Menu

Alat Tambang Emas Ilegal di Dharmasraya Dibakar

  Dibaca : 2248 kali
Alat Tambang Emas Ilegal di Dharmasraya Dibakar
Ketua DPC PPP Kota Solok Herdiyulis, perwakilan Audy Joinaldy yang menyerahkan bantuan APD untuk Tagana Kota Solok.
Alat tambang dibakar - web

Alat penyedot emas di tambang ilegal yang ada di bawah Jembatan Sungaidareh, Nagari Empat Koto, Kecamatan Pulaupunjung, Dharmasraya, dibakar anggota kepolisian, Selasa (13/10/2015).

DHARMASRAYA, METRO–Petugas Polres Dharmasraya membakar belasan alat penyedot emas ilegal yang beroperasi di bawah Jembatan Sungaidareh, Nagari Empat Koto, Kecamatan Pulau Punjung, Selasa (13/10). Namun, aksi itu bukan berarti tambang ilegal musnah di Dharmasraya. Di hulu sungai, penambangan masih berlangsung dan belum tersentuh aparat kepolisian.

Kapolres Dharmasraya AKBP Lalu Muh Iwan Mahardan langsung memimpin pembakaran alat-alat yang dipergunakan untuk melakukan kegiatan penambangan tersebut. Sebanyak 9 unit mesin merek Robin yang dipergunakan masyarakat untuk melakukan kegiatan penambangan emas, lengkap dengan pelampung, asbuk dan pipa, dibawa ke tepi sungai dan diamankan.

Setelah alat-alat tersebut dikumpulkan di pinggir sungai batang hari, Kapolres memerintahkan untuk membakar habis semua alat-alat tersebut. Masyarakat setempat berkumpul menonton aksi penertiban.

Sebelum dilakukan pembakaran, Ketua Pemuda Pasar Lama, Iwan mencoba berkomunikasi dengan Kapolres Dharmasraya. Namun, menemui jalan buntu. Iwan berharap agar alat tak dibakar. Namun, Kpaolres bersikukuh untuk memusnahkannya.

Di hadapan Kapolres, Iwan memohon agar Kapolres memberikan solusi lain agar alat-alat tersebut tidak dibakar, sebab menurutnya kegiatan itu adalah mata pencarian masyarakat. Sekadar cari makan, bukan mencari kaya, seperti penambang ilegal yang menggunakan alat berat.

”Penambangan emas ini kita akui menyalahi aturan, namun kita minta Kaporles mempertimbangkan lagi karena ini adalah mata pencarian masyarakat. Apalagi ada masyarakat kita yang melakukan peminjaman untuk bisa membeli alat-alat itu,” ujarnya.

Iwan juga berharap Kapolres juga membasmi seluruh pelaku penambangan emas yang ada di wilayah Dharmasraya. Menurutnya, keruhnya Sungai Batang Hari, disebabkan adanya penambangan emas di hulu sungai batang hari mulai dari Solok Selatan. ”Kita minta Kapolres tidak tebang pilih dalam penertiban tambang emas ini,” ungkapnya.

Kapolres Dharmasraya, AKBP Lalu Muh Iwan Mahardan kepada sejumlah wartawan mengungkapkan, aksi penambangan emas yang dilakukan masyarakat ini sudah merusak alam dan lingkungan, selain menyebabkan air sungai menjadi keruh. Penggunaan air raksa jelas sangat merusak kesehatan masyarakat.

Dikatakannya, penertiban penambangan emas ini akan dilakukan di seluruh wilayah Dharmasraya tidak saja di Kecamatan Pulau Punjung. Apalagi selama 4 hari sebelumnya Polres Dharmasraya telah melakukan sosialisasi ke masyarakat untuk menghentikan penambangan emas ilegal ini.

”Kita tetap konsisten untuk memberantas penambangan emas ilegal di seluruh wilayah Dharmasraya tanpa tebang pilih. Kerena dampak dari penambangan emas ini selain merusak alam juga berdampak terhadap kesehatan masyarakat,” ungkapnya.

Operasi yang dilakukan jajaran Polres Dharmasraya ini, disebutkan Kapolres, telah mendapat persetujuan Pemkab dan DPRD Dharmasraya. Apalagi menurut mereka itu juga keinginan masyarakat.

”Kita semu tentu ingin sungai Batang Hari kembali jernih,” sebutnya. Dari penertiban penambangan emas di bawah jembatan Sungai Dareh ini Polres Dharmarsaya tidak ada membawa atau menahan satu orangpun pelaku kegiatan penambangan. (hen)

Editor:
KOMENTAR

1 Komentar

  1. karbon aktif

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional