Menu

Andre Rosiade Desak Gubernur Berlakukan Lockdown

  Dibaca : 268 kali
Andre Rosiade Desak Gubernur Berlakukan Lockdown
Andre Rosiade

Anggota DPR RI asal Sumbar Andre Rosiade meminta Gubernur Sumbar Irwan Prayitno melakukan “lockdown” untuk Sumbar. Karena, sudah ada konfirmasi lima warga Sumbar yang positif terkena virus corona atau covid-19. Tentunya membuat Sumbar sudah menjadi red zone atau daerah merah pandemi corona ini.

“Saat ini sudah ada warga Sumbar yang positif terkena virus corona. Banyak warga Sumbar yang menginginkan Sumbar segera di-lockdown. Agar mengurangi penyebaran wabah corona yang bisa saja masuk dari perbatasan Sumbar, baik darat, laut dan udara. Saya meminta Gubernur bertidak cepat menjawab aspirasi ini,” kata Andre Rosiade, Kamis (26/3) siang.

Andre menyebutkan, sebenarnya kewenangan lockdown memang oleh Pemerintah Pusat atau Presiden Jokowi. Tapi, Gubernur Sumbar harus segera mengirimkan surat untuk meminta izinnya ke pusat. “Kalau Papua saja bisa, kenapa Sumatra Barat tidak,” kata ketua DPD Partai Gerindra Sumbar ini, kemarin.

Andre menegaskan, saat ini tergantung tindakan cepat dari Gubernur Sumbar saja, apakah mau lockdown atau tidak. “Kami menunggu langkah tegas dari pak Gubernur untuk menyelamatkan masyaraktan Sumbar. Jangan sampai terlambat, karena saat ini yang positif sudah ada,” kata Andre.

Andre mengaskan, lockdown yang dimasksud adalah menghentikan penerbangan di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), dan juga masuknya kendaraan dari daerah-daerah perbatasan di Sumbar. Seperti dari Jambi di Dharmasraya, Bengkulu di Pesisir Selatan dan Riau di Limapuluh Kota. Begitu juga dengan pelabuhan.

“Karena kita tahu, setelah ditutupnya penerbangan dari Malaysia karena lockdown di negara itu, banyak yang mencoba pulang dengan jalur luat dan darat. Tentunya hal ini harus segera diantisipasi. Jangan sampai Sumbar yang selama ini aman, menjadi daerah tempat orang yang terkena virus mematikan ini pulang atau bersembunyi,” kata Andre..

Andre juga meminta Gubernur memastikan semua kantor-kantor di Sumbar tak lagi beroperasi atau tutup. Karena, sampai saat ini masih banyak terlihat aktivitas yang mengumpulkan orang cukup ramai dan membahayakan. Apalagi, corona sudah sampai di Sumbar dan kabarnya penderitanya masih beraktivitas sebelum masuk rumah sakit.

“Kami minta sekitar 80 persen aktivitas di Sumbar ini ditiadakan dulu. Semua harus belajar dari rumah, bekerja dari rumah, bahkan beribadah juga sementara waktu di rumah saja. Kalau tidak, akan membahayakan dan susah memutus mata rantai corona di Sumbar,” katanya.

Andre menambahkan, cukuplah 20 persen warga saja yang beraktivitas di luar rumah seperti petugas medis, orang yang mencari atau membeli kebutuhan pokok dan orang-orang yang bekerja membantu pemerintah. “Selain itu, sebaiknya stay di rumah. Bisa juga Polda Sumbar diajak untuk menertibkan warga-warga yang masih bandel keluyuran ini,” katanya. (r)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Iklan

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional