Close

Alamak!! Pol PP Berpistol Simpan 70 Gram Sabu

sabu posmetroweb
ilustrasi

DHARMASRAYA, METRO–Berstatus sebagai personel Pol PP Pemkab Dharmasraya, ulah Rizki Amaldi (36), benar-benar jauh dari kesan terpuji. Bukannya bekerja menegakkan Perda, Rizki malah menyimpan narkoba. Tak tanggung-tanggung banyaknya. Ketika ditangkap petugas Polsek Pulau Punjung bersama dua rekannya, Rizki menyimpan 70 gram sabu. Selain sabu, dua air softgun beserta peluru juga disita.

Bersama rekannya, Anggi Putra dan Nurul Hakiki, Rizki digerebek ketika sedang di rumah, Jorong Muaro Momong, Nagari Sungai Kambut, Kecaman Pulau Punjung, Sabtu (2/4) malam. Penggerebekan itu membuat kalimpasiangan. Dia tak menduga, polisi akan menggerebeknya. Upaya Rizki menyembunyikan bukti dan melarikan diri juga tak terealisasi. Rumahnya keburu dikepung.

”Ketiganya ditangkap sedang berada di dalam rumah. Salah satu yang ditangkap oknum Pol PP,” terang Kapolsek Pulau Punjung Iptu Sutrisman, Minggu (3/4).

Dijelaskan Kanitreskrim Ipda Syafrinaldi, dalam penggerebekan, ditemukan barang bukti 70 gram sabu yang dibagi beberapa paket, dua bungkus besar, empat bungkus sedang dan tiga bungkus kecil. Selain itu, dua senpi jenis air softgun lengkap dengan amunisi ditambah 11 amunisi caliber juga turut disita. ”Air softgun yang disita itu milik oknum Pol PP. Sabu dalam jumlah yang cukup banyak tersebut juga ditenggarai miliknya,” papar Syafrinaldi.

Selain sabu dan air softgun, juga disita dua timbangan, empat unit HP, bong, empat pirek dan uang sejumlah Rp495.000. ”Kemudian ketiga tersangka bersama barang bukti tersebut dibawa ke Polsek Pulau Punjung untuk dilakukan penyidikan. Tak ada perlawanan berarti ketika ketiganya diamankan,” ungkap Kanitreskrim.

Dituturkan Kanitreskrim, penangkapan merupakan bagian dari Operasi Berantas Sindikat Narkoba (Bersinar) yang diselenggarakan Polri tahun 2016. Penangkapan dilakukan atas informasi dari masyarakat.

”Informasinya, rumah oknum Pol PP itu sering dijadikan sebagai lokasi transaksi narkoba. Kemudian anggota melakukan penyelidikan untuk mencari kebenaran informasi. Rupanya benar, anggota langsung melakukan penggerebekan,” ungkap Ipda Syafrinaldi.

Ketika diinterogasi, ketiganya memilih bungkam dan belum mau memberikan banyak keterangan. Meski demikian, mereka terancam hukuman berat karena melanggar Pasal 114 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.
”Dengan ancaman kurungan pidana paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun,” sebut Kanit. (cr6)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top