Close

Akibat Korupsi di Telkomsel, Polda Metro Duga Negara Tekor Rp 300 Miliar

DAMPINGI—Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Auliansyah Lubis, didampingi Kabid Humas Polda Metro, Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Kamis (27/5).

JAKARTA, METRO–Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Kom­bes Auliansyah Lubis menga­takan bahwa pihaknya tengah menyelidiki dugaan korupsi yang menyebabkan negara rugi Rp 300 miliar di PT Telkomsel. Untuk itu, penyidik perlu memeriksa Direktur Utama PT Telkomsel Setyanto Hantoro dan Edi Wit­jara selaku Direksi PT Telkomsel. “Lebih kurang (nominal keru­gian) Rp 300 miliar,” kata Au­liansyah di Mapolda Metro Jaya pada Kamis (27/5).

Selanjutnya, Auliansyah men­jelaskan secara singkat duduk perkara dugaan korupsi seba­gaimana dimaksud dalam Pasal 2 Ayat (1) dan/atau Pasal 3 Un­dang-Undang Nomor 31 Ta­hun 1999 telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Ta­hun 2021. Menurut dia, ada du­gaan dana yang dikucurkan oleh Telkom tapi tidak bisa diper­tanggung­ja­wab­kan perun­tukan­nya.

“Makanya, kita klarifikasi. Untuk saat ini masih dalam proses klarifikasi, apakah dana tersebut sesuai dengan yang diadukan masyarakat,” ujarnya. Harusnya, kata dia, dua pejabat Telkomsel dimintai keterangan­nya sebagai saksi pada hari ini Kamis, 27 Mei 2021. Akan tetapi, Auliansyah mengatakan dua orang bos Telkomsel memberitahu penyidik tidak bisa hadir untuk dimintai klarifikasi karena ada alasan persiapan peringatan HUT Telkomsel.

 “Harusnya hari ini ada un­dangan klarifikasi, tapi keduanya ada kegiatan di Telkomsel untuk meminta penundaan. Ada surat dari legal yang bersangkutan masuk kepada kami. Alasannya hari ini ada kegiatan peluncuran untuk 5G dan HUT Telkomsel sendiri,” jelas dia.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Setyanto dipanggil sesuai surat Nomor: B/4381/V/RES.3.3/2021/Ditreskrimsus dan Edi Witjara sesuai surat Nomor: B/4382/V/RES.3.3/2021/Ditres­krimsus tertanggal 21 Mei 2021. Dalam surat tersebut, kedua saksi diminta untuk menemui penyidik pada Kamis, 27 Mei 2021 sekira jam 10.00 WIB.

Dari surat pemanggilan kla­rifikasi tersebut, penyidik sedang melakukan penyelidikan dugaan tindak pidana korupsi terkait pengajuan proposal program sinergi new sales broadband Telkomsel diduga tidak sesuai penerapannya sehingga berpo­tensi mengakibatkan kerugian negara, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 Ayat (1) dan/atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 telah diubah de­ngan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2021.

Penyelidikan kasus ini sesuai Surat Perintah Penyelidikan Nomor: Sp.Lidik/1576/V/RES.3.3/2021/Ditreskrimsus, tanggal 6 Mei 2021. Sementara, penye­lidikan kasus ini sebagai tindak lanjut dari laporan informasi Nomor: LI/107/V/RES.3.3/2021/Ditreskrimsus, tanggal 6 Mei 2021. (dil/jpnn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top