Menu

Andre Rosiade Minta Pemerintah Buka Rumah Sakit Darurat di GBK

  Dibaca : 158 kali
Andre Rosiade Minta Pemerintah Buka Rumah Sakit Darurat di GBK
anggota Komisi VI DPR RI Andre Rosiade saat melakukan kunjungan kerja ke Sumbar.

ADINEGORO, METRO–Perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia kian mengkhawatirkan. Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) diminta ikut turun tangan menye­diakan rumah sakit darurat untuk pasien Covid. Karena, BUMN dinilai punya sumber daya yang mumpuni ntuk bergerak.

“Dengan kondisi BOR (bed occupancy rate) yang semakin memprihatinkan, di mana pasien Covid-19 kesu­litan untuk men­dapat­kan layanan pera­watan rumah sakit, saya meminta Menteri BUMN Erick Thohir membuka rumah sakit da­rurat BUMN di GBK (Gelora Bung Karno). Karena, lokasi itu sangat luas dan bisa dimanfaatkan,” kata ang­gota Komisi VI DPR Andre Rosiade kepada wartawan, Senin (28/6).

Anggota Dewan Pem­bina Partai Gerindra ini  mengusulkan rumah sakit darurat BUMN dibuka di Kompleks GBK. Pengelo­laan rumah sakit ini di­serah­kan ke holding rumah sakit Kementerian BUMN. Tentunya ini sangat mem­bantu dalam penanganan wabah yang seperti belum terkendali ini.

“Lapangan tenis indoor dan Istora (istana olah­raga) GBK bisa dipakai untuk rumah sakit darurat yang dikelola RS BUMN yakni PT Pertamina Bina Medika IHC (Pertamedika IHC), holding  BUMN, di sektor rumah sakit,” ujar anggota Fraksi Partai Ge­rindra DPR RI ini.

Seperti diketahui, BOR di sejumlah RS di Ibu Kota terus meningkat. Sekda DKI Marullah Matali me­nye­but BOR di RS Jakarta sudah di atas 90 persen. “Terkait dengan BOR, un­tuk BOR isolasi kita sudah mencapai 92 persen, tem­pat tidur 10.252 sudah terisi 9388,” ujar Marullah.

Sementara itu, untuk keterisian ruang ICU, dia juga menuturkan menga­lami kenaikan. Saat ini sudah menyentuh angkat 87 persen. Dalam data yang diperlihatkan Ma­rullah, tempat tidur ICU dari 1.255 sudah terisi 1.095. Data ini tercatat per 26 Juni 2021.

Sekjen Gerindra Ah­mad Muzani juga menga­ta­kan hal yang sama. Dia meminta semua Pemprov dan Pemkab/Pemko juga memberlakukan hal yang sama untuk menampung jumlah penderita Covid-19 yang semakin tinggi.

“Bupati, wali kota, dan gubernur bersama dengan pemerintah pusat diminta untuk segera membuka RS darurat dengan meman­faat­kan gedung-gedung milik pemerintah daerah seperti pusat pendidikan dan latihan (diklat), stadion olahraga atau GOR, ter­masuk pus­diklat yang di­miliki oleh se­jum­lah BUMN. Maka koor­dinasi dengan Kementerian Kesehatan dan Kementerian BUMN menjadi perlu,” kata Mu­zani.

Katanya, pembukaan RS darurat menjadi penting mengingat peningkatan jumlah kasus positif Covid-19 terus meningkat signi­fi­kan di banyak daerah. Dia juga meminta agar fasilitas yang ada di kompleks GBK digunakan untuk mem­bu­ka RS darurat Covid-19.

Karena saat ini Jakarta merupakan zona merah yang laju peningkatan ka­sus­nya terbesar di Indonesia. “Kami menyarankan agar beberapa fasilitas gedung di kompleks GBK Senayan digunakan untuk RS darurat tersebut. Se­perti di Tennis Indoor dan sa­rana lainnya. Karena RS di area Jabodetabek ma­yoritas telah melebihi kapa­sitas yang menye­bab­­kan antrean panjang pasien,” jelasnya. (rom)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional