Menu

Ambulans Persatuan Keluarga Daerah Pariaman (PKDP) Bermanfaat bagi Warga

  Dibaca : 57 kali
Ambulans Persatuan Keluarga Daerah Pariaman (PKDP) Bermanfaat bagi Warga
BERMANFAAT—Keberadaan Ambulans milik paguyuban Persatuan Keluarga Daerah Pariaman (PKDP) Kota Cilegon bermanfaat bagi warga.

PADANGPARIAMAN, METRO–Keberadaan Ambulans milik paguyuban Persatuan Keluarga Daerah Pariaman (PKDP) Kota Cilegon hingga sangat bermanfaat bagi masyarakat. Ambulan tersebut tidak hanya kepada warga Pariaman, tapi juga warga asal daerah Minangkabau lainnya.

“Ambulan itu bisa digunakan kapan dan untuk ke mana saja. Tak hanya dalam seputaran Cilegon atau Banten, Jawa, tapi juga sampai ke Bumi Minang, tanah leluhurnya. Tak hanya warga yang sakit, tapi juga untuk mengantar jenazah,” kata Firman Daus dan Tarmizi Chaniago, sopir ambulan Persatuan Keluarga Daerah Piaman (PKDP) tersebut kemarin.

Katanya, ambulan telah tiga kali mengangkut jenazah dari Cilegon ke Sumatera Barat. “Dua kali ke Solok dan sekali ini ke Lubuk Alung, Kabupaten Padangpariaman,” katanya.

Jadi, katanya, ambulan memang milik paguyuban PKDP. Tetapi, ketika sudah berhadapan dengan korban kematian, identitas demikian jadi hilang. Namun  warga PKDP tentu jadi prioritas utama dalam hal ini. “Ke Timur Pulau Jawa kami pernah juga mengangkut jenazah, seperti ke Solo dan Surabaya,” ujarnya.

Firman Daus yang asli Jambak Lubuk Alung lama di Koto Tinggi, Enam Lingkung dan Tarmizi Chaniago yang asli Katapiang, beristrikan orang Sungayang, Kabupaten Tanah Datar ini termasuk sopir andalan ambulan milik PKDP tersebut. Mereka mengerti kerusakan dan kebaikan kendaraan yang mereka bawa. “Ambulan ini sudah jalan tiga tahun, sejak PKDP diketuai Muharman Koto. Sekarang, Ketua PKDP Cilegon Edi Adam,” sebutnya.

Firman dan Tarmizi paling suka, jika saat membawa jenazah itu konvoi tak terpisah sampai di lokasi tujuan. Sehingga pemakaman bisa dilaksanakan lansung. Kalau rombongan pengiring terlambat, proses pemakaman jadi tertunda. Kasihan jenazahnya. Bagi mereka, demi menghemat waktu, hanya sekali saja berhenti makan di Tampino, Jambi.

Dihubungi via telepon seluler Kamis (5/8), seorang pengurus PKDP Putrri Wahyu Novika yang berasal dari Nagari Kapalo Koto, Kecamatan Nan Sabaris me­nyebut, prosesi pemberangkatan jenazah lumayan singkat. Penyediaan peti, pemberian formalin dan pengurusan surat keterangan kematian sebagai surat jalan difasilitasi berbagai pihak.  (efa)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional