Menu

Andre Rosiade Ingin BSI jadi Bank Syariah Sepenuhnya

  Dibaca : 144 kali
Andre Rosiade Ingin BSI jadi Bank Syariah Sepenuhnya

ADINEGORO, METRO–Saat ini, pemerintah telah menggabungkan beberapa bank syariah milik pemerintah menjadi Bank Syariah Indonesia (BSI). Terdiri dari BSM, BNI Syariah dan BRI Syariah. Namun, Anggota Komisi VI DPR RI Andre Rosiade meng­ang­gap BSI masih belum se­penuhnya menjalankan prinsip Islam.

Anggota Fraksi Gerin­dra ini menilai BSI justru masih menganut prinsip ekonomi kapitalis yang berlomba-lomba menda­pat­kan keuntungan yang be­sar. Padahal bank syar­iah dalam dunia perban­kan seharusnya membe­rikan beragam manfaat yang tidak tersedia di bank konvensional.

“Namanya saja syariah tapi praktek konven­sional­nya masih jalan. itu yang perlu menjadi kajian, ba­gai­mana kita umat islam itu benar-benar aman mena­bung bertransaksi tanpa riba,” kata Andre yang juga ketua DPD Partai Gerindra Sumbar ini dalam kete­rangan tertulis, Selasa (15/6).

Ketua Harian DPP Ika­tan Keluarga Minang (IKM) ini berharap, masyarakat Indonesia yang mayoritas pemeluk agama Islam da­pat benar-benar mera­sa­kan sistem perbankan sya­riah yang diberikan oleh BSI. Karena itu, ia meminta kepada Direktur Utama Bank Syariah Indonesia Hery Gunardi untuk bisa segera menerapkan sistem ekonomi Islam dalam men­­jalankan manajemen pe­rusahaannya.

“Kan banyak umat is­lam di Indonesia yang in­gin menikmati transaksi tanpa riba, nah faktanya BSI ini masih bertransaksi abu abu. Dilabelkan de­ngan lafaz basmalah tapi transaksi ribanya ma­sih ada,” tutur Andre.

Politisi Gerindra yang juga membidangi urusan BUMN mencontohkan, saat ini para nasabah BSI masih dikenakan sistem riba saat akan membeli rumah me­lalui program kredit pe­milikan rumah (KPR). Hal ini dikarenakan program KPR yang ditawarkan oleh BSI masih menerapkan biaya tinggi dalam hal cicilan dan proses jual belinya jika dibandingkan dengan bis­nis perbankan konve­nsio­nal.

“Harapan kami BSI be­nar benar membenahi dan menyempurnakan aturan syariahnya sehingga umat islam sebagai mayoritas rakyat di indonesia merasa aman bertransaksi bagi yang memilih bertransaksi di bank syariah,” pungkas anggota DPR RI dari Dapil Sumatra Barat (Sumbar) ini.

Seperti diketahui, sebe­lumnya Dai kondang Ustaz Yusuf Mansur melontarkan kritik lewat media sosial­nya. Ia menyebut praktik perbankan syariah masih berbiaya tinggi, bahkan jika dibandingkan dengan bisnis perbankan konven­sio­nal.

Kritik ini dilontarkan Yusuf Mansur setelah men­dapat aduan mahal­nya cicilan pembiayaan syariah dari salah satu jamaahnya.

Gara-gara pembia­yaan mahal Ini pula, kata Yusuf Mansur, membuat pem­biayaan di bank syariah sulit dijangkau mas­yara­kat. Padahal menu­rutnya, pembiayaan syariah seha­rusnya menyentuh mas­yarakat dan hal tersebut menjadi pekerjaan besar bagi para pemimpinnya. (*/rom)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional