Close

Alumni Pilgub Sumbar

image description

Oleh: Reviandi

Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumbar 2020 telah menasbihkan Mahyeldi-Audy Joinaldy sebagai pemenang. Yang namanya kontestasi Pilkada, yang menang tentu hanya satu pasang, yang punya suara terbanyak. Yang lain, ya sabar dulu. Tunggu periode berikutnya, atau cari target lainnya. Dengan empat pasangan calon yang bertarung, artinya ada tiga pasangan atau enam orang yang kalah.

Hasil Pilgub Sumbar yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatra Barat, Mahyeldi-Audy Joinaldy meraih suara terbanyak dengan 726.853 suara atau 32,43 persen). Disusul Nasrul Abit-Indra Catri 679.069 suara, Mulyadi-Ali Mukhni 614.477 suara dan Fakhrizal-Genius Umar 220.893 suara.

Menarik kita menelisik, kemana para “alumni” Pilgub langsung keempat sepanjang sejarah Sumbar ini. Apakah mereka akan terjun atau berperan dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 mendatang. Yang jelas, Mahyeldi sebagai Ketua DPW PKS Sumbar tentu dapat target menaikkan kursi PKS di Sumbar dan Kabupaten/Kota. Begitu juga dengan Audy Joinaldy yang menjadi ketua DPP PPP, bertanggung jawab kepada partainya.

Merujuk kepada nomor urut saat menjadi Cagub-Cawagub, kita mulai dari Ir Mulyadi. Nomor urut 1. Putra Agam ini dipastikan akan kembali ke tempatnya berkarya sebelumnya, DPR RI. Sebagai ketua DPD Partai Demokrat Sumbar, Mulyadi sudah kembali memasang alat peraga pengenalan dirinya. Sumbar II yang terdiri dari Padangpariaman, Kota Pariaman, Agam, Bukittinggi, Payakumbuh, Limapuluh Kota, Pasaman dan Pasaman Barat akan dijajal Bang Mul.

Sebagai petarung yang baru selesai menjelajah 19 Kabupaten/Kota di Sumbar sebagai calon Gubernur, tentu Mulyadi tidak akan gamang bertarung. Apalagi, dia tahu, lawannya pada Pileg 2024 mendatang adalah orang yang mendapat berkah majunya dia ke Pilgub dan harus mundur dari DPR. Mulyadi, diperkirakan akan menang mudah dan meraih kursi DPR RI.

Namun, apakah dia akan kembali bertarung di Pilkada Sumbar 2024, itu belum ada yang bisa memastikan. Karena, aturan UU Pilkada masih mengharuskan wakil rakyat mundur jika maju Pilkada. Ada informasi, aturan ini akan coba diubah oleh sejumlah bakal calon yang akan bertarung. Jika ini terjadi, mungkin saja Mulyadi akan maju kembali. Karena, pernah kalah Pilkada, dan terbuang dari Senayan itu sakit.

Calon Wakil Gubernur Ali Mukhni sebelumnya adalah Ketua DPW Partai Amanat Nasional (PAN), namun diganti oleh Indra Dt Rajo Lelo jelang Pilkada berlangsung. Setelah gagal Pilgub dan mengakhiri dua periode jabatan Bupati Padangpariaman, Ali Mukhni jarang tampil di muka publik. Informasinya, dia kembali menjalankan usaha yang sebelum menjadi Wakil Bupati Padangpariaman 2005-2010 dikerjakannya.

Disebut-sebut, Ali Mukhni akan maju ke DPR RI dari Dapil Sumbar II, sama dengan Mulyadi. Soal partai politik yang ditumpangi, kemungkinan besar PAN. Karena, anak kandungnya M Iqbal masih berstatus anggota DPRD Sumbar dari PAN. Dan akan maju kembali untuk periode keduanya dari partai yang sama di Dapil Sumbar II (Padang­pa­riaman dan Pariaman).

Calon Gubernur nomor urut 2, Nasrul Abit juga disebut akan maju ke DPR RI dari Dapil Sumbar 1. Namun harapan itu tidak bisa terwujud, karena telah meninggal dunia 28 Agustus 2021. Sang anak, Nasta Oktavian pun ternyata lebih memilih maju mencadi calon anggota DPD RI ketimbang DPR dan telah mendaftar ke KPU Sumbar.

Calon Wakil Gubernur Sumbar Indra Catri (IC) juga tidak akan tinggal diam pada Pileg 2024. Bupati Agam dua periode ini telah mendaftarkan diri sebagai calon anggota DPRD Sumbar dari Dapil Sumbar III (Agam dan Bukittinggi). IC sepertinya belum berani menantang incumbent DPR RI dari Gerindra Ade Rezki Pratama yang sudah punya jaminan suara sampai 100 ribu di Dapil itu.

Langkah IC ini sebenarnya sudah benar, apalagi berkaca kepada Bupati Agam dua periode juga, Aristo Munandar. Alumni Pilgub Sumbar 2010 ini para Pileg 2019 maju ke DPR RI dan tumbang dari John Kennedy Aziz dari Golkar. Padahal, dia sudah satu periode di DPRD Sumbar (2014-2019) dari Dapil yang sama dengan IC. Kita lihat saja, apakah IC bisa menambah kursi di Dapilnya, atau hanya “mengge­ser” Ismunandi Sofyan dari posisi itu.

Calon Gubernur nomor urut 3, Irjen Pol (pur) Fakhrizal lebih heroik lagi. Pasca-Pilgub dan otomastis pensiun dari Polri, putra Agam ini bergabung dengan PDI Perjuangan. Partai yang sebenarnya kurang hebat di Sumbar, apalagi di Sumbar II. Dengan keyakinannya, Fakhrizal disebut bakal maju ke DPR RI dari Dapil itu.

Kursi PDIP di Dapil Sumbar II pada Pileg 2019 hilang dan digantikan PAN. Sebelumnya, Pileg 2014 sempat diisi Agus Susanto. Apakah Jenderal bisa mengembalikan kejayaan PDIP di sana atau tidak, tentu tergantung dari lacuik tangannya. Apakah Kapolda ninik mamak yang melekat padanya selama lebih dari dua tahun menjabat akan membantunya meraih sura, kita lihat saja.

Yang jelas, Fakhrizal adalah nama yang sangat layak untuk dimajukan ke DPR RI mewakili Sumbar. Dia memiliki latar belakang polisi dan banyak berbuat selama menjadi Kapolda Sumbar. Dia juga memiliki kolega yang banyak di tingkat pusat, termasuk mantan Panglima TNI yang sekarang ini Menteri Agraria dan Tata Ruang Jenderal (pur) Hadi Tjahyanto yang merupakan kawan satu letingnya.

Wakilnya Fakhrizal, Genius Umar masih menja­bat sebagai Wali Kota Pariaman sampai 2024. Dia ma­sih satu periode dan tentu akan maju kembali pada Pilwako Pariaman 2024. Soal partai, Genius saat ini disebut telah hijrah ke Partai Gerindra dan men­jadi Ketua Dewan Penasehat DPC Gerindra Kota Pa­ria­man. Meski dia juga masih dikait-kaitkan dengan PAN.

Genius, tentu kembali berpikir ulang kalau harus meninggalkan kursi Wako Pariaman untuk maju Pileg 2024 atau Pilgub. Dia masih muda dan bisa bersabar kalau harus maju ke Senayan atau Kantor Gubernur. Genius bakal memilih maju Pilwako Pariaman untuk periode keduanya. Bahkan, dia sempat mengaku siap mendukung Ketua DPD Gerindra Sumbar Andre Rosiade menjadi calon Gubernur Sumbar.

Kemanapun para mantan ini berlabuh di kemudian hari, semoga mereka tidak hanya berpikir untuk kepentingan pribadi. Tapi juga memikirkan masyarakat yang pernah memberikan harapan kepadanya, baik sukses terpilih atau tidak. Seperti yang dikatakan mantan Presiden RI BJ Habibie, “Masa lalu saya adalah milik saya, masa lalu kamu adalah milik kamu, tapi masa depan adalah milik kita.” Semoga Langkah-langkah para mantan ini bisa membuat Sumbar lebih maju. (Wartawan Utama)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top