Menu

Anak Buruh Pengangkut Batu Bata, Butuh Uluran Tangan Kaum Dermawan

  Dibaca : 68 kali
Anak Buruh Pengangkut Batu Bata, Butuh Uluran Tangan Kaum Dermawan
Ilustrasi

LIMAPULUH KOTA, METRO – Arsila Oktavia (18 Bulan) kini terbaring lemas di RS M.Jamil Padang akibat sakit Gagal Ginjal dan Kelainan Darah. Anak ke-empat dari pasangan Edi dan Lastri asal Jorong Koto Kaciak, Nagari Batu Balang, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota ini, sangat membutuhkan uluran bantuan dari kaum dermawan.

Mengingat biaya untuk berobat anaknya tentu butuh biaya besar. Sedangkan Edi sehari-hari bekerja sebagai buruh sopir pengangkut batu bata didaerahnya. Dengan upah pas-pasan, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari kadang tidak cukup. Istrinya, Lastri hanya sebagai ibu rumah tangga biasa.

Menurut Edi, dirinya baru mengetahui sakit anaknya belum lama ini. Dimana badan anaknya semakin besar dan kondisinya sedikit melemas. Saat itu dirinya langsung membawa Arsila Oktavia berobat ke-Puskesmas sebelum kemudian dirujuk ke-RS Adnan WD Payakumbuh.

Karena tidak memiliki BPJS Kesehatan tentu Edi harus membayar biaya pengobatan anaknya. Beberapa kali berobat, Edi mulai kehabisan biaya untuk anaknya. Namun, anaknya belum sehat tetapi justeru harus dirujuk ke-RS M.Djamil Padang untuk pengecekan memastikan sakit yang dialami Arsila Oktavia.

Edi terus berusaha agar anaknya mendapatkan pelayanan kesehatan. Dengan berbekal surat keterangan tidak mampu dari Walinagari dan Camat, Edi mulai mengurus surat Administrasi kependudukan dengan memasukan Arsila Oktavia kedalam KK.

Dibantu Camat Harau Andri Yasmen, Arsila Oktavia langsung dimasukkan dalam KK orangtuanya. Setelah masuk dalam KK, Arsila Oktavia langsung didaftarkan ke-BPJS Kesehatan secara mandiri sekelurga.

”Memang ada warga kita anaknya mengalami sakit yang dalam diagnosanya gagal ginjal dan Kelaian darah. Sementara orangtuanya berasal dari kelurga tidak mampu. Untuk berobat tentu butuh biaya besar, ditambah belum ada BPJS Kesehatan. Maka staf kita langsung menguruskan administrasi kependudukan anaknya masuk dalam KK ornagtuanya. Kemudian kita daftarkan BPJS Kesehatanya,” sebut Camat Harau Andri Yasmen kepada awak media.

Disampaikannya, Edi sekeluarga sebelumnya sudah memiliki kartu BPJS Kesehatan mandiri, namun karena tidak dibayar atau nunggak maka tidak aktif. Sementara Arsila Oktavia memang belum didaftarkan menjadi peserta BPJS Kesehatan dan belum dimasukkan dalam KK.

”Setelah kita tahu permasalahannya maka kita beriuran untuk membantu mendaftarkan anaknya menjadi peserta BPJS Kesehatan mandiri dengan membayar tunggakan iuran orangtuanya. Dan mudah mudahan kartu BPJS Kesehatan bisa meringankan biaya berobat Arsila. Tinggal biaya untuk menunggu anaknya yang dirujuk ke-RS M.Djamil Padang,” sebut Camat Harau.

Andri Yasmen yang cepat tanggap dengan persoalan sosial kemasyarakatan ini berharap Arsila cepat sembuh dan kedua orangtuanya bisa beraktivitas seperti biasa. Bagi masyarakat pembaca setia Harian Pagi Posmetro Padang dan para dermawan yang hendak membantu meringankan beban kelurga kecil Edi dan Lastri dapat mengirimkan bantuan melalui no Rekening BRI 1686-01-004892-53-9 atas nama Edi. (us)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional