Menu

Andre Rosiade Minta BUMN Farmasi Tingkatkan Produksi Obat Terapi Covid-19

  Dibaca : 153 kali
Andre Rosiade Minta BUMN Farmasi Tingkatkan Produksi Obat Terapi Covid-19
Andre Rosiade

ADINEGORO, METRO–Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra Andre Rosiade meminta seluruh Di­rek­tur Utama BUMN Farmasi memastikan obat terapi Covid-19 dan multivitamin di apotek-apotek milik pemerintah atau BUMN tetap tersedia.

Hal itu disampaikan Andre dalam rapat dengar pen­dapat Komisi VI DPR RI dengan Dirut PT Bio Farma (Persero), Dirut PT Kimia Farma Tbk., Dirut PT Indo Farma Tbk. dan Dirut PT. Pha­pros Tbk, Rabu (7/7).

Andre mengatakan, saat ini ada beberapa jenis obat terapi Covid-19 yang diproduksi oleh BUMN Far­masi seperti Oseltamivir dan Azithromycin, hilang di pasaran. Sementara itu, ke­butuhan masyarakat akan obat-obatan tersebut sangat tinggi.

“Untuk Dirut Indo­far­ma, Bapak memproduksi Oseltamivir. Oseltamivir ini menghilang di pasaran. Lalu Kimia Farma mem­produksi Azithromycin, barang ini juga hilang di pasaran, termasuk vitamin-vitamin. Kami harap­kan pro­duksi­nya bisa di­tambah,” kata Andre.

Untuk mengatasi ke­lang­kaan, Andre meminta kepada seluru Dirut BUMN Farmasi segera me­ning­katkan produksi obat-oba­tan dan multivitamin yang dibutuhkan masyarakat yang tengah menghadapi gelombang kedua Covid-19.

“Intinya apa, obat-obat dan vitamin itu harus ada di pasaran. Obat dan vitamin harus ada di apotek-apotek milik pemerintah, jangan sampai hilang di pasaran. Itu kepentingan kami di Komisi VI, untuk memastikan rakyat Indonesia dapat membeli obat-obat yang disebutkan ini. Jangan sampai BUMN ini produksi, BUMN ini pro­duksi, tapi di lapangan tidak ada,” kata Andre.

“Untuk itu, pada hari ini kami meminta Bapak untuk habis-habisan mem­pro­duksi. Apa yang bapak bu­tuhkan sampaikan kepada kami, besok akan kami minta Menteri BUMN Erick Thohir untuk mendukung kebutuhan Bapak, agar obat dan vitamin ini nasib­nya tidak seperti oksigen yang hilang di pasaran,” imbuh dia.

Lebih lanjut, pria yang juga Ketua DPD Partai Gerindra Sumatera Barat ini memastikan DPR siap memberikan dukungan po­li­tik maupun dukungan ang­­garan terhadap lang­kah BUMN Farmasi untuk meningkatkan produksi guna menjaga ketersedian obat dan multivitamin un­tuk masyarakat.

“Bapak sampaikan ke­pada kami apa kendala Bapak. Kalau memang ke­ku­rangan uang, ngomong kurang uang. Seperti yang disampaikan Dirut Per­tamedika Ibu Fathema ke­marin, beliau hanya bisa me­nambah 500 bed pada­hal kebutuhan kita minimal 2.000 bed, karena keku­rangan uang. Nanti kita sampaikan kepada Pak Menteri, BUMN Farmasi ini butuh suntikan modal dari negara,” kata Andre. (*/r)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional