Close

Adukan Nasib ke DPRD Padang, Guru Honorer Menagis, Lulus Passing Grade, Belum juga Diangkat jadi PPPK

ADUKAN NASIB— Guru honorer yang tergabung dalam Forum Guru Lulus Passing Grade (FGLPG) Kota Padang mengadukan nasibnya ke Komisi I DPRD Kota Padang, Senin (25/7).

SAWAHAN, METRO–Puluhan guru honorer yang tergabung dalam Forum Guru Lulus Passing Grade (FGLPG) mengadukan nasib kepada Komisi I DPRD Kota Padang. Puluhan guru honorer yang telah lulus passing grade tersebut ternyata sampai saat ini belum mendapatkan Surat Kerja (SK) penempatan dari  Pemko Pa­dang. Senin (25/7).

Ami salah seorang gu­ru honorer,  tidak dapat membendung air matanya ketika menyampaikan keluhannya. Apalagi saat menceritakan bagaimana ia telah menjadi tenaga guru honorer selama 13 tahun  di Kota Padang.

Katanya sampai saat ini, Pemko Padang belum mengangkat mereka sebagai tenaga kerja PPPK­(P3K) Kota Padang.

“Kami susah lulus Passing Grade tetapi hingga saat ini, Pemko Padang belum memberikan SKpenempatan untuk kami.  Kami sangat berharap, Agustus 2022 ini kami sudah bisa mendapat SK Karyawan PPPK,” ucapnya dengan nada berharap.

Di Kota Padang sendiri guru yang telah lulus passing grade berjumlah 1.228 orang. Sayangnya, Pemko Padang hingga saat ini belum mengajuan formasi guru PPPK ke Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Budi Kurniadi salah seorang guru honorer yang telah lulus passing grade Kota Padang menjabarkan, terdapat 49 formasi untuk guru PPPK yang merupakan sisa formasi 2021 yang tidak terisi, karena tidak lulusnya peserta di tahun 2021 yang lalu.

“Surat Edaran Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan RI No: S 204/PK/2021 13 Desember 2021 menjelaskan, penghitungan anggaran PPPK guru dalam DAU 2022 telah me­nga­tur jumlah formasi untuk seluruh provinsi, kota dan kabupaten. Tetapi, hingga saat ini Kota Pa­dang belum memuat formasi untuk kami yang telah lulus ini,” tegas Guru Honorer dari SDN 31 Tanjung Aur, Lubuk Begalung ini.

Budi Kurniadi menyesalkan tidak adanya keterbukaan informasi dari Pem­ko Padang tentang per­janjian kerja untuk ta­hun 2022 ini.

“Kami telah mengadu ke Dinas Pendidikan Kota Padang. Tetapi dinas tidak dapat memberikan infomasi dengan jelas. Oleh karena itu, kami meminta bantuan DPRD Kota Pa­dang untuk mengadukan nasib kami” tegasnya.

Ketua Komisi I DPRD Kota Padang Djunaidy Hen­­dry menjelaskan, pi­hak­nya pada saat ini hanya bisa menampung aspirasi dari para guru honorer yang telah lulus passing grade Kota Padang ini.

“Kami hanya bisa menampung aspirasi mereka. Seharusnya mereka sudah ada formasi mereka, karena sudah lulus passing grade. Kami akan membicarakan dengan Dinas Pendidikan Kota Padang untuk mencarikan solusi tentang permasalahan guru-guru ini,” tutupnya. (ade)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top