Menu

Anak Kuli Bangunan Derita Hidrochepalus

  Dibaca : 117 kali
Anak Kuli Bangunan Derita Hidrochepalus
BUTUH BANTUAN— Raisa (4,5 bulan) seorang bocah penderita Hidrochepalus butuh uluran tangan dermawan.

LIMAPULUH KOTA, METRO – Malang nian nasib Raisa (4,5 bulan). Sejak lahir ke dunia mengalami kelainan pada bagian kepalanya. Semakin hari kepala gadis cantik anak pertama pasangan muda Rian (22) dan istrinya Nisa (17) ini makin membesar, akibat menderita Hidrochepalus atau penyakit kelebihan cairan pada organ kepala.

Rian, warga Petok, Kecamatan Panti, Pasaman yang bekerja sebagai buruh bangunan di Kecamatan Kapur IX, Kabupaten Limapuluh Kota ini akhirnya membawa anaknya berobat ke RSUD Ahmad Darwis Suliki setelah dibantu Wakil Bupati Limapuluh Kota. Namun berselang dua hari menjalani perawatan intensif di RSUD Ahmad Darwis Suliki, ia pun dirujuk ke RSUP M Djamil Padang, Sabtu (20/10) siang.

Sebelum dirujuk ke Padang, sesuai permintaan Wakil Bupati, putri dari pasangan Rian (22) dan Nisa (17) itu dibawa oleh pihak RSUD Suliki ke rumah dinas wakil bupati di Jalan Raya Negara Tanjung Pati. ”Sebelum ke Padang, kami diminta Pak Wabup membawa Raisa ke sini,” kata Rian didampingi istrinya kepada wartawan.

Dari RSUD Suliki, Raisa dibawa menggunakan mobil ambulans. Selain kedua orang tuanya yang setia mendampingi, juga terlihat dua petugas medis RS Ahmad Darwis Suliki. Di rumah dinas, setelah mendengarkan pengarahan Ferizal Ridwan, terkait langkah-langkah yang harus diambil orang tua, perihal pembiayaan pengobatan, kedua orang tua Raisa juga diberikan bantuan uang oleh Wakil Bupati dan PMI Payakumbuh.

Penyerahan bantuan uang dari Wakil Bupati dan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Payakumbuh yang diketahui berjumlah Rp2.700.000. Bantuan itu diserahkan langsung oleh Ketua PMI Payakumbuh, Hayandi Torang disaksikan Wabup Ferizal bersama keluarga. Bantuan tersebut guna memenuhi kebutuhan akomodasi dan operasional selama menjalankan perawatan di Kota Padang.

Rian, bersama sang istri Nisa mengaku tergugah Pemkab Limapuluh Kota, yang begitu peduli dengan nasib putrinya. Lelaki yang sehari-hari bekerja buruh bangunan tersebut, mengaku sangat terbantu. ”Saya ucapkan terima kasih banyak, atas kepedulian Pemkab Limapuluh Kota khususnya Pak Wakil Bupati dan para dermawan yang sudah berkenan membantu kesulitan kami,” tuturnya.

Hal tersebut, katanya, mengingat kondisi ekonomi kedua pasangan suami istri yang sudah menikah sejak awal 2017 lalu tersebut yang serba kekurangan. “Jangankan untuk biaya pengobatan anak kami, buat kebutuhan makan sehari-hari saja, jujur kami sering kesulitan,” tambah Nisa berkaca-kaca.

Hanya Buruh Bangunan
Rian yang kini masih ber-KTP Kabupaten Pasaman menceritakan nasib yang dialami keluarganya. Kedatangannya ke Nagari Sialang, Kapur IX dengan membawa Raisa dalam kondisi sakit, karena terpaksa oleh kondisi ekonomi. “Saya tidak punya pekerjaan tetap di Pasaman. Kebetulan, kakak dari istri saya bersuami orang Sialang, Kapur IX. Saya diajak kesini kerja, menjadi buruh bangunan,” kata Rian.

Namun, lelaki yang hanya tamat SMP itu mengaku tidak putus asa dengan nasib yang dialami anaknya. Semenjak terlahir dengan organ tidak normal, melalui jalan operasi cessar di Rumah Sakit Pasaman pada 10 Mei 2018 lalu, ia bersama sang istri bertekad akan memperjuangkan pengobatan Raisa sampai normal kembali. Di Sialang ia menjadi buruh bangunan, mengerjakan proyek-proyek pemerintah terkait program rumah tak layak huni.

Rian mengaku memperoleh penghasilan secara borongan. Sehari bekerja, ia hanya menerima upah Rp 85.000 dari sang mandor proyek. “Itu pun kalau ada bahan bangunan. Ketika tak ada bahan masuk, saya tak bekerja. Apa pun saya lakukan untuk menghidupi keluarga,” tekadnya.

Setelah dua bulan di Sialang, baik Rian maupun Nisa menyebut bobot kepala anaknya itu semakin lama makin membesar. Mereka juga bertambah khawatir, ketika ada bagian kepala Raisa yang melepuh dan bernanah. Apalagi, sejak lahir bayi tersebut mengkonsumsi susu bantu.

Selain menghimpun biaya untuk Raisa, Wabup Ferizal Ridwan, memastikan sudah mengurusi segala keperluan administrasi bagi anak malang tersebut selama menjalani penanganan medis di rumah sakit. Sebab, menurut analisa tim dokter, bayi ini berkemungkinan akan menjalani operasi pembuangan cairan di kepala.

Termasuk membuatkan rekening bank, sebagai alat penhimpunan dana bagi dermawan. “Nanti, jika ada dermawan yang ingin membantu silahkan ke nomor rekening BNI, dengan nomor : 0760598901 atas nama Raisa. Semoga, upaya yang kita berikan dapat menyembuhkannya atau meringankan beban keluarganya,” harap Ferizal Ridwan. (us)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional