Menu

Andre Rosiade: Mediasi Ketua DPRD dan Bupati Solok sudah Dilakukan

  Dibaca : 169 kali
Andre Rosiade: Mediasi Ketua DPRD dan Bupati Solok sudah Dilakukan
Ketua DPD Partai Gerindra Sumbar Andre Rosiade.

ADINEGORO, METRO–Ketua DPD Partai Gerindra Sumbar Andre Rosiade buka suara mengenai kasus Ketua DPRD Kabupaten Solok, Dodi Hendra yang mem­polisikan Bupati Solok Epyardi Asda dalam kasus du­gaan pencemaran nama baik. Andre menyebut upaya mediasi telah dilakukan akan tetapi tak ada titik temu antara kedua pihak.

“Usaha perdamaian itu sebenarnya sudah pernah kami fasilitasi. Ini kan per­soalan pribadi antara sau­dara Dodi sebagai Ketua DPRD dengan Bupati Epyar­­di Asda. Namun Bu­pati tak mau berdamai,” kata Andre Rosiade, Senin (6/9).

Pada pertemuan itu, kata Andre yang juga ang­gota DPR RI ini, didapat se­buah kesepakatan bahwa Dodi meminta Epyardi me­minta maaf secara terbuka. Akan tetapi permintaan itu tak kunjung dipenuhi oleh Epyardi.

“Lalu kami waktu itu, pengurus DPD Gerindra Sumbar dan DPW PAN sudah coba memasilitasi di mana Ketua DPW PAN Sumbar Indra Dt Rajo Lelo sudah bertemu dengan Sekretaris DPD Gerindra Sumbar Evi Yandri Rajo Budiman untuk membahas bagaimana penyelesaian permasalahan,” kata ketua harian DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM) ini.

Lalu, kata Andre, sudah disampaikanlah untuk tata cara melakukan perda­maian.

“Di mana perda­maian itu yang pertama pihak Dodi Hendra me­minta Pak Bupati meminta maaf se­cara terbuka, baik di media cetak maupun media elek­tronik maupun media te­levisi, kalau tidak salah itu ya,” kata anggota Komisi VI DPR RI ini.

Andre Rosiade juga menyinggung persoalan mosi tidak percaya dari Anggota DPRD Solok ke­pada Dodi Hendra yang menjabat sebagai Ketua DPRD Solok. Mosi tidak percaya itu patut diduga juga dikomandoi oleh Epyardi Asda.

“Lalu yang kedua menghentikan mosi tidak percaya kepada saudara Dodi Hendra yang diduga dikomandoi oleh Bupati, itu tuntutannya waktu itu sau­dara Dodi. Tapi setelah itu tidak ada kabar. Jadi kita sudah coba membangun mediasi,” kata dia.

Andre kembali mene­gas­kan bahwa upaya me­diasi telah dilakukan. Akan tetapi permintaan yang diajukan Dodi Hendra agar laporan itu dicabut tidak dipenuhi Epyardi As­da. “Jadi intinya upaya me­diasi sudah kami upa­yakan jauh-jauh hari DPD Ge­rindra dan DPW PAN sudah mencoba mem­ban­tu untuk memediasi, tapi ternyata hal-hal yang di­minta sau­dara Dodi tidak di­res­pons Pak Bupati, itu­lah infor­masinya,” ujar Andre.

Lebih lanjut, Andre me­ne­gaskan bahwa kasus itu adalah permasalahan pri­badi. Partai Gerindra se­bagai partai pengusung Dodi Hendra dan Partai PAN yang mengusung Eprya­­di tidak terlibat da­lam masalah itu.

“Ini permasalahan personal Dodi dengan Epyardi Asda, bukan perma­sala­han partai PAN dengan par­tai Gerindra. Partai Gerindra dan PAN punya hubungan yang baik, ko­mu­nikasi politik yang baik, baik tingkat pusat maupun di provinsi Sumatera Barat. Kami ga­ris­bawahi ini per­ma­­sa­lahan pribadi,” jelas­nya.

Rencananya, Selasa (7/9), Polda Sumbar meng­agen­dakan mediasi antara Dodi Hendra dan Epyardi Asda. Keduabelahpihak sudah menyatakan akan datang namun Dodi me­nya­takan, pintu perda­mai­an sudah ditutup. “Kami sudah memanggil kedua­nya, dan akan dimediasi,” kata Hu­mas Polda Sumbar Kom­bes Pol Satake Bayu. (r)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional