Menu

Alami KDRT, Welly Polisikan Suami

  Dibaca : 129 kali
Alami KDRT, Welly Polisikan Suami
LUKA MEMAR— Korban Welly Yusafitri (35) memperlihatkan luka memar akibat mengalami KDRT oleh suaminya hingga dilaporkan ke Polisi.

PADANG, METRO
Kisah pilu menimpa seorang perempuan bernama Welly Yusafitri (35) warga Komplek Vilano Jaya, Kelurahan Kubu Dalam Parak Karakah, Kecamatan Padang Timur.  Sejak 7 bulan belakangan ini tidak mendapatkan nafkah baik lahir maupun batin dari suaminya yang telah menikahinya sejak bulan Juli tahun 2020 yang lalu.

Lebih mirisnya lagi, satu minggu menjalani bahtera rumah tangga, Welly sudah mendapatkan perlakuan yang kurang mengenakkan dari suaminya yang berinisial CH, hingga akhirnya pada bulan September 2020 ia diusir oleh suaminya dan terpaksa tinggal di rumah orang tuanya hingga saat sekarang.

Welly yang bekerja di salah satu perusahaan swasta di kota Padang ini saat ditemui Rabu (21/4) menceritakan bagaimana awalnya dia dan suaminya tersebut bertemu hingga tumbuh benih-benih cinta diantara mereka.

“Pertemuan pertama itu terjadi di dalam sebuah komunitas mobil dimana dia yang menjadi ketuanya saat itu sekitaran bulan September dah Oktober 2019. Hingga pada bulan Maret 2020 mulai intensnya komunikasi dengan dia dan pada bulan April mulai menjalin asmara di antara kami berdua dan resmi menikah Juli 2020,” ujar Welly.

Diungkapkannya, sejak awal perkenalan dengan hingga dinyatakan sah menjadi suami istri, dia tidak pernah melihat tabiat buruk dari suaminya tersebut hingga ia pun percaya bahwa pria tersebut adalah jodohnya yang diberikan oleh tuhan.

“Memang pas proses lamaran sedikit ada kendala dimana pihak keluarganya meminta seserahan sebagai syarat 20 emas yang jika di rupiahkan saat itu sekitaran Rp 50 juta. Selain itu, kelurganya juga meminta untuk menikah siri selama 2 tahun karena status anaknya sebagai PNS,” sebutnya.

Namun hal tersebut ditolak oleh keluarga Welly, hingga terjadi pengusiran oleh pihak keluarga suaminya tersebut yang berada di Payakumbuh. Sehingga pulang kembali ke Padang.

“Namun keesokan harinya dia meminta maaf kepada saya dan kelurga mewakili keluarganya yang ada di Payakumbuh. Hingga akhirnya sah menikah yang telah disetujui oleh kedua belah pihak keluarga,” ungkapnya.

Seminggu menjalani bahtera rumah tangga, Welly benar-benar merasakan bagaimana indahnya berkeluarga. Namun semua itu buyar, setelah dirinya mendapatkan kabar bahwa suaminya tersebut telah menikah siri di Pekanbaru. Selain itu dirinya pun mendapatkan kabar bahwa suaminya tersebut selingkuh dengan wanita lain padahal mereka baru saja melangsungkan pernikahan.

“Setelah saya memasuki rumahnya dan tinggal di sana yang ada di kawasan Parupuak Tabiang, semua yang saya rasakan awalnya kebahagian, akhirnya berubah menjadi sengsara. Permasalahan awal yang muncul yaitu jika saya pulang kerja pukul 18.00 WIB, maka pintu pagar akan dikuncinya, sehingga apabila saya ingin masuk, saya harus sujud di kakinya agar bisa masuk ke dalam rumah,” jelasnya sembari meneteskan air mata.

Sambil menyeka air matanya, Welly melanjutkan cerita, bahwasanya apapun kegiatan yamg akan dilakukannya wajib melaporkan kepada suaminya walaupun itu hanya melakukan hal-hal kecil seperti menghidupkan TV maupun kipas angin.

“Pernah pada saat membersihkan rumah, saya memindah sementara letak bantal kursi, dia yang melihat hal tersebut langsung marah-marah dan berkata kasar kepada saya,” tuturnya.

Dilanjutkannya, puncak permasalahan terjadi pada saat suaminya meminta buku nikah yang ada padanya. Namun karena takut hal buruk terjadi, kemana pun dia pergi, buku nikah tersebut selalu dibawanya.

“Sehingga kemarahan memuncak dan mengusir saya dari rumah. Saat itu tanggal 23 September 2020. Seluruh pakaian saya dibungkus menggunakan plastik dan diletakkan di luar rumah. Melihat hal itu, saya pun pulang ke rumah orang tua. Namun dua hari setelah itu dia datang menjemput saya dan membawa saya kembali ke rumahnya,”ungkapnya.

Namun, disangka berubah tapi ternyata kediktatoran suaminya tersebut malah makin menjadi hingga tanpa ada alasan yang jelas dia diikat dan dilakban dengan lakban kuning oleh suaminya di bagian kaki dan tangannya yang saat itu terjadi pada tanggal 29 September 2020 dinihari.

“Tidak tahan lagi dengan perlakuan seperti itu, yang bahkan hampir setiap hari menerima perlakuan yang tidak baik, akhirnya saya melaporkan ke polisi atas tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga. Saat ini statusnya telah menjadi tersangka dan akan menjalani persidangan,” katanya.

Untuk status pernikahannya sendiri, dirinya masih menunggu putusan talak yang diberikan oleh suaminya.

“Awalnya saya ingin baikan lagi, namun ini sudah tujuh bulan saya tidak mendapatkan nafkah lahir dan bathin. Selain itu, dia juga bersikukuh ingin berpisah, namun hingga saat ini tidak ada kejelasan, dia pun tidak pernah mengurus ke pengadilan agama,” tutupnya.

Sementara itu, Kasatreskrim Polresta Padang Kompol Rico Fernanda membenarkan telah adanya laporan dalam perkara KDRT yang dialami oleh korban bernama Welly Yusafitri dengan nomor laporan LP/519/B/IX/2020 Resta SPKT Unit I tanggal 29 September 2020.

“Kemudian pada tanggal 5 Februari 2021 terlapor atas nama CH telah ditetapkan menjadi tersangka setelah menjalani pemeriksaan saksi, dan hasil visum. Saat ini, tinggal menunggu kelengkapan berkas yang akan diserahkan ke pengadilan,” jelas Kompol Rico. (rom)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional