Menu

Anggaran Kegiatan Kena Recofusing, Terpaksa Diusulkan Kembali Tahun 2021

  Dibaca : 164 kali
Anggaran Kegiatan Kena Recofusing, Terpaksa Diusulkan Kembali Tahun 2021
SILATURAHMI— Bupati Solok Gusmal bersilaturahmi dengan pimpinan Yayasan UPI-YPTK Padang bersama pemerintah daerah Kabupaten Solok.

SOLOK, METRO
Pembangunan yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) pada awal tahun 2020, anggaran harus dilakukan recofusing karena terjadi wabah Pandemi Covid 19. Akibatnya beberapa kegiatan terpaksa ditunda dan diusulkan lagi pada tahun anggaran 2021.

Bupati Solok, Gusmal mengatakan, salah satunya, kegiatan pemeliharaan irigasi yang anggarannya bersumber dari DAK dihentikan pelaksanaannya sebagai akibat recofusing anggaran untuk penanganan Covid 19. “Dengan diterbitkannya Peraturan Presiden Nomor 72 tahun 2020 tentang Dana Alokasi Khusus (DAK) cadangan maka kegiatan pemeliharaan irigasi tersebut dapat dilanjutkan kembali,” ujar Gusmal, kemarin.

Untuk perbaikan jalan di beberapa nagari, telah dimasukkan dalam Renja Dinas PUPR Kabupaten Solok Tahun Anggaran 2021. Lanjutan jalan kabupaten yang belum selesai pembangunannya juga akan usulkan pembangunannya pada tahun yang akan datang.

Sementara, proses pengerjaan  air bersih di Nagari Bukitbais yang telah dimulai sejak tahun 2012 hingga Tahun 2016 (5 kali kontrak) melalui Dana Alokasi khusus (DAK), namun pada Tahun Anggaran 2016 terjadi Putus kontrak. Sehingga pekerjaan tidak selesai dilaksanakan. Untuk melanjutkan pekerjaan ini, akan dikonsultasikan kembali dengan kementerian terkait.  “Pembangunan fisik berupa infrastruktur yang mendukung mobilitas dan perekonomian masyarakat, sudah kami usulkan, semoga tahun depan bisa kita realisasikan,” ujar Gusmal.

Dikatakan, tentang beberapa program yang belum terlaksana dengan baik pada semester I 2020 ini, Gusmal meminta agar kepala dinas mengawal program kerja yang telah direncanakan sampai akhir 2020. Sehingga visi, misi, program prioritas dan kegiatan yang sudah ditetapkan dalam RPJMD 2016-2021 dapat terealisasi. “Setiap dinas melaksanakan semua program kerja penuh tanggung jawab, bersungguh sungguh dengan memegang prinsip kehati hatian. Termasuk transparansi dan akuntabilitas agar setiap keberhasilan dalam melaksanakan program dapat diukur dan secara administrasi dan dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Ketua DPRD Kabupaten Solok Jon Firman Pandu menyebutkan, dengan melihat keterbatasan Sumber Daya Alam (SDA) ataupun Sumber Daya lain yang dapat didorong menjadi sumber pembiayaan pembangunan, Pemkab Solok agar terus berupaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah serta mengakses sumber-sumber pendapatan lain, baik dari pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat.

Menurutnya, Pemkab Solok harus betul-betul memprioritaskan program-program yang betul-betul mendukung pencapaian Visi dan Misi, serta disisi lain menghentikan program-program yang tidak prioritas. Serta setiap perencanaan daerah, harus terintegrasi dengan e-planning. Program kegiatan yang dibuat harus mempunyai azas manfaat dan mengacu pada pencapaian tujuan RPJMD. Sehingga visi, misi, program prioritas dan kegiatan yang sudah ditetapkan dalam RPJMD 2016-2021 dapat terealisasi.

Ia mengingatkan setiap dinas melaksanakan semua program kerja penuh tanggung jawab, bersungguh sungguh dengan memegang prinsip kehati-hatian. Termasuk transparansi dan akuntabilitas agar setiap keberhasilan dalam melaksanakan program dapat diukur dan secara administrasi dan dipertanggungjawabkan. “Saya harap target dan visi misi dari bupati solok dalam pembangunan dikabupaten solok dapat tercapai dengan sisa waktu yang sudah sedikit, dan yang terpenting program dan kegiatan pembangunan yang direncanakan untuk tahun 2021 benar-benar yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya. (vko)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional