Menu

Anggota DPRD Agam Dapil V Reses ke Banuhampu, Daerah Otonomi Baru jadi Aspirasi Warga

  Dibaca : 1030 kali
Anggota DPRD Agam Dapil V Reses ke Banuhampu, Daerah Otonomi Baru jadi Aspirasi Warga
RESES— Aspirasi daerah otonomi baru (DPB) menjadi topik anggota DPRD Agam Dapil V saat melakukan reses ke Banuhampu.

AGAM, METRO
Masyarakat Kabupaten Agam harus selalu mentaati protokol penanganan Covid-19 dalam era tatanan normal baru yang diterapkan pemerintah. Hal itu penting dilakukan, sebagai upaya antisipasi dan memutus rantai penyebaran virus corona. Termasuk percepatan pembentukan daerah otonomi baru.

Hal itu terungkap saat rombongan anggota DPRD Agam dari daerah pemilihan (Dapil) V berdialog dengan tokoh masyarakat di Kecamatan Banuhampu, Jumat kemarin. Dalam rangkaian kunjungan kerja memanfaatkan masa reses persidangan II tahun 2020.

Rombongan anggota DPRD Agam Dapil V yakni, Guswardi, Zulhendrif Bandaro Labiah, Feri Adrianto, Irfawaldi, Asrizal, Erdinal, Aderia, Zulfahmi dan Salman Linover,diterima Camat Banuhampu Afdal. Bersama para Walinagari, Ketua KAN, Bundo Kanduang dan perangkat nagari lainnya.

Menurut Guswardi, kunker ke daerah pemilihan, sepenuhnya untuk menjemput aspirasi masyarakat Kecamatan Banuhampu yang akan ditindaklanjuti anggota dewan bersama pemerintah, apalagi saat pandemic Covid-19 saat ini, banyak hal yang harus dirumuskan bersama. “Kami berharap, masa pandemi Covid-19 saat ini, masyarakat tetap mematuhi protokol penanganan Covid-19 dengan menjaga jarak dan wajib memakai masker,” kata Guswardi.

Dalam sesi dialog bersama tokoh masyatakat Banuhampu, mengapung berbagai aspirasi dan harapan masyarakat terkait dengan kegiatan pembangunan yang banyak tertunda saat ini. Beberapa aspirasi itu, terutama perkembangan pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) yang dibahas Komisi I DPRD Agam, karena masyarakat meminta pemekaran wilayah Agam dipercepat.

Menanggapi hal itu, Feri Adrianto yang juga anggota Komisi I DPRD Agam mengatakan, tahapan pembentukan DOB atau pemekaran wilayah sudah dilaksanakan. “ Saat ini tinggal persyaratan administrasi. Kita butuh dukungan secara tertulis dari nagari-nagari di Agam Timur ini. Sejauh itu, dari 10 kecamatan yang belum memberikan dukungannya hanya tinggal Kecamatan Banuhampu dan Baso,”ujarnya. Sementara itu, untuk seluruh aspirasi dari masyarakat yang disampaikan pada reses tersebut sudah ditampung dan akan dibahas dengan mitra kerja dalam rapat kerja DPRD Agam nantinya. (pry)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional