Menu

Alumni Pertanian Unand 92 Bantu Mahasiswa

  Dibaca : 536 kali
Alumni Pertanian Unand 92 Bantu Mahasiswa
SEMBAKO— Ketua alumni Pertanian Unand angkatan ‘92, Timeldi Sadar menyerahkan paket sembako ke Dekan Faperta Dr Munzir Busniah.

PAUH, METRO
Alumni Pertanian Unand angkatan ‘92 membagikan puluhan paket sembako bagi para mahasiswa yang membutuhkan, terlebih dalam situasi serba terbatas saat ini akibat Covid-19. Hal ini sebagai bentuk kepedulian dan penyambung silaturahmi antara alumni dan almamater.

Penyerahan paket tersebut diberikan ketua alumni angkatan ‘92, Timeldi Sadar di kampus Limau Manis Padang, Rabu (15/4). Bantuan ini diterima secara simbolis oleh Dekan Fakultas Pertanian Unand, DR  Ir Munzir Busniah Msi dan perwakilan dari Fakultas Teknologi Pertanian Unand dan langsung diserahkan kepada mahasiswa yang membutuhkan.

Timeldi Sadar menyampaikan, paket sembako tersebut merupakan bentuk kepedulian alumni bagi almamater khususnya bagi adik-adik mahasiswa yang membutuhkan. Paket yang berisikan kebutuhan pokok berupa beras dan akomodasi lainnya itu merupakan hasil sumbangan suka rela dari keluarga besar alumni angkatan ‘92 yang tersebar di seluruh Indonesia.

Tercetusnya ide tersebut, menurut Timeldi, berasal dari diskusi yang intens dilakukan di grup online, mengingat keberadaan para alumni tersebut telah tersebar. Diskusi mendapat tanggapan positif dari anggota grup dan dengan sukarela  berbagi. Mengingat dampakyang diakibatkan wabah Covid-19 yang menyentuh kepada seluruh sektor kehidupan apalagi bagi mahasiswa yang jauh dari keluarga.

Timeldi mengungkapkan,  bentuk bantuan ini merupakan sumbangan kedua yang dilakukan oleh keluarga besar Pertanian Unand  angkatan ’92. Bantuan yang lebih dulu dilaksanakan adalah menyumbangkan uang tunai kepada IKA Unand Padang yang bertujuan untuk meringankan beban bagi yang membutuhkan.

Dekan Fakultas Pertanian Unand, Munzir Busniah menyampaikan terima kasih yang sangat besar atas perhatian dan kepedulian dari alumni khususnya Angkatan ‘92.  Dia berharap agar kegiatan ini juga dapat menggugah pihak –pihak lain untuk ikut serta.

“Para mahasiswa yang mendapat bantuan tersebut merupakan mahasiswa dari berbagai daerah dan belum bisa pulang ke keluarga masing-masing. Di antara mereka kebanyakan sedang menyelesaikan proses penelitian untuk tugas akhir sebagai salah satu sarat  mendapatkan gelar sarjana,” katanya.

Munzir megungkapkan Faperta Unand telah meluncurkan program  Study And Farm From Home (SAFFH)  atau program bertanam di rumah bagi mahasiswa semasa belajar dari rumah.

Bentuk progam ini ditawarkan kepada mahasiswa terpilih untuk menanam komoditi pertanian di rumah masing-masing dengan diberi bantuan sebesar Rp1 juta per mahasiswa untuk keperluan membeli bibit dan sarana produksi lainnya. Diharapkan dalam kondisi seperti ini mahasiswa di samping belajar dari rumah juga tetap produktif.

Mewakili Fakultas Teknologi Pertanian Dr Ifmalinda STP MP menyampaikan rasa terimakasih yang sebesar-besarnya, mengingat bantuan tersebut memiliki arti yang sangat besar bagi mahasiswa  yang tidak bisa pulang kekeluarganya.

Apalagi, katanya, mahasiswa dari Fakultas Teknologi Pertanian ini ada yang berasal dari Papua dan setiap angkatan ada sekitar dua  atau tiga mahasiswa yang mendapatkan bantuan beasiswa dari Pemda setempat. Sehingga bagi merekayang jauh dari kampung bantuan ini merupakan sesuatu yang sangat berharga. Malahan pada kondisi tertentu para dosen ikut menyumbang untuk membantu mahasiswa mengahadapi situasi sulit seperti ini. (rel)

Editor:
Tags
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional