Menu

Andre Rosiade Beberkan Alasan Gerindra Setuju Perjanjian e-Commerce ASEAN

  Dibaca : 87 kali
Andre Rosiade Beberkan Alasan Gerindra Setuju Perjanjian e-Commerce ASEAN
RAPAT KERJA— Kapoksi Gerindra, Andre Rosiade usai rapat kerja Komisi VI DPR RI dengan Menteri PerdaganganM Lutfi, Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly, dan Menteri Komunikasi dan InformatikaJohnny Gerard Plate, Senin (23/8).

ADINEGORO, METRO–Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) DPR RI mendorong pemerintah segera meratifikasi perjanjian perda­gangan ASEAN melalui sistem elektronik. Gerindra berharap, perjanjian ini menjadi salah satu solusi untuk mendorong per­cepatan pemulihan ekonomi na­sional dan menjadi kunci pe­ningkatan ekspor Indonesia ke negara-negara anggota ASEAN.

“Karena itu, Fraksi Gerindra setuju RUU tentang Penge­sahan Persetujuan ASEAN tentang Perdagangan Me­lalui Sistem Elektronik agar dibahas lebih lanjut ke ting­kat berikutnya. Me­lakukan pengesahan dokumen ne­gara oleh parlemen,” kata Kapoksi (Ketua Kelompok Fraksi) Gerindra, Andre Rosiade dalam rapat kerja Komisi VI DPR RI dengan Menteri Perdagangan M Lutfi, Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly, dan Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny Gerard Plate, Senin (23/8).

Andre mengatakan, pa­da prinsipnya Perjanjian Perdagangan Melalui Sis­tem Elektronik berperan da­lam menggerakkan per­tum­buhan ekonomi dan pem­bangunan sosial di wilayah ASEAN. Selain itu, perjanjian ini dapat mem­fasilitasi transaksi lintas batas di wilayah ASEAN seperti perlindungan data konsumen dan per­lin­du­ngan informasi pribadi.

“Perjanjian ini juga di­ha­rapkan dapat mening­katkan nilai per­dagangan barang dan jasa serta iklim usaha yang se­makin kon­dusif bagi pe­ngem­bangan per­dagangan secara elek­tronik,” kata Andre.

Selain itu, Fraksi Ge­rindra berharap dengan kehadiran kesepakatan ini bisa membuka peluang pelaku usaha, khususnya UMKM untuk me­ningkat­kan pemasaran produknya ke pasar di negara anggota ASEAN.

Karenanya, peme­rintah ha­rus segera menyusun pro­gram kerja nasional dalam rangka kesiapan Indonesia dalam me­man­faat­kan Perjanjian Per­da­ga­ngan Melalui Sistem Elek­tronik baik un­tuk jan­g­ka pendek, me­nengah, mau­pun pan­jang agar pe­re­konomian digital in­klusif Indonesia tumbuh pesat dan meningkatkan per­tum­bu­han ekonomi na­sio­nal.

Sebagai persiapan meng­­hadapi perjanjian per­da­gangan ini, Ketua DPD Gerindra Sumatera Barat ini juga menekankan agar pemerintah terus be­r­upaya memenuhi target 30 juta pelaku UMKM ma­suk ke dalam ekosistem digital di 2024.

Berdasarkan data dari Asosiasi E-commerce Indonesia (iDEA) bulan Mei 2021, jumlah pelaku UMKM yang sudah online-boarding baru sebanyak 13,7 juta pelaku atau sekitar 21% dari total UMKM yang ada di Tanah Air.

“Kami berharap target pemerintah pada tahun 2024 sebanyak 30 juta pe­laku UMKM dapat masuk ke da­lam ekosistem digital dapat tercapai dengan me­nerap­kan strategi yang pro­aktif dalam mendorong pe­laku UMKM masuk ke eko­sistem digital,” kata Andre. (*/r)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional