Menu

Air Mata Ery Mefri Tumpah, Sempat Berpikir Menghentikan FNJT3

  Dibaca : 487 kali
Air Mata Ery Mefri Tumpah, Sempat Berpikir Menghentikan FNJT3
Pimpinan Nan Jombang Group, Ery Mefri bersama Direktur Angga Djamar melaunching FNJT3, Kato Balega dan Kaba Festival, Jumat (3/1) di Ladang Nan Jombang.

PADANG, METRO – Setelah melalui perenungan yang cukup dalam, Pimpinan Nan Jombang Group, Ery Mefri, akhirnya memutuskan tahun 2020 ini, kembali melaksanakan Festival Nan Jombang Tanggal 3 (FNJT3).

FNJT3 telah tujuh tahun berjalan. Sejak empat tahun terakhir, FNJT3 ini selalu disponsori oleh Bakti Budaya Djarum Foundation. Namun, tahun 2020 ini, belum ada kejelasan kerjasama Nan Jombang Group dengan pihak sponsor tersebut.

Kondisi ini sempat membuat Ery Mefri berpikir untuk menghentikan FNJT3. Namun, dengan perenungan yang cukup dalam, Jumat pagi (3/1), Ery Mefri akhirnya memutuskan FNJT3 tetap berjalan. Meskipun belum ada sponsor tahun ini.

“FNJT3 hampir saya tutup. Paginya saya mendapat telepon dari teman-teman media menanyakan bagaimana kelanjutannya tahun 2020. Bahkan ada yang mengucapkan selamat atas lounching program ini. Saya menangis mendengarkan dukungan moril yang disampaikan teman-teman media. Saya akhirnya memutuskan FNJT3 tetap lanjut. Sampai kapan, saya tidak tahu,” ujar Ery Mefri dengan nada sedih, saat melaunching FNJT3, Kato Balega dan Kaba Festival, Jumat (3/1) di Ladang Nan Jombang.

Dalam pertimbangannya, Ery Mefri mengungkapkan, kalau FNJT3 dihentikan, ke mana lagi orang tua menampilkan seni dan budaya tradisi secara rutin. Diakuinya, belum adanya kesepakatan kerjasama dengan pihak sponsor, karena pimpinan dari Bakti Budaya Djarum Foundation sedang sakit.

“Umbul-umbul sponsor yang selama ini terpasang tidak ada lagi. Sponsor datang dan pergi kita tidak pernah tahu. Bakti Budaya Djarum Foundation tidak pernah mengatakan distop tahun ini, kita hanya menunggu. FNJT3 tidak boleh terhenti,” tegasnya.

Diungkapkannya, selain FNJT3, selama tujuh tahun ada dua program lain yang dilaksanakan, yakni Kato Balega dan Kaba Festival. Melalui FNJT3 dan Kaba Festival, setiap tahunnya selalu melahirkan group kesenian yang go internasional.

“Saya berbahagia. Setiap FNJT3 dan Kaba Festival dilaksanakan, selalu ada group yang dikontrak untuk go internasional. Dari tahun 2016 sampai sekarang salah satu peserta selalu dilirik dunia. Termasuk juga kesenian tradisi, sudah ada tujuh group tradisi go internasional,” ujarnya bangga.

Dengan prestasi ini, Ery Mefri menyampaikan, Nan Jombang Group telah sukses menghadirkan gelombang tsunami ke seluruh dunia. “Sudah kami riakkan gelombang tsunaminya ke seluruh dunia. Saya boleh meninggal kalau ada Ery Mefri berikutnya yang tumbuh. Kalau tidak ada, saya tidak mau meninggal. Jangan biarkan Ery Mefri sendiri, saya minta kepada UPTD Taman Budaya Provinsi Sumbar, agar memperhatikan kondisi ini,” harapnya.

Menurutnya, kesenian tradisi butuh dana untuk latihan dan tampil di Ladang Nan Jombang selain di kampungnya. “Kesenian dan budaya di Minangkabau adalah punggung kita. Pariwisata benahi rumah kita supaya orang datang. Jangan salah lagi pakai baju. Baju kita kebudayaan kenapa tidak budaya kita yang kita majukan di Ranah Minang. Kenapa memaki baju orang yang tidak sesuai,” ungkapnya.

Pada kesempatan launching program FNJT3 di Ladang Nan Jombang, menghadirkan kesenian Tari Adok Nan Bentan, yang merupakan seni tradisi dari Saniangbaka, Kabupaten Solok.(fan)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional