Menu

Adu Sprint Liverpool vs City

  Dibaca : 37 kali
Adu Sprint Liverpool vs City
Ilustrasi

Persaingan merebut gelar juara Premier League mulai mendekati akhir, dan Jurgen Klopp meminta siapa pun yang terkait dengan Liverpool untuk memberikan sprint terbaik mereka menuju akhir musim. Dia menyadari pada momen inilah segala perjuangan Livepool mulai awal musim dipertaruhkan.

The Reds tinggal memainkan lima pertandingan lagi dengan harapan mengungguli Man City di akhir musim nanti. Saat ini Liverpool bertakhta di puncak klasemen sementara dengan 82 poin dari 33 pertandingan, Man City terus mengekor dengan 80 poin dari 32 laga.

Artinya, klasemen masih sangat mungkin berubah sewaktu-waktu. Tim mana pun yang terpeleset harus membayar mahal dengan hilangnya peluang juara. Klopp menyadari itu, dan dia berharap pemain-pemain Liverpool bisa berlari sampai napas mereka tak lagi tersisa di akhir musim nanti.

Bagaimana pandangan Klopp soal persaingan ketat di akhir musim ini. Klopp mengibaratkan persaingan ini seperti balap lari 400 meter, dengan Liverpool dan Man City sebagai dua pesaing terakhir yang saat ini berjuang untuk terus berlari dengan seluruh kemampuan mereka.

Saat ini, kedua tim itu tiba di 100 meter akhir, dan pada momen inilah setiap elemen dari masing-masing klub wajib memberikan kemampuan terbaik mereka untuk menang. Inilah yang sedang dilakukan Liverpool saat ini.

”Jika anda menilainya sebagai balapan 400 meter, ini seakan-akan pada 100 meter awal semuanya masih bersaing, setelahnya di 200 meter ada beberapa tim, di 300 meter hanya ada dua tim, dan pada 100 meter terakhir anda melaju dengan segala kemampuan anda,” tegas Klopp.

”Kami berada di momen itu dalam musim ini. Ini adalah soal menggunakan seluruh tubuh anda, menggunakan setiap urat dalam tubuh anda. Kami ingin mengontrol pertandingan dengan cara sepak bola yang sangat positif. Kami haru bermain seperti orang dewasa,” sambungnya.

Memberikan yang Terbaik

Minggu (14/4) malam WIB, Liverpool menghadapi salah satu ujian terberat dari lima laga sisa mereka. The Reds harus siap menjamu Chelsea yang tengah dalam momentum positif, kemenangan harga mati bagi Liverpool, tetapi itu jelas tidak mudah.

”Satu hal yang sungguh saya inginkan adalah supaya kami semua merasakan semangat berjuang yang sama, semua orang di Anfield, dan siapa pun yang berada di depan televisi, berada dalam suasana hati yang positif, agresif, serta berjuang. Mari meraih apa pun yang bisa kita raih,” tutup Klopp.

Setelah melawan Chelsea, selanjutnya lawan yang menanti adalah Cardiff City, Huddersfield Town FC, Newcastle United, dan Wolverhampton Wanderers.

Meski demikian, ada semacam tantangan mental untuk Liverpool mengingat lima musim lalu mereka kandas di pekan-pekan terakhir. Insiden terpelesetnya Steven Gerrard kala takluk 0-2 dari Chelsea saat itu menjadi simbol kegagalan Liverpool juara.

Di musim ketika Brendan Rodgers mengandalkan Luis Suarez, Daniel Sturridge, dan Raheem Sterling itu, Liverpool finis di posisi dua, tertinggal dua poin dari City yang juara.

Simon Mignolet yang jadi anggota tim saat itu menilai ada perbedaan yang signifikan dengan situasi saat ini. Tim saat ini lebih kolektif dan solid secara pertahanan.

”Kami punya peluang besar saat itu, tapi kami mengandalkan kualitas Luis Suarez untuk mencetak gol, sementara sekarang kami lebih kolektif. Kami kini tak kebobolan banyak gol dan ancaman kami datang dari banyak penjuru ketimbang cuma satu pemain,” ujarnya.

”Dalam hal itu, kami lebih solid daripada yang dulu, ketika kami mengandalkan kualitas individu. Kami percaya diri tentu saja, terutama ketika bermain di kandang karena kami sudah tak kalah di sini untuk waktu yang lama dan tak kebobolan banyak gol.”

Sementara, apapun hasil yang didapati City pada akhir musim nanti, manajer Pep Guardiola sudah sangat puas dengan timnya. Baginya City sudah sukses.

”Kami sudah sukses. Ini adalah musim luar biasa buat kami. Saya tahu kami akan dinilai dari titel yang dimenangi, tapi sekalipun kami hanya mengakhiri ini dengan Carabao Cup (Piala Liga Inggris) dan orang berkata itu adalah bencana, musim ini sudah sangat istimewa,” kata Guardiola.

City sudah mengangkat Piala Liga Inggris Februari lalu. Mereka kini berpeluang mendapat trofi kedua usai memastikan lolos ke final Piala FA

Di Liga Inggris, kans menjadi juara juga terbuka sangat lebar, pun di Liga Champions di mana mereka sudah sampai babak 8 besar. Banyak yang memprediksi Guardiola bisa membuat sejarah dengan meraih empat trofi.

”Saya tak tahu apa yang akan terjadi. Tapi saya sangat bangga dan kami ingin melanjutkannya karena bermain selalu menyenangkan. Itu (Quadruple) nyaris mustahil. Kami hanya terus melaju, mencoba bertahan, dan kita lihat bagaimana selanjutnya. Masalahnya adalah di laga selanjutnya,” tambah dia. (*/ren)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional