Close

Anggota DPRD Hidayat Motivasi Siswa SMK 7 Padang

NARASUMBER—Anggota DPRD Sumbar, Hidayat saat menjadi narasumber pada kegiatan Edukasi ABS-SBK, di SMK 7 Padang, Selasa (24/10).

PADANG, METRO–Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Hidayat  mengatakan, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 7 Padang dulu­nya dikenal dengan sekolah kerawitan ini pernah menjadi sekolah hebat. Se­karang dengan banyak jurusan yang hadir di sekolah ini, sudah seharusnya menjadikan siswa di sekolah ini lebih strategis dalam me­ningkatkan skill dan keah­liannya melalui sistem vo­kasi. Sehingga bertahap menguasai skill pada satu bidang yang disiapkan untuk masuk ke dunia kerja. “Dengan memiliki skill, tamatan SMK ini tidak ha­nya bisa bekerja tapi juga bisa kuliah. Jadi ada dua pilihan. Beda dengan SMA, yang hanya punya satu pilihan kuliah, sementara skill tidak mereka dapatkan,” terang Ketua Komisi V DPRD Sumbar ini saat menjadi narasumber pada kegiatan Edukasi Adat Ba­sandi Syarak, Syarak Ba­sandi Kitabullah (ABS-SBK), di SMK 7 Padang, Selasa (24/10).

Saat memberikan motivasi di hadapan ratusan siswa SMK dari berbagai jurusan itu, Kader Partai Gerindra ini mengajak sis­wa siswi SMK 7 Padang agar jangan merasa malu dan rendah diri belajar di sekolah ini. Tamatan SMK 7 Padang harus bisa bekerja atau juga bisa kuliah.

Dengan kondisi se­ka­rang ini banyak perusahaan BUMN dan BUMD yang mengurangi karya­wannya. Siswa dan siswi SMK 7 Padang harus memenuhi dua syarat untuk bisa eksis di dunia kerja. Yakni, harus jadi luar biasa dan bermanfaat untuk o­rang banyak.

Hidayat mengingatkan, jangan sampai tamatan SMK 7 Padang jadi penonton. Tapi harus tingkatkan kualitas dan kapasitas diri. Jika siswa jurusan tari harus jadi penari hebat dan bahkan harus bisa jadi pelatih tari.

“Siswa jurusan perfilman harus bisa membuat film, jadi kameramen, desain grafis dan lainnya. Siswa jurusan tata rias atau kecantikan jadilah profesional di dunia tata rias. Harus fokus satu-satu, sesuai minat dan bakat dalam diri,” ajaknya.

Hidayat menyambut ba­ik dilaksanakannya Edu­kasi ABS-SBK di SMK 7 Pa­dang ini. Dengan kegiatan kerjasama SMK 7 Padang dengan Dinas Kebudayaan Sumbar ini, ada penguatan nilai-nilai adat dan ABS-SBK. Yakni, saling menghargai, menghormati, disiplin bertanggungjawab dan me­laksanakan fungsi sesuai perannya.

Termasuk juga penanaman nilai tujuan hidup de­­ngan dua pilihan ingin men­jadi manusia yang biasa saja atau luar biasa. Jika nilai-nilai ini sudah ditanamkan, maka persoalan tawuran yang terjadi ti­dak perlu dibahas lagi. Karena siswa yang tawuran itu adalah siswa yang paling bodoh.

“Sekarang kita sudah bertarung ide, gagasan, skill dan keahlian serta atitude. Saat ini juga sudah terjadi perubahan mendasar kemajuan tek­nologi informasi mlalui digitalisasi. Masih juga siswa tawuran. Karena itu saya bilang siswa ta­wuran ini paling bodoh,” tegasnya.

Gubernur Sumbar, Mah­yeldi Ansharullah yang diwakili Kepala Bi­dang Sejarah Adat dan Nilai-nilai Tradisi, Dinas Kebudayaan Sumbar, Fa­dhli Junaidi, S.STP me­ngatakan, nilai-nilai ABS-SBK seseorang terlihat dari prilaku berinteraksi secara individu dan so­sial.

Dengan kondisi perubahan teknologi dan informasi secara cepat berdampak nilai-nilai adat dan budaya Minangkabau tergerus saat ini. Karena itu, Dinas Kebudayaan Sumbar perlu menjaga dan melestarikan nilai nilai ABS-SBK kepada ge­nerasi muda. Salah satunya melalui kegiatan Edukasi ABS-SBK bertajuk “Nan Tuo Dihormati, Samo Gadang Lawan Baiyo”.

Fadhli mengungkapkan, SMK 7 Padang ini sekolah yang keenam dilaksanakan kegiatan Edukasi ABS-SBK ini. Dengan kegiatan ini diharapkan dapat diimplemantasikan siswa dan siswi da­lam kehidupan sehari-harinya.  “Seperti siswi perempuan yang akan menjadi Bundo Kanduang nantinya dalam kehidupan sehari-harinya dapat menanamkan nilai-nilai ABS-SBK. Kita ingin kegiatan ini ada nampak hasilnya diterapkan dalam kehidupan sehari hari,” ha­rapnya.

Kepala SMK 7 Padang, Taharuddin menyambut baik dilaksanakannya Edu­kasi ABS-SBK ini. Dengan kegiatan ini, menurutnya, dapat kembali menanamkan nilai-nilai pendidikan di surau dan filosofi dari ABS-SBK.  Ketua Panitia Kegiatan Edukasi ABS SBK, Ridho Arifandi  mengatakan, Dinas Kebudayaan Sumbar menjalankan pencapaian program unggulan (Progul) nomor dua Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah dan Wagub Audy Joinaldi. Yakni, Sumbar Religius dan Berbudaya. Hal ini diwujudkan dengan me­lakukan pembinaan ma­sya­rakat adat di Sumbar.

Kegiatan Edukasi ABS-SBK ini bertujuan me­ning­katkan pemahaman generasi milenial terhadap nilai-nilai adat dan budaya dengan menghadirkan dua narasumber. Yakni, Anggota DPRD Sumbar, Hidayat dan Akademisi dari Universitas Andalas (Unand), Donny Eros, SS, MA.(fan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top