Close

Anak jadi Pelaku Curanmor di Ke­camatan Lubuk Bega­lung, Bapak Ikut Terjerat Gegara Terima Gadai Motor Curian

PENADAH— Pelaku Basril alias Ujang (45) yang diduga sebagai penadah motor curian diamankan di Polsek Lubuk Begalung.

PADANG, METRO–Tidak mengetahui bahwa sepeda motor yang digunakan ter­nyata hasil curian, se­orang pedagang yang merupakan warga Ja­lan Teluk Ni­bung, Ke­camatan Lubuk Bega­lung, terpaksa harus be­rurusan dengan Tim Phyton Unit Res­krim Polsek Lubuk Be­ga­lung.

Pria bernama Basril alias Ujang (45) terpaksa diamankan lantaran di­duga menjadi penadah barang curian. Mirisnya, motor yang dipakai Ujang itu didapatkan dari anak­nya yang diduga sebagai pelaku pencurian kenda­raan bermotor (curanmor).

Namun, anaknya Ujang tak menyebut kalau motor itu merupakan hasil curian, melainkan milik temannya yang ingin digadaikan seharga Rp 2 juta. Percaya dengan anaknya, Ujang pun memberikan uang ter­sebut lalu memakai sepeda motor itu untuk kesehariannya.

Hanya saja, nasib sial harus menimpa Ujang, ka­rena ikut terseret kasus hu­kum akibat ulah anaknya tersebut. Kini, Ujang pun harus mendekam di sel ta­hanan Mapolsek Lubuk Be­galung. Sedangkan anak­­nya, tak dikehaui kebera­dannya dan masih terus diburu Polisi.

Kapolsek Lubuk Begalung Kompol Chairul Amri Nasution mengatakan, pria yang sehari-hari berprofesi sebagai pedagang ini ditangkap di rumahnya pada Senin (7/3) malam. Bersama pelaku, polisi menyita satu unit motor diduga motor curian yang dibeli pelaku.

“Sepeda motor Honda BeAT tersebut sesuai dengan laporan pencurian yang terjadi di Jalan Banuaran, Kecamatan Lubuk Begalung, beberapa waktu yang lalu. Hanya saja, peran dari pelaku ini sebagai penadah. Untuk aktor utamanya ma­sih kita buru,” ujar Chairul Amri, Selasa (8/3).

Dikatakan Chairul Am­ri, pungungkapan kasus ini berawal ketika adanya laporan dari masyarakat tentang seorang masyarakat yang diduga menguasai barang hasil dari kejahatan. Mendapat informasi tersebut, tim langsung bergerak ke rumah pelaku.

“Di rumah pelaku, ditemukanlah satu unit sepeda motor merek Honda BeAT warna hitam dengan nopol BA 4908 AN (diduga nopol palsu) sedang terparkir di halaman rumah. Setelah dilakukan pengecekan terhadap nomor rangka dan nomor mesin sepeda motor tersebut, didapati sepeda motor tersebut adalah sepeda motor hasil curian sesuai dengan laporan polisi beberapa waktu yang lalu,” ungkapnya.

Setelah dilakukan interogasi, Chairul Amri menuturkan, sepeda motor ter­sebut dibawa ke rumah oleh anaknya berinisial E (DPO) dengan alasan ada temannya menyuruhnya untuk mencari orang untuk menerima gadai sepeda motor tersebut seharga Rp 2 juta. Kemudian pelaku Basril ini membayar uang sebanyak yang diminta oleh anaknya tersebut.

“Pelaku kita jerat dengan Pasal 363 Jo 480 KUH Pidana tentang perkara penadahan barang hasil kejahatan dengan ancaman di atas lima tahun penjara. Untuk anaknya masih kita lacak kebera­daan­nya,” pungkas Chairul Amri. (rom)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top