Menu

Andre Tinjau Penambangan Pasir Ilegal di Muaro Anai, Tanah Dikeruk, Muara Sungai makin Membesar

  Dibaca : 487 kali
Andre Tinjau Penambangan Pasir Ilegal di Muaro Anai, Tanah Dikeruk, Muara Sungai makin Membesar
TINJAU LOKASI— Anggota DPR RI asal Sumbar Andre Rosiade melakukan peninjauan lokasi penambangan pasir ilegal di Muaro Anai, Pasie Jambak, Kelurahan Pasie Nan Tigo, Kecamatan Kototangah, Sabtu (23/11) sore. (zeki satria/posmetro)

PASIR JAMBAK, METRO – Anggota DPR RI asal Sumbar Andre Rosiade melakukan peninjauan lokasi penambangan pasir ilegal di Muaro Anai, Pasie Jambak, Kelurahan Pasie Nan Tigo, Kecamatan Kototangah, Padang, Sumbar, Sabtu (23/11) sore. Didampingi sejumlah anggota DPRD Sumbar, DPRD Padang, OPD Sumbar dan Kota Padang, tim melihat kehancuran akibat pasir yang terus dikeruk.

Dari pantauan terlihat, ratusan meter persegi tanah di kawasan pantai itu telah dikeruk, dan membuat muara sungai semakin membesar. Akibatnya, Pantai Pasie Jambak semakin tergerus dan pendek. Bahkan, dari penuturan warga sekitar, sebuah lapangan sepak bola juga hilang di kawasan tersebut akibat tanahnya diambil penambang.

Para pedagang di sekitar pantai menyebutkan, tambang pasir ilegal semakin meresahkan mereka. Hal ini terjadi selama beberapa tahun terakhir. Bahkan, kini tanah yang tergerus itu sudah mencapai ratusan meter dari arah muara sungai ke arah pantai. Akibatnya, muara semakin melebar, sedangkan pantai semakin kecil.

Dulu, jarak kedai ini ke muara hampir 100 meter. Sekarang tinggal 60 meter saja, yang 40 meter sudah amblas dan dikeruk oleh penambang pasir. Para penambang banyak beraksi di malam hari. Namun, sejak dihebohkan Andre beberapa bulan lalu, aktivitas tambah sedikit berkurang. Namun, dampaknya sudah sangat memiriskan.

Warga sekitar yang namanya tak mau ditulis menyebutkan, pasir yang diambil bukanlah untuk kegiatan pembangunan, tapi diolah lagi. Diduga, yang diambil adalah biji besi, karena kandungan yang tinggi.

“Itu yang kami dengar, karena tambangnya masif sekali. Mereka menambang dengan perahu besar, dan membawanya ke arah Padangpariaman. Diduga dibawa dengan jalur darat ke Riau,” sebutnya.

Andre Rosiade mengaku sangat geram dengan kondisi ini. Menurutnya, pemerintah dan pihak kepolisian harus turun dan mengusut tuntas masalah ini. Kalau tidak, dalam waktu dekat Pantai Pasie Jambak yang terkenal indah ini hanya tinggal kenangan. Karena sudah banyaknya lahan yang tergerus karena pasirnya terus diambil.

“Hari ini kami datang kembali, pascakanpanye lalu. Sekarang kami bawa Anggota DPRD Sumbar Desrio Putra dan Irwan Afriadi. Juga Mastilizal Aye. Kepala Dinas Kelautan Perikanan (DKP) Pak Yosmeri juga hadir. Kami minta hal ini segera dibahas dengan lembaga legislatif dan eksekutif di tingkat Kota Padang dan Sumbar,” sebut Andre yang juga menerima sejumlah proposal dari kelompok nelayan di Pasia Jambak untuk diteruskan ke Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Desrio dari Fraksi Gerindra DPRD Sumbar mengaku prihatin dengan akibat tambang ilegal ini. Dia berjanji akan membawa masalah ini ke Fraksi Gerindra. Karena, kalau terus dibiarkan bisa sangat membahayakan. “Ini adalah perusakan lingkungan yang parah. Kami juga akan ajak Dinas Lingkungan Hidup Sumbae untuk mengeceknya,” katanya.

Ketua Fraksi Gerindra DPRD Padang Mastilizal Aye menambahkan, dari informasi yang didapatnya, lokasi penambangan ini dimililiki oleh satu orang. Telah bersertifikat. Bahkan pernah diwacanakan akan dikelola oleh swasta nasional. “Kami akan bawa ini ke tingkat DPRD Padang juga,” kata pria yang baru dilantik menjadi Ketua Asko PSSI Padang ini.

Ketua DKP Sumbar Yosmeri mengaku miris dengan lokasi tambang pasir ilegal itu. Dia menyebut, akan memastikan kepemilikan lahan dan menindaklanjutinya. “Kita pastikan dulu siapa pemilik lahan ini. Namun, meskipun ada yang punya, tapi tidak dibenarkan juga menguras pasir yang menghilangkan daratan,” sebutnya. (r)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional