Menu

Amril Amin Minta Polsek Lubeg Bekerja Profesional, Tuntaskan Perkara Penggelapan Uang Kopanbapel Teluk Bayur

  Dibaca : 565 kali
Amril Amin Minta Polsek Lubeg Bekerja Profesional, Tuntaskan Perkara Penggelapan Uang Kopanbapel Teluk Bayur
Amril Amin. S.AP

PADANG, METRO
Ketua Kopanbapel Amril Amin. S.AP periode 2018-2021 meminta Polsek Lubeg untuk bekerja secara profesional dengan menindaklanjuti dan menuntaskan kasus penggelapan uang Koperasi Angkutan Barang Pelabuhan ( Kopanbapel) Teluk Bayur periode 2016-2018 yang menjerat mantan ketua Kopanbapel berinisial YG sebagai tersangka. Permintaan itu dilontarkan lantaran kasus penggelapan tersebut mandek dan jalan di tempat.

Amril Amin, yang sebelumnya terpilih pada Rapat Anggota Luar Biasa pada tanggal 8 April 2018 lalu mengatakan, dari Kopanbapel secara organisasi telah menyerahkan kepada kuasa hukum Arnold Eka Putra, SH dan H Bakhri Abdullah SH.

“Kami percayakan kepada kuasa hukum kami, kejelasan hukum masalah ini, agar Kepolisian bisa menindaklanjuti kasus ini agar segera dituntaskan, “kata Amril Amin yang akrab dengan sapaanm Aciak.

Aciak yang juga menjabat sebagai wakil ketua DPRD Padang itu menambahkan, ia juga meminta agar pihak Polsek Lubeg bekerja profesional dan kejelasan hukumnya tentang laporan yang dilaporkan anggota koperasi Kopanbapel.

“Kita berharap agar Kapolsek Lubeg bisa menindaklanjuti sesuai dengan ketentuan hukum dan perundang- undangan yang berlaku. Seharusnya pihak kepolisian Lubeg bisa melengkapi perkara ini yang sudah sampai P-19 untuk segera dilengkapi, agar perkara ini tidak berlarut-larut,untuk diketahui juga dalam hal ini ada 106 orang anggota Koperasi Kopanbapel yang telah dirugikan tersangka YG itu diwakili kepada anggota kami Leonarici sebagai pelapor, ada surat kuasanya atau pernyataan bersama dari Kopanbapel bukan laporan pribadi,” tegas wakil rakyat yang terkenal vokal itu.

Hal senada diungkap kuasa hukum pelapor Leonarici melalui Arnold Eka Putra SH dan H Bakhri Abdullah SH. Ia mengatakan, dugaan kasus penggelapan uang Kopanbapel Teluk Bayur dari petunjuk P-19 yang belum dipenuhi hingga saat ini artinya penyidik Polsek Lubeg belum juga memenuhi petunjuk dari jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Padang, padahal sudah setahun lebih perkara itu bergulir.

“Sampai sekarang pihak Polsek Lubeg belum juga memenuhi pentujuk P-19 dari jaksa dengan alasan menunggu data hasil audit dan laporan RAT ( Rapat Anggota Tahunan) tahun 2016 sampai 2018. Hal ini kami menilai lari dari konteks perkara ini. Sebaiknya Kapolsek Lubeg memenuhi saja petujuk dari jaksa, sehingga perkara yang menyangkut hak ratusan anggota koperasi Kopanbapel dituntaskan, Intinya kami hanya menuntut keadilan,” ungkapnya.

Dia menambahkan, dalam hal ini ratusan anggota koperasi yang telah menjadi korban ini telah dirugikan.” Padahal dahulu pernah penyidik polsek pernah juga meminta akuntan publik dari UNAND untuk meaudit Koperasi dibawah kepemimpinan tersangka YG. Pada waktu itu dibawah pimpinan Kapolsek AKP Rico Fernanda, sekarang dilanjutkan oleh AKP Andi Pariningotan Lorena. Seharusnya AKP Andi Lorena melanjutkan saja tunggakan P-19 dari kasus ini. Sudah setahun dan hingga saat ini tidak ada tindak lanjutnya,” tuturnya.

Arnold menuturkan, jika ada timbul biaya terhadap audit tersebut berdasarkan permintaan dari pihak kepolisian kepada auditor maka klien kami siap menyanggupi dengan rekomendasi pihak Polsek Lubeg sehingga biayanya tidak terlalu besar.

“ Mengingat klien kami adalah korban atas tindakan tersangka YG yang telah melakukan dugaan tindak pidana penggelapan uang milik koperasi. Dalam hal ini ada 106 orang anggota Kopanbapel yang telah dirugikan tersangka YG itu diwakili oleh klien kami ada surat kuasanya atau pernyataan bersama dari Koperasi Kopanbapel bukan laporan pribadi. Kami mohon kepada Kapolda Sumbar dalam mencari keadilan untuk dapat berkenaan mengalihkan proses perkara tersebut ditangani oleh Polresta Padang atau berkenan memerintahkan agar berkas perkara (P-19) segera dikrim ke JPU Kejari Padang,” tegasnya.

Terpisah, Akuntan Publik David Wahyudi mengungkapkan, memang dahulu penyidik meminta jasa audit keuangan koperasi Kopanbapel 2016-2018. “ Kami telah survei, pada saat itu penyidik polek Lubeg meminta jasa kami. Namun, setelah saat itu tidak ada lagi kelanjutannya, imbuhnya.

David Wahyudi menambahkan, apabila memang pihak kepolisian membutuhkan jasa audit mengenai perkara Koperasi Kopanbapel. pihaknya bersedia untuk melakukan audit keuangan.

“Kita bersedia dan membantu apabila pihak Kepolisian atau Kopanbapel meminta jasa kita. Terlepas itu apapun perkaranya, kita berkerja secara ilmiah saja,” tuturnya.

Sementara itu , dikonfirmasi kepada Kapolsek Lubuk Begalung AKP Andi Lorena mengatakan, perkara ini masih dalam berlanjut atau dalam tahap proses.“Sampai mananya perkembangan hasil penyidikan saya akan sampaikan kepada kuasa hukum,” katanya.

AKP Andi Lorena menambahkan, untuk Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) telah dikirim ke kuasa hukum.

“Kalau untuk P-19 hanya jaksa dan penyidik yang berhak mengetahui. Intinya perkara ini masih tahap proses dan berlanjut,” pungkas AKP Andi Lorena.

Sebelumnya, sesuai laporan polisi nomor LP/ 82/ K/ III/ 2019/ Sektor Lubeg tanggal 26 Maret 2019, telah terjadi dugaan penggelapan yang dilakukan terlapor YG mengenai pertanggung jawaban keuangan Koperasi Kopanbapel Rp 500 juta rupiah. Tersangka YG disangka melanggar pasal 374 Jo 372 KHUP. (adv)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional