Menu

Amiliyus Tewas Setelah Telan Ikan Hidup

  Dibaca : 1476 kali
Amiliyus Tewas Setelah Telan Ikan Hidup
LEPAS—Wakil Wali Kota Payakumbuh melepas pendistribusian rendang ASN berkurban.
STIAN_LOUIS COLE_IMAGE010 Louis Cole is being investigated by the RSPCA on animal cruelty charges after eating a live goldfish on video Pix from Food For Louis website Stian Alexander 07528 679198

Ilustrasi

PASAMAN, METRO–Malang benar nasib Amiliyus (55). Warga Ampanggadang, Nagari Panti Selatan, Kecamatan Panti, Kabupaten Pasaman tewas gara-gara hal sepele. Amil – panggilan korban –, secara tak sengaja menelan ikan hasil tangkapannya hingga tersedak. Amil meregang nyawa karena kesulitan bernafas, Senin (17/8) pagi.

Peristiwa ini jelas mengejutkan warga Ampanggadang. Sebab, baru kali ini ada orang yang tewas karena menelan ikan. Apalagi kejadiannya ketika diadakan penangkapan ikan larangan, secara bersama-sama.

”Korban meninggal setelah menelan ikan Gariang sewaktu menangkap ikan di sungai Batang Sumpur. Memang ketika itu ada panen menangkap ikan larangan,” terang Kapolsek Panti AKP Dasman, Senin (17/8) sore.

Kebiasaan menggigit ikan saat melakukan penangkapan di sungai, sebenarnya sudah lumrah dilakukan. Hal itu dilakukan, agar ikan tak lepas. Namun, kali ini Amil ketiban pulung. Ikan yang digigitnya dengan posisi setengah dalam mulut, setengah di luar menggelepar hingga tertelan sampai kerongkongan. Otomatis, Amil tersedak dan tak bisa bernafas.

Kondisi Amil yang menggelepar di dalam sungai membuat peserta menangkap ikan larangan buncah. Tubuh Amil lalu dibawa ke pinggir sungai. Beberapa orang berusaha mengeluarkan ikan yang ada di tenggorokan, namun tak bisa. Ikan sebesar tiga jari itu tersangkut di tenggorokannya. Ayah empat anak itu sempat dilarikan ke RSUD Lubuksikaping, namun nyawanya tidak dapat tertolong.

“Korban tewas karena kelalaian sendiri. Dia sempat dilarikan ke rumah sakit, tapi tak terselamatkan,” sebut AKP Dasman.

Meski sudah dipastikan tewas karena ketelan ikan, polisi tetap meminta keterangan sejumlah saksi mata, termasuk para panitia penyelenggara pembukaan ikan larangan setempat. ”Panitia yang mengadakan penangkapan ikan larangan juga telah dimintai keterangan. Namun, kesimpulannya, tetap semuanya karena kelalaian korban,” papar Kapolsek.

Sementara Ferida Utama (24) anak korban mengaku ikhlas atas kepergian orang tuanya itu. Ia mengatakan, tak memiliki firasat apa-apa terkait kepergian orang tuanya yang dinilai tragis itu.  “Kami ikhlas atas kepergian bapak. Mungkin ini sudah takdir almarhum dari yang maha kuasa,” ucap Utama dengan terisak. (cr5)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional