Menu

Agar Ekonomi lebih Hidup saat Pandemi, Mahyeldi Siap Perjuangkan Pengusaha Jasa Konstruksi Lokal Sumbar

  Dibaca : 160 kali
Agar Ekonomi lebih Hidup saat Pandemi, Mahyeldi Siap Perjuangkan Pengusaha Jasa Konstruksi Lokal Sumbar
BERSAMA KONTRAKTOR— Calon Gubernur Sumbar H Mahyeldi melakukan pertemuan dengan pegiat jasa konstruksi untuk berdialog.

PADANG, METRO
Calon Gubernur Sumatra Barat (Sumbar) H Mahyeldi Ansharullah SP Dt Marajo begitu peduli terhadap semua stakeholder di Sumbar, terlebih yang terkait langsung dengan ekonomi. Termasuk para penyedia jasa konstruksi yang saat ini juga terdampak pandemi Covid-19. Tak heran, Wali Kota Padang dua periode itu mengajak berdialog para kontraktor untuk menawarkan solusi bersama.

Pelaku jasa konstruksi Ir H Soetrisno menyampaikan, para penyedia jasa konstruksi secara kelembagaan maupun individu jarang dilibatkan di saat dialog dan kampanye Pilkada se-Sumbar. Baik melalui momentum debat kandidat, maupun acara lain, mereka jarang diundang khusus dalam pertemuan informal pasangan calon (Paslon) untuk memberikan masukan, pemikiran, kritikan, dan lainnya kepada calon Gubernur Sumbar.

“Alhamdulillah Buya Mahyeldi SP bisa memfasilitasi bertemu secara informal dengan beberapa organisasi dan pegiat jasa konstruksi di Sumbar saat Pilkada Sumbar 2020 ini. Dalam pertemuan, semua bisa memberikan usulan program unggulan yang terbaik kepada Paslon Gubernur Sumbar Mahyeldi yang berpasangan dengan Audy Joinaldy,” kata Mas Tris, sapaan akrabnya.

Dalam pertemuan ini suasana dibuat secara kekeluargaan. Sehingga para penyedia jasa konstruksi enak memberikan masukan, pemikiran, kritikan, gagasan, program unggulan, serta usulan perlindungan terhadap pelaku bisnis yang bergerak di dunia konstruksi ini. Apalagi saat pandemi Covid-19, orang yang bergerak di sektor jasa konstruksi sangat terpukul.

Mas Tris yang termasuk senior sebagai pelaku penyedia jasa konstruksi di Sumbar, dalam pertemuan tersebut mengusulkan, atau menekankan banyak hal, di antaranya meminta kepada Mahyeldi melibatkan asosiasi, gabungan perusahaan konstruksi untuk mengambil kebijakan atau membuat aturan di tingkat provinsi.

“Kami minta agar Gubernur Sumbar membentuk sarana komunikasi berkelanjutan dan berkesinambungan dengan lembaga perusahan, profesi penyedia jasa konstruksi secara resmi. Sehingga semua kebijakan yang berkaitan dengan dunia konstruksi terfasilitasi secara maksimal tidak merugikan pengusaha,” katanya.

Ke depan, katanya, perusahaan kecil, menengah yang jumlahnya puluhan ribu penyedia jasa konstruksi di Sumbar diberikan pekerjaan merata, minimal 2-4 paket kegiatan dalam satu tahun. “Kami ingin kepala daerah membuatkan paket-paket pekerjaan. Jika memungkinkan dikordinasikan kebijakan tersebut sampai ke tingkat Pemerintah Kabupaten/Kota agar paket untuk perusahan kecil, menengah bisa terwujud,” katanya.

Mas Tris menyampaikan usulan, pemikiran Syafrimanan, agar pemenang lelang baik kecil dan menengah diutamakan perusahaan dari Sumbar. “Jika perlu dibuat aturan Peraturan Gubernur bahwa menjadi proritas perusahaan pemenang adalah perusahan lokal atau perusahan asal putra daerah Sumbar,” katanya.

Sedangkan perusahaan di luar Sumbar, katanya, didorong untuk pengadaan kegiatan jasa konstruksi berskala proyek nilai anggaran besar. “Itupun juga dibuat Peraturan Pemerintah Daerah agar perusahaan luar mengandeng purusahaan lokal/daerah setempat minimal 80% dari nilai kontraknya dalam pelaksanaan,” katanya.

Dalam pembicaraan tersebut, paparan dari penyedia jasa konstruksi yang hadir bahwa dunia usaha di sektor ini akan menyerap ratusan ribu tenaga kerja mulai dari pekerjaan lapangan, penyedia material lokal, maupun bahan pabrikasi, sampai efek domino ekonomi makanan terhadap masyarakat setempat di lokasi pengerjaan kegiatan tersebut terangkat.

Mahyeldi menyampaikan komitmennya akan melibatkan lembaga atau asosiasi perusahan konstruksi secara rutin dalam setiap kebijakan yang diambil. Untuk harapan mendahulukan perusahan lokal untuk kegiatan kecil dan menengah di proyek kegiatan Sumbar akan dilakukan.

“Usulan tersebut sesuai juga dengan visi dan misi bahwa pasangan Gubernur Sumbar Mahyeldi-Audy akan melahirkan 100 ribu entrepreneur milenial selama lima tahun jabatan,” kata Mahyeldi yang juga punya kepedulian terhadap UMKM ini. (uki)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional