Menu

Andre Minta Terapkan Protokol Kesehatan di Pasar Tradisional

  Dibaca : 422 kali
Andre Minta Terapkan Protokol Kesehatan di Pasar Tradisional
NEW NORMAL— Tim Satgas Covid-19 DPR RI menerima kedatangan anggota DPRD Sumbar, saling bertukar masukan dan mendengar keluhan. Serta menjabarkan bagaimana berkoordinasi dengan Kementerian terkait pelaksanaan protokol new normal.

ADINEGORO, METRO
Satuan Tugas (Satgas) Lawan Covid-19 DPR RI terus berkoordinasi dengan pemerintah dalam menerapkan protokol kesehatan di berbagai lokasi keramaian, seperti salah satunya di pasar tradisional.

Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra Andre Rosiade meminta Kementerian Perdagangan (Kemendag) menerapkan prosedur kesehatan di pasar tradisional. Hal itu disampaikan Andre dalam kunjungan Satgas Lawan Covid-19 DPR RI ke Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Jumat kemarin.

“Sebagai mitra kerja Kemendag, saya ingin mengingatkan agar Kemendag menerapkan prosedur kesehatan secara ketat di pasar tradisional. New normal sebentar lagi kita hadapi dan jalankan. Saya ingin Kemendag memastikan agar gelombang kedua penularan Covid-19 tidak terjadi,” kata Andre yang juga Ketua Harian DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM).

Andre menegaskan, penerapan prosedur kesehatan secara ketat harus dilakukan agar tidak muncul cluster baru penularan Covid-19 akibat pembukaan pasar tradisional. Andre mencontohkan adanya penambahan kasus penularan baru Covid-19 yang cukup signifikan dari cluster Pasar Raya Padang, Sumatera Barat.

Berdasarkan pantauan tim di lapangan, Andre yang juga Ketua DPD Gerindra Sumatra Barat ini mengatakan, hingga saat ini ada ratusan kasus positif Covid-19 dari cluster Pasar Raya Padang. Namun, akhir-akhir ini kasus Covid-19 di Sumbar, termasuk di Pasar Raya mulai melandai, meski masih ada tambahan positif.

“Ini contoh nyata di dapil saya. Ada yang disebut cluster Pasar Raya Padang. Pada mulanya ada puluhan pedagang dan pengunjung didapati positif Covid-19. Hingga hari ini jumlahnya masih meningkat, sudah mencapai ratusan lebih pasien positif. Meski juga banyak yang sembuh. Ini mohon jadi evaluasi bagaimana standar protokol kesehatan di pasar tradisional betul-betul dijalankan,” tegas Andre.

Terkait penerapan prosedur kesehatan di pasar tradisional, Andre mendorong Kemendag menggandeng pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten/kota. Menurutnya, kolaborasi antara kementerian dan pemerintah daerah akan memudahkan implementasi kebijakan di lapangan.

“Republik Indonesia ini kalau membuat aturan selalu cepat, selalu mantap. Persoalannya adalah implementasinya. Protokol kesehatan sudah dibuat oleh Kementerian Kesehatan dan telah dikoordinasikan dengan kementerian lainnya untuk dibuatkan SOP turunannya. Saya ingin Kemendag mengajak pemerintah kabupaten/kota dan provinsi untuk menerapkan protokol kesehatan ini di pasar-pasar tradisional kita,” ucap Andre. (r)

Editor:
Tags
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional