Menu

Alhamdulillah, Udara Padang Sudah Sehat

  Dibaca : 2068 kali
Alhamdulillah, Udara Padang Sudah Sehat
Direktur Registrasi dan Identifikasi Korlantas Polri Brigjen Yusuf.
Pantai Padang - web

Warga Kota Padang mulai keluar dari rumah mereka, setelah asap menipis pascaturun hujan yang cukup lebat dan lama.

AIEPACAH, METRO–Bapedalda Padang merelis, indeks udara Kota Padang (pm10), pada Minggu (1/11), sudah turun ke level sedang yakni, 71 ug/m3. Dalam kondisi ini, warga sudah mulai diperbolehkan melepas masker.

”Sekarang sudah aman. Udara sudah normal kembali. Matahari sudah tampak, langit dan awan juga mulai terlihat jelas. Silahkan lepaskan masker,” ujar Kepala Bapedalda Kota Padang Edy Hasymi kepada POSMETRO, Minggu (1/11).

Angka 71 ug/m3 itu, kata Edy sudah dalam kondisi normal. Namun, sebenarnya kondisi terbaik untuk pernapasan adalah 1-50 ug/m3 (kategori sehat). Namun meski demikian, masyarakat tetap harus waspada dan menyediakan masker. Karena asap mengandung debu bisa saja kembali lagi. Menurut Edy, kondisi asap sangat tergantung pada daerah sumber dan arah angin. Jika sumber api masih ada dan arah angin menuju Sumbar, maka Kota Padang juga akan terimbas lagi.

“Kita berdoa saja semoga kabut asap ini bisa berakhir. Kalaupun masih ada sumbernya, kita berharap asap itu tak dibawa angin ke sini,” urainya.
Kemarin, langit Kota Padang memang terlihat mulai cerah dan kabut asap sudah tidak cukup tebal lagi. Bahkan sekitar pukul 10.00 WIB pagi, matahari sudah terlihat menyinari Kota Padang.

”Ya, alhamdulilah sejak Minggu pagi matahari sudah terlihat kembali, hujan juga turun setiap hari. Sehingga bisa dikatakan Padang sudah terbebas dari kabut asap,” ujar salah seorang warga, Dodi (42).

Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang Habibul Fuadi mengatakan, mulai hari ini, Senin (2/11) aktivitas belajar mengajar kembali seperti biasa. Murid-murid PAUD, TK, SD, SMP dan SMA diminta kembali ke sekolah dan melanjutkan pelajaran yang sempat tertinggal. ”Mari kita ke sekolah lagi. Kondisi sudah normal,” ujar Habibul.

Namun, jika nanti kondisinya berubah, Dinas Pendidikan, kata Habibul, akan kembali memberitahu informasi terbaru kepada guru-guru. “Sepanjang tak ada pengumuman libur sekolah, berarti aktivitas sekolah kembali seperti semula,” ujarnya.

Sementara Kabag Humas Pemko Padang Mursalim menyebutkan, sejak beberapa hari belakangan ini kabut asap di Padang memang cukup tebal. Ditambah lagi musim kemarau yang melanda, sehingga debit air di sungai mengalami penurunan. Melihat kondisi tersebut Pemerintah Kota Padang dan Pemprov Sumbar menggelar shalat istisqa pada Kamis (29/10) di Masjid Raya Sumbar, meminta agar hujan mengguyur Kota Padang.

Langit Kembali Biru

Sepanjang Minggu, langit Kota Padang kembali membiru setelah beberapa hari tertutup paparan kabut asap. Secercah harapan kembali timbul ketika setelah curah hujan yang meningkat pesat dalam beberapa hari terakhir. Padahal beberapa waktu lalu ISPU di kota Bingkuang ini  mencapai angka 400 lebih, yang mengindikasikan udara yang dikonsumsi sudah sangat tidak sehat.

Di beberapa ruas jalan juga terlihat aktivitas pengendara kendaraan roda dua juga telah meninggalkan maskernya. Di mana dalam beberapa hari terakhir benda tersebut terlhita akrab di wajah para pengemudi sepeda motor. Selain itu, masker sudah menjadi bahan wajib yang harus digunakan oleh warga dalam beraktivitas. Namun kini terlihat masker sudah mulai ditinggalkan, semoga ini menjadi awal baru yang lebih baik lagi.

”Alhamdulillah,. udara sudah mulai terasa segar kembali, setelah beberapa waktu lalu kabut sangat pekat bahkan secara kasat mata agak bewarna. Namun saat ini langit sudah kembali terlihat bersih, matahari sudah mulai kelihatan. Semoga ini pertanda baik, paparan asap tidak lagi datang kesini,” ungkap Eko Riyanto, salah seorang pedagang nasi goreng kepada POSMETRO, Minggu (1/10).

Dikatakannya, bahwa pada dalam dua pekan lebih, kondisi kabut sangat parah sehingga menyebabkan dirinya tidak berjualan, karena kondisi asap yang semakin parah. ”Tiga hari saya tidak berjualan karena udara yang tidak sehat serta kabut asap sudah sangat mengganggu. Namun, hari ini rasanya udara terasa bersih dan sehat tidak seperti dahulu. Entah ada hubungannya atau tidak semenjak bapak SBY datang hujan kembali membasahi kota ini,” ucapnya polos.

Sementara itu, Arifin (45) warga Siteba, tidak lagi mengenakan masker dalam berkendaraan. Menurutnya, udara sekarang sudah tidak berbahaya lagi, sehingga dia tak perlu memakai masker. ”Dalam beberapa minggu ini saya rutin menggunakan masker, karena jika tidak memakai masker ketika bernapas agak mulai terasa menyesakkan. Apalagi mobilitas dengan menggunakan sepeda motor cukup tinggi,” ungkapnya.

Ia berharap, semoga paparan asap dari provinsi tetangga tidak lagi mendatangi Kota Padang. Menurutnya, serangan asap sangat berbahaya dan membuat wilayah kota menjadi gelap. ”Sekarang, kita sudah bisa melihat matahari pada siang hari bahkan bulan pun bisa terlihat dengan mata telanjang. Alhmadulillah atas pertolongan dari Allah ini, semoga kabut asap tidak lagi menghampiri kita,” tutupnya. (tin/o)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional