Menu

Andre Kembali Bantu Isolasi Mandiri Keluarga Pasien Covid-19, Dua Keluarga Diantarkan Sembako ke Rumah

  Dibaca : 587 kali
Andre Kembali Bantu Isolasi Mandiri Keluarga Pasien Covid-19, Dua Keluarga Diantarkan Sembako ke Rumah
SERAHKAN SEMBAKO— Tim Andre melakukan penyerahan sembako untuk keluarga di Pegambiran, Lubeg.

AMPANG, METRO
Anggota DPR RI asal Sumbar Andre Rosiade kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap warga Sumbar, termasuk pasien penderita Covid-19 dan keluarganya. Sabtu (18/4), Andre mengirimkan sembilan bahan pokok (sembako) untuk dua keluarga yang sedang melakukan isolasi mandiri, setelah ada anggota keluarga mereka dipastikan positif virus berbahaya itu.

Dua keluarga yang diantarkan langsung sembako dan uang cash itu berada di Ampang Karang Gantiang, Kelurahan Ampang, Kecamatan Kuranji dan Kampung Melayu, Kelurahan Pegambiran, Kecamatan Lubukbegalung. Tim Andre mengirimkan bantuan berupa beras, minyak goreng, mie instan, sarden, biskuit dan bahan pokok lainnya. Harapannya, apa yang diberikan mencukupi sampai 14 hari atau lebih saat keluarga menjalani isolasi mandiri di rumah.

Bantuan diantarkan oleh pengurus DPD Partai Gerindra Sumbar dan DPC Gerindra Kota Padang dikoordinatori Zulkifli. Turut hadir Wakil Ketua DPD Gerindra Sumbar yang juga Anggota DPRD Sumbar Eviyandri, Sekretaris DPC Gerindra Padang yang juga Ketua Fraksi Gerindra DPRD Padang Mastilizal Aye. Bantuan itu dapat membantu sekitar 27 anggota keluarga itu.

Zulkifli menyebutkan, keluarga korban mengucapkan terima kasih kepada Andre Rosiade yang begitu peduli dengan warga yang tengah mengalami musibah. Mereka meminta semua berdoa, agar wabah corona ini cepat berlalu dan kehidupan berlangsung seperti semula.

“Kami mendapatkan amahan dari Ketua Gerindra Sumbar Andre Rosiade mengantarkan dua paket besar sembako dan uang tunai untuk dua keluarga ini. Alhamdulillah, amanah sudah disampaikan dan keluarga korban insya Allah akan aman sampai sebulan ke depan. Kami dengan tim langsung mengantarkan ke rumah, dengan menggunakan masker dan juga alat pelindung diri,” kata Zulkifli yang masih setia bersama Gerindra melakukan penyemprotan disinfektan di sejumlah titik di Kota Padang.

Kata Zulkifli, di Ampang Karang Gantiang, bantuan diterima oleh oleh ibu korban As (60) yang saat ini, anaknya menjalani perawatan di rumah sakit. Anaknya yang berusia sekitar 30-an tahun adalah seorang pelayan toko di Pasar Raya Padang. Dia diduga terpapar covid-19 dari pedagang lainnya.

“Kami sudah serahkan langsung ke orang tua dan keluarga pasien,” kata Zulkifli yang juga kader Gerindra Sumbar ini.

Sementara keluarga yang positif, Jn (29) yang bekerja sebagai tenaga honorer di sebuah Puskesmas di Padang beralamat di di Pegambiran, diserahkan kepada adiknya D (25). “Karena Jn sedang dirawat di RSUP M Djamil dan suaminya serta orang tuanya sedang diisolasi di Semen Padang Hospital (SPH),” katanya.

Andre Rosiade menyebutkan, Sabtu pagi dia dihubungi sejumlah orang yang menyatakan, ada warga yang membutuhkan bantuan untuk melakukan isolasi mandiri di rumah. Setelah memastikan lokasi dan kondisi, ternyata ada dua keluarga yang sangat membutuhkan, keluarga pegawai toko di Pasar Raya Padang dan honorer di Puskesmas. Dia langsung meminta tim untuk memastikan kebutuhan keluarga itu.

“Kami dapat informasi dari ketua RT tempat keluarga itu tinggal. Jadi, tidak susah mencari dan memastikan bantuan benar-benar sampai ke keluarga. Alhamdulillah, tim Gerindra Sumbar dan KPB bisa hari itu juga mengantarkan bantuan sembako. Semoga bisa dimanfaatkan untuk masa isolasi mandiri, minimal 14 hari pertama ini,” kata anggota Komisi VI DPR RI ini.

Pekan lalu, Andre juga memberikan bantuan kepada satu keluarga yang tengah melakukan isolasi mandiri di Kelurahan Dadok Tunggul Hitam, Kecamatan Kototangah. Empat orang yang terdiri dari suami istri dan dua anak itu, harus mengurung diri di rumah, pascasalah satu keluarga mereka dipastikan terkena Covid-19. “Pekan lalu kami juga sudah mengirimkan bantuan yang sama,” katanya.

Andre berharap, masyarakat tidak mengucilkan pasien Covid-19, keluarganya, sampai tenaga medis yang mengobati dan merawat. Apalagi tidak memberikan izin dalam memakamkan korban. “Kita harus bersimpati dan saling membantu meringankan beban mereka. Jangan malah ditambah dengan pengucilan, apalagi pengusiran,” kata Andre yang terus mendatangkan bantuan untuk masyarakat dan tenaga medis di Sumbar.

Andre menyebut, pemakaman jenazah yang positif Covid-19 ataupun masih dalam status pasien dalam pemantauan (PDP) dilakukan secara standar dan tidak akan menyebarkan virus ke tempat lain. “Apalagi, sudah ada penelitian, virus corona tidak lagi bisa hidup kalau inangnya (manusianya, red) sudah meninggal,” kata Andre yang juga ketua harian DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM) ini. (r)

Editor:
Tags
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional