Menu

Akhir Tahun, 70 Persen Warga Padang sudah Vaksin, Varian Delta Masuk, Risiko Penularan Lebih Cepat

  Dibaca : 221 kali
Akhir Tahun, 70 Persen Warga Padang sudah Vaksin, Varian Delta Masuk, Risiko Penularan Lebih Cepat
RAPAT EVALUASI— Wali Kota Padang Hendri Septa bersama Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Feri Mulyani Hamid, melakukan rapat evaluasi pelaksanaan PPKM yang sudah berlangsung selama 2 pekan.

AIA PACAH, METRO–Kasus positif Covid-19 di Kota Padang selalu stabil di angka tinggi. Artinya hampir rata-rata 400 orang terjangkit Covid-19 per hari. Bahkan ada sampai mendekati 600 orang.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Padang Feri Mulyani mengatakan, tingginya kasus positif di Kota Padang, karena memang varian Delta sudah masuk ke Sumatera Barat. Di ma­na risiko penularannya le­bih cepat.

“Oleh karena itu, kami mengimbau masyarakat untuk patuh dengan pro­tokol kesehatan. Yang paling penting itu adalah pakai masker dengan benar. Bah­­kan sekarang memang sudah dianjurkan memakai masker dua lapis,” sebut Ferimulyani, Kamis (22/7).

Disebutkan Feri Mul­yani, varian Delta ini me­nu­larnya lebih cepat. Kalau dulu orang yang baru ter­infeksi misalnya 5 hari baru bergejala, sekarang 1 atau 2 hari sudah menim­bul­kan gejala.

“Umumnya seseorang yang terjangkit varian De­l­ta akan mengalami demam tinggi, mual, muntah-mun­tah lebih hebat, kemudian batuk menimbulkan sesak lebih cepat,” ucapnya.

Makanya untuk men­cegah penularan lebih luas lagi, Pemko Padang meng­gen­carkan vaksinasi untuk membentuk kekebalan ke­lom­pok.

“Kita berharap sampai Desember nanti, 70% ma­syarakat Kota Padang su­dah divaksin. Kalau sudah divaksin tentunya keke­balan kelompok akan ter­jadi. Perlahan-lahan bisa dipastikan kita akan bisa keluar dari pandemi Covid-19,” tuturnya.

Evaluasi PPKM

Sebelumnya, Wali Kota Padang Hendri Septa me­nilai, Pemberlakuan Pem­ba­tasan Kegiatan Masya­rakat (PPKM) cukup efektif. Terutama dalam mem­ba­ngun kesadaran warga untuk vaksin.

“Kalau kita melihat dari segi bagaimana mengajak masyarakat untuk bisa melakukan vaksin, pelak­sa­naan PPKM saya nilai cukup efektif,” terang Hen­dri Septa saat diwawan­carai usai meninjau pelak­sanaan vaksinasi massal pelaku perhotelan di Pa­nge­ran Beach Hotel Pa­dang, Kamis (22/7).

Hendri Septa menye­but, selama dua minggu dilaksanakan PPKM di Pa­dang, animo masyarakat untuk vaksin cukup luar biasa. Puluhan ribu warga berbondong-bondong men­­da­tangi tempat vaksi­nasi.

“Saya mendapat infor­masi, dalam dua minggu ini animo masyarakat luar biasa, sebanyak 45 ribu lebih warga mendatangi tempat vaksinasi,” terang wali kota.

Namun begitu, Hendri Septa tidak menampik jika PPKM selama dua minggu belum mampu menurun­kan penyebaran Covid-19. Hendri Septa menilai PPKM adalah upaya untuk me­ngajak masyarakat agar dapat paham dan mengerti tentang Covid-19.

“Tapi kita pemerintah tidak akan lama-lama (me­lakukan) PPKM, setelah kita melihat ke lapangan, mas­yarakat susah akibatnya,” tutur Hendri Septa.

Melihat kondisi mas­yarakat yang terpuruk, Wali Kota Padang kemu­dian menerbitkan Surat Edaran (SE) saat PPKM ini. Dalam SE tersebut, cukup banyak pelonggaran yang diberikan kepada mas­ya­ra­kat. Salah satunya bagi pelaku bisnis. Dimana usa­ha mereka dibolehkan ber­operasi hingga pukul 21.00 WIB.

“Namun kita prio­ritas­kan pembelian secara take away (bawa pulang), bukan dine in (ma­kan di tempat), sehingga tidak terjadi keru­mu­nan,” pungkas wako. (rel)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional