Menu

Andre Rosiade Fasilitasi 11 Bupati/Wako di Sumbar Bertemu Menteri Pertanian, Bicara Program Cetak Sawah, Peternakan sampai Petani Minelian

  Dibaca : 358 kali
Andre Rosiade Fasilitasi 11 Bupati/Wako di Sumbar Bertemu Menteri Pertanian, Bicara Program Cetak Sawah, Peternakan sampai Petani Minelian
BERTEMU MENTAN— Anggota DPR RI asal Sumbar Andre Rosiade memasilitasi pertemuan 11 bupati/wali kota se-Sumbar dengan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, Selasa (25/5).

 ADINEGORO, METRO–Anggota DPR RI asal Sumbar H Andre Rosiade SE memasilitasi pertemuan 11 bupati/wali kota se-Sumatra Barat (Sumbar) dengan Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo, Selasa (25/5). Perte­muan yang banyak bermanfaat untuk masyarakat ini dilakukan di Kantor Kementerian Pertanian RI di Jakarta.

Andre memboyong Wali Kota Bukittinggi Erman Safar, Wali Kota Sawahlunto Deri Asta, Wali Kota Paria­man Genius Umar, Wali Kota Padangpanjang Fadli Am­ran, Bupati Padangpariaman Suhatri Bur, Bupati Sijunjung Ben­ny Dwifa Yuswir, Bupati Pesisir Selatan Rusma Yul An­war, Bupati Limapuluh Kota Safaruddin, Wakil Bupati Ta­nahdatar Richi Aprian, Bupati Solok Epiyardi Asdadan Wa­kil Wali Kota Solok Ramadhani Kirana Putra.

Sementara Menteri Syahrul yang akrab disapa SYL didampingi oleh Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Nasrullah, Dirjen Prasarana dan Sarana Per­ta­nian Ali Jamil, Kepala Ba­dan Penyuluhan dan Pe­ngem­bangan SDM Perta­nian Dedi Nursyamsi, Ke­pala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Fajry Djufray, dan Kepala Badan Karantina Pertanian Bambang

Seperti pertemuan-per­­­­te­­muan sebelumnya de­ngan para Menteri, hal yang dibahas dalam perte­muan tersebut terkait kola­borasi antara Kementerian Pertanian dan para kepala daerah. Khususnya untuk percepatan pembangunan sektor pertanian di Su­matra Barat yang mayo­ritas warganya masih me­ngan­dalkan hasil perta­nian.

“Saya sebagai anggota DPR RI mewakili Sumatra Barat bersama-sama de­ngan Bupati dan Walikota se-Sumatera Barat mela­kukan koordinasi dengan Menteri Pertanian bagai­mana kita bisa mendorong percepatan pembangunan pertanian yang ada di pro­vinsi Sumatera Barat,” kata Andre yang duduk di Ko­misi VI DPR RI ini.

Andre yang merupakan anggota Fraksi Partai Ge­rin­dra mengatakan, Sum­bar dianugerahi alam yang cocok untuk pertanian, se­hing­ga dibutuhkan kolabo­rasi antara pemerintah pusat dan daerah untuk mem­percepat ekonomi ber­­basis pertanian bisa ber­jalan. Dengan demi­kian, manfaatnya akan bisa dirasakan oleh masya­ra­kat sekitar.

“Alhamdulillah respon Pak Menteri SYL sangat luar biasa. Beliau sangat mendukung dan berko­mit­men untuk membantu pe­ngem­bangan pertanian dan peternakan di Provinsi Sumatera Barat bersama dengan Bupati dan Wali Kota se-Sumatera Barat. Akan ada konsep dan program konkret dari Kemen­terian Pertanian yang akan di­dorong dan direalisa­sikan dalam waktu cepat,” kata Ketua DPD Partai Gerindra Sumbar ini.

Pada pertemuan terse­but, Andre juga didampingi oleh Wakil Ketua Komisi IV DPR RI dari Fraksi Gerin­dra, Budisatrio Djiwandono. Selanjutnya, para kepala daerah di Sumatera Barat menyatakan siap berko­labo­rasi dengan Kemen­te­rian Pertanian.

Kolaborasi yang dimak­sud mulai dari upaya men­cetak sawah baru sebagai lumbung pangan di Kabu­paten Pesisir Selatan, me­ng­optimalkan peter­nakan ter­padu di Kabupaten Li­ma­puluh Kota, program pet­ani milenial yang fokus pada pengembangan ko­mo­ditas jagung dan ba­wang dengan memanfaat­kan lahan tidur di Kota Pariaman, hingga pe­ngem­­bangan peternakan sa­pi perah dan pertanian organik di Kota Padang Pan­jang.

Ada juga kebutuhan untuk pembangunan kincir air sebagai irigasi di Kota Sawahlunto, kebutuhan fasilitas ekspor buah mang­gis yang merupakan pro­duk unggulan petani di Kabupaten Sijunjung, hing­ga upaya pengembangan varietas bareh Solok di sejumlah kabupaten/kota, seperti Kota Sawahlunto, Kabupaten Sijunjung, Kota Solok dan Kabupaten So­lok.

Menteri Pertanian, Syah­­­rul Yasin Limpo meng­apre­­siasi kedatangan para ke­pala daerah Sumatra Barat. Ia pun mendorong agar ada satu produk per­ta­nian unggulan, salah satu­nya bareh Solok yang didorong hingga menjadi iden­titas Sumbar.

“Saya ingin melihat Sum­bar bisa lebih hebat. Kita bisa lakukan satu lang­kah, tapi jelas. Katakan kita mau garap bareh Solok. Perbaiki varietas, budi­daya, perbaiki dia punya teknologi mekanisasi, ja­ngan sampai kalah dengan beras Cianjur. Nanti akan kita kawal agar menjadi legacy nasional,” ungkap­nya. (rom)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional