Menu

Alih Fungsi Lahan makin Menggila, Warga Menjerit Karena Banjir

  Dibaca : 136 kali
Alih Fungsi Lahan makin Menggila, Warga Menjerit Karena Banjir
Kepala BPBD Kota Padang, Barlius

BY PASS, METRO
Alih fungsi lahan menjadi lokasi perumahan telah menyebabkan banjir yang merendam rumah-rumah warga ketika hujan lebat. Namun fenomena ini tak terbendung oleh Pemko Padang hingga saat ini.

“Lah acok dirandam banjir kini. Biasonyo ado bukit yang menahan aia dari ateh. Kini lah dibangun rumah. Aia hujan lah mancoro se ka bawah. Marandam rumah-rumah kami,”sebut Wandi (34), salah seorang Bukit Napa, Kuranji.

Tak hanya air yang besar, setiap kali hujan datang, air bercampur lumpur bercucuruan seperti air bah dari arah Bukit. “Semoga kondisi ini tak terus berlanjut. Karena semakin banyak perumahan, semakin besar banjir ini,” tandas Wandi.

Warga lainnya, Imun (45) juga mengeluhkan hal yang sama. Setiap cuaca hujan, air dari aliran drainase yang ada di depan rumahnya semakin besar debitnya. Airnya pun berwarna coklat pekat karena tanah dari bukit. “Pas aia masuk ka rumah baun lumpua yo sangaik menyengat,” tandasnya.

Kepala BPBD Padang, Barlius mengatakan, bahwa warga harus selalu waspada. Hujan yang datang tiap hari dikhawatirkan akan banjir dan longsor. Diharapkan masyarakat lebih waspada dengan keselamatan masing-masing.

“Intensitas hujan hampir tiap hari, makanya kita mengimbau bagi warga yang tinggal di daerah kerendahan dan daerah lereng atau kaki bukit untuk selalu waspada akan bahaya banjir, longsor dan pohon tumbang,” sebut Barlius.

Ia mengatakan, makin banyakmya alih fungsi lahan memperparah kondisi banjir. Hal ini karena tak ada lagi daerah serapan air. Begitu juga tanah yang sering diterpa air hujan bisa bergeser dan konturnya mengandung air, sehingga rentan longsor.

Saat ini, di Kota Padang ada beberapa titik lokasi yang rawan longsor. Seperti di Bukit Gado-gado, Seberang Padang, Bukit Turki, Gates dan lainnya. Warga yang tingggal di lereng atau kaki bukit harus siap dengan kemungkinan longsor.

Barlius mengharapkan, jika ada tanda-tanda berbahaya, warga secara mandiri diharapkan segera menyelamatkan diri masing-masing ke tempat yang lebih aman. Kemungkinan terjadinya longsor bisa disebabkan karena hujan yang secara terus menerus dan lebih dari tiga jam.

“Kita berharap jika ada tanda-tanda yang berbahaya, segeralah menyelamatkan diri tanpa harus tunggu intruksi,” tandas Barlius.

Menurut Barlius, fenomena hujan ini akan berlangsung sampai akhir tahun. Saat ini ada beberapa titik banjir. Seperti kawasan Lolong, Ulak Karang, Rawang, Lapai, Alai dan beberapa titik lainnya. (tin)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional