Menu

Andre Rosiade Dukung Pembenahan PT Asabri

  Dibaca : 61 kali
Andre Rosiade Dukung Pembenahan PT Asabri
Anggota Komisi VI DPR RI Andre Rosiade mendukung penuh perbaikan tata kelola perusahaan yang tengah dilakukan PT Asuransi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Persero) atau Asabri dalam bentuk perubahan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD ART).

ADINEGORO, METRO– Angggota Komisi VI DPR RI Andre Rosiade mendukung penuh perbaikan tata kelola perusahaan yang tengah dilakukan PT Asuransi Angkatan Bersen­jata Republik Indonesia (Persero) atau Asabri dalam bentuk perubahan ang­garan dasar dan anggaran rumah tangga (AD ART). Perbaikan sendiri dila­ku­kan menyusul kasus pi­dana yang menyandung Asabri serta kondisi ke­uangan yang sempat me­rosot.

Dalam AD ART yang sudah diajukan kepada Menteri BUMN Erick Tho­hir, tertuang landasan pem­benahan korporasi khu­susnya berkaitan de­ngan mekanisme pengelo­laan investasi dan mana­jemen risiko.

“Kita semua ini se­ma­ngat­nya sama, bahwa kita ingin Asabri berbenah un­tuk lebih baik dan tidak lagi merugikan negara. Kita mengapresiasi kinerja jaja­ran Direksi dan Komisaris Asabri yang baru, karena pembenahan sudah ber­jalan. Soal ren­cana peru­bahan AD ART, itu akan saya tanya­kan ke Menteri BUMN Pak Erick Thohir dalam rapat beri­kutnya,” kata Andre, dalam kete­rangan tertulis, Kamis (10/6). Hal tersebut ia ung­kapkan saat rapat dengan jajaran Direksi dan Komi­saris PT Asabri, Rabu (9/6).

Lebih lanjut, Ketua DPD Partai Gerindra Sumbar ini mendorong penguatan ko­mite investasi di PT Asabri. Berkaca pada ka­sus Jiwas­raya yang melaku­kan in­vestasi pada saham-sa­ham gorengan, wakil rak­yat asal Sumatera Barat ini ingin komite investasi pu­nya fungsi kontrol yang kuat.

“Permasalahan Asabri dan Jiwasraya ini sama yakni investasi seenak pe­rut­nya saja. Investasi se­maunya saja. Asal cuannya jelas, hasilnya mantap, direksinya semakin kaya, approval nya cepat,” te­rang Andre.

Katanya, komite inves­tasi ini seperti apa, apakah melibatkan seluruh jajaran direksi atau tidak? Atau hanya Pak Dirut dan Direk­tur Investasi saja? Perlu diperjelas misalnya inves­tasi di atas Rp 50 miliar itu siapa saja yang menga­wasi, di atas Rp 100 miliar itu siapa saja, in­vestasi di atas Rp 500 miliar itu siapa saja?

“Jadi ini perlu didetilkan supaya fungsi kontrolnya jelas dan siapa yang ber­tanggung jawab. Karena semakin banyak tentu se­makin sulit untuk kong­kalikongnya,” tambahnya.

Dalam rapat itu, Andre juga mengusulkan agar Asabri memiliki Direktur Operasional yang baru. Sebab selama ini, Direktur Utama masih merangkap jabatan sebagai Direktur Operasional.

“Saya minta fungsi dan peran Direktur Opera­sio­nal itu tidak lagi dirang­kap oleh Dirut. Biarkan Direktur Operasional itu ada se­hing­ga bisa membantu Dirut mengawasi kinerja keuangan dan kinerja in­vestasi. Dengan nilai aset se­kitar Rp30 triliun, saya rasa adanya Direktur Ope­ra­sional tidak membe­rat­kan Asabri,” ujar Andre.

Hal itu, kata Andre, per­lu dilakukan agar Asabri bisa memberikan pela­ya­nan terbaik untuk TNI, Pol­ri, ASN di lingkungan Ke­menterian Pertahanan dan Polri, serta mampu meng­hadapi era digital yang juga merambah industri asuransi.

“Jadi segera usulkan ke Wakil Menteri BUMN agar struktur Direktur Operasio­nal di Asabri dapat terben­tuk sehingga posisinya dapat segera terisi. Karena saya dengar posisi itu su­dah setahun kosong. Sela­mat bertugas, selama di­rek­si benar, jajaran komi­saris benar, maka Komisi VI ada di belakang bapak. Tapi kalau salah dan ma­cam-macam, kita minta se­mua­nya diganti,” pungkas Andre. (rom)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional