Close

Anak Nagari Minang jangan Merantau ke Sudut Dapur

BUKBER— Sektama BKKBN Pusat Nofrijal saat berbuka bersama di salah satu rumah makan di Kota Padang. (ISt)

PADANG,METRO – Generasi muda Minang diharapkan jangan merantau di sudut dapur. Idealnya, anak muda Minang diharapkan go internasional alias merantau keluar negeri. Sebab selama ini generasi muda Minang hanya merantau di lingkungan nasional yang juga disebut di sudut dapur.

“Namun, untuk mendukung anak muda Minang ini go internasional harus didukung kebijakan pemerintah daerah, yakni Kabupaten dan kota serta Pemprov Sumbar,” ujar Sekretaris Utama (Sektama) BKKBN pusat Nofrijal SP MA, Sabtu (2/5).

Dikatakan Nofrijal, tentu daerah kabupaten dan kota serta provinsi menyiapkan sumberdaya manusia (SDM) nya yang mumpuni, agar bisa bersaing dengan SDM Asia lainya. Seperti bisnis kuliner yang cukup menanjikan di intrnsional, banyak didominasi China, Vietnam dan India. Dan disayangkan, sebelumnya di New York ada rumah makan Padang, sekarang sudah tutup.

“Kenapa hal bisa terjadi, sementara kuliner ciri khas kita randang merupakan masskan terenak di dunia, “ ujar Nofrijal.

Kemudian, perpindahan dan mobilssasi penduduk dunia demikian kencang dan dinamis. Setiap bangsa bangsa di dunia mau tidak mau harus mepersiapkan diri dalam menghadapi Dinamisasi penduduk yang tinggi tersebut. Sementara generasi muda (masyarakat) Minang terkenal dengan budaya merantaunya, yang ditegaskan dengan pepatahnya, karatau madang di hulu, babuah babungo balun, merantau buyung dahulu di Kampuang paguno balun.

Namun, hendak ke depan generasi muda Minang ini tidak lagi mrsntau di lingkungan nasional saja. Sudah saatnya mereka meratau ke luar negeri. Karena dengan modal budaya mrsntau ini sudah pantas anak muda Minang dipersiapkan mersntau ke luar negeri alias go internasional.

“Maka untuk itu dituntut pemerintah di daerah ini mempersiapkan SDM dan instrumennya agar anak Nagari Minang ini mampu go internasional,” ujar Nofrijal.

Selain itu Kabupaten dan kota di Sumbar harus memahami bonus demografi tersebut dengan mendetail. Karena persoalan pendudukan merupakan sektor yang strategis. Makanya Kabupaten dan kota jangan hanya sekedar ikut ikutan saja, tapi harus paham hal tersebut. Dan Pemkab dan Pemko harus mendukung bonus demografi.

Karena Padang bakal menjadi tuan rumah Harganas ke XXVII 2020. Rencananya akan dikolaborsikan dengan Penas 2020 yang juga dilaksanakan di Kota Padang. Kemudian alek besar nasional lainnya, MTQ Nasional Sumbar juga menjadi tuan rumah tahun 2020 ini. (boy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top