Close

Anggota DPR RI dan BPOM Sumbar Sosialisasikan Vaksinasi, Pengawasan Obat dan Makanan Penting Dipahami Masyarakat

SOSIALISASI BPOM— Anggota DPR RI Darul Siska bersama kepala BPOM Sumbar foto bersama ketika melaksanakan Sosialisasi dan vaksinasi serta pengawasan obat dan makanan di Sijunjung.

SIJUNJUNG, METRO–Anggota DPR RI Komisi IX, Darul Siska bersama BPOM Sumbar menggelar pemberdayaan masya­rakat melalui Komunikasi Informasi dan Edukasi tentang pengawasan obat dan makanan kepada ma­sya­rakat.

Selain sosialisasi tentang obat dan makanan, kegiatan itu juga diiringi dengan pelaksanaan vak­sin sebagai bentuk dorongan percepatan vaksinasi di Sijunjung yang ditargetkan sebanyak 500 vaksin, Rabu (20/10).

Darul Siska menyampaikan, pelaksanaan so­sialisasi dan edukasi tentang obat dan makanan digelar untuk menambah pemahaman masyarakat selaku konsumen.  ”Dalam keseharian kita tidak akan terlepas dari mengkonsumsi dan menggunakan makanan dan obatan da­lam bentuk kemasan. Sehingga kita perlu tahu bagaimana cara memilih makanan yang sehat dan obat yang tepat untuk kita gunakan. Karena dampaknya sangat fatal bagi kesehatan kita,” tutur Da­rul Siska.

Selaku anggota Komisi IX DPR RI, di antara­nya membidangi kesehatan, pihaknya mengatakan bah­wa sosialisasi dan edu­kasi seperti ini perlu digencarkan kepada masya­rakat. ”Maka dari itu kami langsung menggandeng BPOM untuk kegiatan ini, karena yang mengawasi makanan dan obatan itu tugasnya BPOM,” jelas Darul Siska.

Sejalan dengan itu, percepatan vaksinasi juga menjadi prioritas. ”Ini vaksin yang keempat kali­nya kita laksanakan di Sijunjung dan kali ini ke­giatan vaksin dibarengi dengan sosialisasi dan edukasi dari BPOM. Hari ini kita targetkan 500 vak­sin, di­bagi pada dua sesi de­ngan jumlah 250 orang per se­sinya,” papar Darul Siska.

Sedangkan, Kepala BP­OM Sumbar, Firdaus U­mar menjelaskan, bahwa pengusahawan makanan dan obatan dari masya­rakat sangat penting sebagai upaya pencegahan. “Karena memang pengawasan yang kami lakukan juga terbatas, sehingga sangat diperlukan peran masyarakat untuk melaporkan jika adanya temuan makanan dan obat yang tidak sesuai ketentuan,” jelas Firdaus.

Pembekalan tentang pengawasan obat dan ma­ka­nan dinilai penting untuk diketahui masyarakat. “Ada beberapa hal yang perlu kita lakukan sebelum membeli atau menggu­nakan makanan dan obatan, seperti melihat kemasan, membaca label, izin edar dan kadaluarsa. Begitu juga dengan obat, gunakan sesuai resep dok­ter dan pastikan tidak menggunakan zat yang berbahaya,” imbau Fir­daus.

Sedangkan untuk layanan pengaduan, ma­sya­rakat bisa melaporkan ke BPOM jiia menemukan makanan dan obatan yang tidak sesuai ketentuan melalui aplikasi “GALAMAI” yang telah disediakan untuk itu.

”Masya­rakat bisa mengakses la­yanan pengaduan melalui aplikasi Galamai. Itu bisa diakses melalui smartphone, agar pengaduan tadi bisa segera kami tindaklanjuti,” kata Firdaus. (ndo)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top