Menu

Anggaran Pemko Padang Terbatas, Masker Hanya untuk Kalangan Rentan

  Dibaca : 1459 kali
Anggaran Pemko Padang Terbatas, Masker Hanya untuk Kalangan Rentan
Ketua DPC PPP Kota Solok Herdiyulis, perwakilan Audy Joinaldy yang menyerahkan bantuan APD untuk Tagana Kota Solok.
Anak TK tetap bermain di saat asap tebal di Kota Padang - web

Anak TK tetap bermain di saat asap tebal di Kota Padang.

AIA PACAH, METRO–Langkah untuk mengantisipasi bencana asap agar tak mengganggu kesehatan masyarakat terus dilakukan. Dinkes Padang mengklaim sudah membagi-bagikan masker ke masyarakat sekitar 100 ribu lembar masker. Pendistribusian masker ini dilakukan pada masyarakat yang rentan, seperti anak sekolah orang tua dan ibu hamil. Sementara, untuk masyarakat biasa diharapkan untuk mengupayakan masker sendiri.

”Kita akui memang tak semua warga yang kita beri masker. Hal itu karena terbatasnya anggaran. Kalau kita habiskan semua untuk beli masker, kita tak punya anggaran pula untuk membeli obat obatan untuk masyarakat,” kata dia.
Ia berharap, masyarakat lebih menjaga kesehatan secara mandiri dengan tetap memakai masker. Pemko Padang secara umum terang Eka sudah melakukan sosialisasi pada masyarakat untuk memakai masker.

”Melalui lurah, kita juga telah melakukan sosialisasi soal mengatasi kabut asap ini,” ujarnya.

Dalam edaran itu warga diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan, banyak mengkonsumsi air putih. ”Kalau sosialisasi sudah banyak kita lakukan. Kita hanya berharap pada masyarakat agar bisa memakai masker,” ujarnya.

Sementara, menurut data BMKG GAW Kototabang terhitung pada Senin (12/10) kemarin, kondisi jarak pandang Provinsi Sumbar dan Kota Padang khususnya pada pagi hari berada pada jangkauan dua kilometer. Kondisi udara Kota Padang tersebut tertera pada papan ISPU yang berlokasi di depan Kantor Bapedalda Padang.

Sedangkan, pada siang hari beradasarkan update dari Laboratorium Udara Badan Lingkungan Hidup Kota Padang, kondisi udara Kota Padang berada dalam kategori sedang. Namun demikian, kandungan partikel debu pada udara menunjukkan angka indeks mendekati kategori tidak sehat yakni 80 mikron.

Untuk zat Sulfur Oksida yang terkandung dalam udara Kota Padang, hanya berada di angka 31 mikron. Kandungan segini masih menunjukkan kategori baik. Sedangkan hari ini kadar karbon di udara Padang berada pada angka indeks 21. Angka tersebut lebih tinggi dari data kualitas udara zat karbon Kota Pekanbaru hari kemarin.

Meski demikian angka ini masih dalam kategori baik, sedangkan untuk kandungan zat nitrogen dan ozon dalam udara Kota Padang juga masih terbilang baik. Untuk kandungan ozon berada di angka indeks 23 mikron dan angka indeks nitrogen sebesar 4 mikron.

Salah seorang warga Aia Pacah, Udin (34) mengatakan, kondisi kabut asap yang terjadi kali ini membuat dirinya harus banyak menghabiskan waktu di rumah lantaran kabut asap sudah mulai menyakiti hidung. Namun, dia menyayangkan tindakan dari Pemko setempat yang masih mengganggap kabut asap belum membahayakan.

”Alah banyak urang yang dek pangok, masih aman juo kecek pemerintah ko lai. Yo sabana indak manenggang ko doh,” keluh Udin. (tin)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional