Menu

Aduh, Sipir LP Bukittinggi jadi Pesuruh Gembong Narkoba

  Dibaca : 3850 kali
Aduh, Sipir LP Bukittinggi jadi Pesuruh Gembong Narkoba
ILUSTRASI
Riki Fernandes digiring polisi ketika dibon (dipinjam) dari LP Klas II A Bukittinggi

Petugas Satnarkoba Polresta Bukititnggi, menggiring Riki Fernandes, seorang tahanan Lapas Biaro Bukittinggi, yang terlibat dalam pengedaran sabu.

AGAM, METRO–Peredaran sabu di Agam benar-benar sudah masuk ke tahap yang sangat mengkhawatirkan. Gawat. Jika kemarin Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Agam secara de facto Anizur Hakim, yang ditangkap Badan Nasional Narkotika (BNN) Sumbar, Sabtu (14/11) siang, giliran sipir Lapas Biaro yang kompak dengan terpidana narkoba mengedarkan sabu.

Penangkapan sang sipir bernama Yuliza Amri (53) seakan menjadi bukti, kalau pengendalian peredaran sabu benar-benar dipusatkan di penjara. Amri yang seharusnya menjadi penjaga agar peredaran narkoba bisa diberantas di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Bukittinggi di Biaro, malahan menjadi kurir bagi para terpidana.

Akibatnya, sang sipir terpaksa berurusan dengan polisi, dan kemungkinan besar, status sipirnya akan berubah menjadi terpidana. Dia ditangkap pada Sabtu (14/11) sekitar pukul 14.30 WIB di pinggir Jalan Raya Bukittinggi – Payakumbuh, Jorong Koto Hilalang, Nagari Lambah, Kecamatan IV Angkat, Kabupaten Agam atau dekat SPBU simpang Canduang.

Tersangka yang biasa disapa Ujang hanya tertunduk dan pasrah ketika ditangkap Satnarkoba Polres Bukittinggi. Dia hanya terdiam duduk di dalam mobilnya karena ketahuan membawa narkoba jenis sabu-sabu dan akan dijual pada pemesan. ”Dia merupakan sipir Lapas Biaro,” ungkap Kasatnarkoba Polres Bukittinggi AKP Y Eko Sulistiyo.

Tertangkapnya tersangka, karena adanya informasi akan ada transaksi narkoba dekat SPBU simpang Candung. Maka, polisi langsung melakukan pengintaian. Mengetahui kedatangan tersangka, polisi langsung mendekat dan seolah-olah tidak bersalah. Ketika digeledah mobilnya, ditemukan kotak rokok yang tersimpan di dasbor tengah berisi dua paket sedang sabu-sabu ukuran sedang dalam dua plastik.
Melihat hal itu, tersangka tidak bisa berkutik dan mengatakan kalau dia disuruh oleh Eri Mashal yang ada di Blok A di dalam LP Kelas II A Bukittinggi. Sedangkan barang sendiri diberikan oleh Riki Fernandes (26) yang ada di Blok D untuk diberikan pada pemesan dekat SPBU simpang Candung dengan ciri-ciri yang sudah disampaikan.

Selain itu, setelah barang diberikan, Ujang juga disuruh mengambil uang dari pemesan sebesar Rp8,9 juta. Setelah bertemu dengan pemesan dan uang akan segera diberikan oleh pemesan, tiba-tiba sudah datang polisi yang mengepung tersangka dan dihadirkan beberapa orang saksi ketika dilakukan penggeledahan.

Hasil pengakuan dari tersangka tersebut, maka Kasat Narkoba dan Kapolsek IV Angkek Candung, Iptu Roni AZ langsung datang ke LP Kelas II A Bukittinggi untuk berkoordinasi dengan pihak Lapas. Akhirnya, setelah melalui prosedur sekitar satu jam, akhirnya polisi bisa meminjam Riki Fernandes dibawa ke Polres Bukittinggi untuk diperiksa. Sedangkan, Eri Marshal yang menyuruh mengantarkan narkoba, belum bisa dibon keluar, karena masih menjalani persidangan dan harus izin hakim yang memegang perkaranya.

Ketika dilakukan pemeriksaan di Polres Bukittinggi, Yuliza Amri alias Ujang masih bersikukuh, kalau dia tidak mengetahui barang yang dia bawa itu adalah narkoba. Sebab, dia hanya diminta tolong oleh Eri Marshal memberikan rokok pada adiknya yang diambil dari Riki Fernandes.

Namun, semua itu adalah hal biasa dilakukan oleh tersangka yang sudah tertangkap. Sementara pengakuan dari Riki Fernandes yang sudah vonis 6 tahun penjara dan baru dijalani 10 bulan karena kasus narkoba, mengaku kalau narkoba jenis sabu-sabu tersebut dia dapat dari Waldisis yang kabur dari Lapas.

Sampai berita ini diturunkan dua tersangka masih menjalani pemeriksaan di Polres Bukittinggi. ”Untuk kedua tersangka kita akan periksa dan akan dibuatkan masing-masing berita acara pidana. Sementara, keduanya bisa dijerat dengan pasal 114 Subs 112 Undang-udang nomor 35 tahun 2009 tentang narkoba dengan ancaman hukuman lima sampai 12 tahun penjara,” terang Kasatnarkoba. (wan)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional