Close

Alat Berat Disiagakan di Lokasi Rawan Longsor, Pemudik Diminta Waspada saat Pulkam

Ilustrasi Daerah Rawan Tanah Longsor.

PADANG, METRO – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar meminta pemudik dari perantauan untuk berhati-hati dalam perjalanan menuju kampung halaman, terutama melewati jalur lintas di Sumbar.

Daerah jalur lintas di Sumbar merupakan daerah rawan bencana longsor maupun banjir. Apalagi, diprediksi karena mahalnya harga tiket pesawat, pemudik akan mendominasi jalur darat. Ada beberapa titik rawan bencana yang harus diwaspadai saat mudik lebaran.

“Kita rincikan daerah itu diantaranya, Sitinjau Lauik, Lembah Anai, Kelok 44, Palupuah Agam, sebagian jalan arah Pesisis Selatan tapi tidak terlalu berisiko dan daerah Pangkalan, Limapuluh Kota,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Sumbar, Erman Rahman, kemarin.

Ia menyebutkan, pemudik mesti hati-hati di jalur tersebut sebab, selama ini sering terjadi bencana seperti tanah longsor dan terban. Lebih lanjut Rahman menjelaskannya, titik-titik berpotensi terjadi penumpukan kendaraan yang menyebabkan kemacetan di Lembah Anai, Baso, dan Padang luar serta Sitinjau Lauik.

“BPBD menyiagakan 24 jam personel dan tim juga ada yang menyiagakan alat berat di titik rawan bencana,” tukasnya.

Terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Sumbar, Dedi Rinaldi menyampaikan, untuk menjamin mudik lebaran, pihaknya bersama Balai Jalan dan stakeholder terkait akan menempatkan alat berat di lokasi longsor.

“Kegunaan alat berat agar seketika terjadi bencana longsor langsung bisa ditangani, sehingga jalur mudik lancar dari tumpukan kendaraan akibat bencana alam. Alat berat mulai kami siapkan H- 7 sampai H+7,” tuturnya.

Dilanjutkan, alat berat berupa loader dan dump truck akan ditempatkan di Kelok 44, Sicincin Malalak, Lembah Anai, Sitinjau Lauik dan di daerah Pangkalan.

“Alat dari kita (PU Sumbar) dan Balai Jalan (Pusat). Jadi seketika terjadi longsor langsung dibereskan,” pungkasnya. (fan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top